Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 2


__ADS_3

Belum sampai Sarah menjawab pertanyaan Hawa, wali kelas sudah masuk kelas dengan membawa berkas ditangannya. "anak anak, silahkan duduk dengan tenang. Hari ini hari kelulusan kalian, saya harap kalian tenang" ucap pak Hasan wali kelas IPS 2. Terlihat seluruh kelas memasang wajah tegang dan penasaran. Tak lama pak Hasan memberikan seluruh siswa amplop cokelat yang berisi kertas pengumuman kelulusan. "kalian boleh membukanya" peruntah pak Hasan, semua siswa dengan hari hati membuka isi amplop itu. Selang beberapa waktu suara sorak bahagia dari seluruh siswa menggema diseluruh ruangan, tak terkecuali Sarah, Maya, dan Hawa. Mereka semua berteriak bahagia dan saling berpelukan karena mereka semua lulus. "bapak sangat senang kalian biasa lulus semua tanpa terkecuali. Semoga kedepannya kalian jadi orang orang sukses diluar sana" ucap pak Hasan sambil menyeka air mata yang tak sadar menetes.

__ADS_1


Setelah keluarnya pak Hasan dari kelas, susana kelas masih riuh bahagia dengan suara siswa atas kelulusannya, namun tiba tiba Sarah terduduk diam dengan wajah murung. "nah kamu kenapa Sar kok sedih gitu mukanya?" tanya Maya heran. "iya ih, kenapa sedih gitu? Kita kan udah lulus dan kita juga alhmadulillah keterima di kampus yang sama lagi Sar?" timpal Hawa. Namun Sarah hanya tertunduk diam dan tiba tiba menangis, "alhamdulillah kita lulus dan keterima di kampus yang sama lagi guys. Tapi aku sedih karena mau pisah sama Zaki, aku g bakal bisa ketemu Zaki lagi dong." Pungkas Sarah sambil menutup wajahnya dengan kertas kelulusannya.

__ADS_1


"Aah kamu Sar aku kura kenapa?" ucap Maya lega dan sedikit heran. "kamu beneran suka sama zaki Sar?" tanya Hawa dengan wajah serius sambil membenarkan duduknya. "kamu nih Haw, kamu kan tau ceritanya dari awal kayak gimana perasaanku aku ke Zaki. Masa masih kamu kira main main". Jawab Sarah kesal pada sahabatnya itu. "kamu kan masih bisa ketemu Zaki kalau di rumah Sar, tetanggan juga kalian. Kenapa sedih sih", "tapi May, Zaki mau pindah dan rumah yang sekarang itu di jual karena mereka mau pindah ke rumah neneknya. Karena neneknya sekarang sendirian setelah kakek Zaki meninggal 2 bulan lalu." jawab Sarah dengan suara parau dan bergetar.

__ADS_1


"eh ehmmm Sarah, aku boleh minta tanda tanganmu buat kenang kenangan?" pinta Zaki pada Sarah yang berjalan keluar toilet. Sarah tecengang melihat pemuda yang dia suka selama ini memintainya tanda tangan. "eh Sar diam aja sih", "eh iya iya Zak, diman nih tanda tangannya?" jawab sarah terbangun dari lamunannya. Zaki menyodorkan bola basketnya pada Sarah. "maaf cuma di sini doang yang kosong" ucap Zaki sambil nyengir menyodorkan bola basket pada Sarah. "kamu mau pindah kapan Zak?uda packing kan ya setau ku" tanya Sarah tegang mencoba memecahkan suasana canggung itu. "Emm makasih ya Sar. Nanti deh aku main ke rumah kamu sekalian pamitan" jawab Zaki berlari sambil melambaikan tangannya pada Sarah

__ADS_1


Hari itu hari yang berat sekaligus membahagiakan untuk Sarah. Dengan wajah lusuh Sarah sampai di rumah dan langsung masuk ke kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya diatas kasur hingga tertidur pulas. "wah uda gelap aja, aku tidur cukup lama. Mandi dulu lah abis itu sholat maghrib" ucap Sarah sambil menggeliat diatas tempat tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2