
Akhirnya Sarah yang membawa mobil Pandu, Sarah mengantar Pandu ke sebuah klinik. Di sana Sarah membantu mengurus semua yang diperlukan Pandu, "Sar boleh minta tolong ambilkan tas warna navy dalam mobil di bangku belakang? Aku mau ganti celana yang agak longgar", pinta Pandu pada Sarah. Sarah mengangguk dan segera mengambilkan tas Pandu.
"mana sih tasnya?ditaruh mana coba?", gumam Sarah mencari tas Pandu. "ah ini dia", Sarah menemukan tas Pandu, tanpa sengaja Sarah menjatuhkan beberapa lembar kertas dari dalam tas Pandu. "apa ini?fotoku?", lihat Sarah pada kertas itu yang ternyata foto foto Sarah yang pernah ada di laptop Abi.
"kenapa dia mencetak banyak fotoku?"
Sarah bergegas memberikan tas itu pada Pandu, "terima kasih Sar", ucap Pandu berterima kasih pada Sarah. "yuk Sar, usah selesai semua ini. Resepnya juga udah aku ambil", ajak Pandu pulang. kali ini pandu yang menyetir mobil, "makasih ya Sar, udah perhatian ke aku, aku jadi gak enak sama kamu", ujar Pandu sedikit merasa tak enak karena merepotkan Sarah.
__ADS_1
"Ndu, kenapa kamu mencetak fotoku sebanyak ini?, bukankah ini fotoku yang aada di laptop Abi?", tanya Sarah menunjukkan beberapa lembar foto di tangannya. Pandu kaget melihat Sarah menemukan foto foto nya yang dia simpan dalam tas, "maaf Sar, Abi pernah tak sengaja meninggalkan laptopnya di rumahku ketika sedang menginap. Dan aku tak sengaja menemukan folder dengan namu, aku membukanya dan ku melihat banyak foto kalian berdua. Aku mengambil beberapa fotomu yang membuatku semakin tertarik padamu. Dan sengaja aku cetak untukku pribadi" maafkan aku Sar, aku lancang.
Sarah hanya menghela nafas merasa semakin heran dengan kelakuan Pandu yang dia rasa semakin aneh. "Ndu, hentikan semua ini. Kita baru saja kenal dan bertemu. Aku tak percaya padamu yang tertarik padaku hanya karena cerita Abi. Hentikan leluconmu!", pinta Sarah pada Pandu, "Sar, harus aku bilang berapa kali aku benar benar tertarik padamu, bahkan tak sekedar tertarik, aku menaruh hati padamu Sar. Ini bukan lelucon Sar, tolonglah mengerti perasaanku!", jawab Pandu kini terlihat sangat sungguh sungguh dalam ucapannya, mata Pandu menyiratkan bahwa dia benar benar jatuh hati pada Sarah.
"jika Abi masih ada...", belum selesai Sarah dengan perkataannya Pandu menyela, "jika Abi masih ada, aku takkan lancang mendekatimu seperti ini Sar. Aku menyayangi Abi selayaknya kakak, tak mungkin aku teruskan cinta ini padamu jika dia masih ada", lanjut Pandu menyela ucapan Sarah. "namun kini Abi udah gak ada. Apa aku salah ingin mewujudkan cinta ini agar menjadi nyata Sar?", aku ingin menggantikan posisi Abi di hatimu. Bukan sebagai Abimanyu Maheswara tapi sebagai diriku sendiri, sebagi Pandu Mahardika." jelas Pandu yang kini menepikan mobilnya ke tepi jalan.
"jangan menatapku seperti itu Ndu, aku takut", ucap Sarah menangis menutup wajahnya. Pandu mundur dari hadapan Sarah, "maafkan aku Sar, aku tak bisaa mengontrol emosiku. Maafkan aku Sar, maaf", ucap Pandu memukul setir mobilnya. Mereka berdua saling diam sementara waktu, "aku mau pulang", pinta Sarah dengan suara lirih dan takut melihat Pandu.
__ADS_1
***
Sesampainya di rumah Sarah langsung masuk kamar dan menjatuhkan tubuhnya di kasur dengan posisi tertelungkup memeluk bantal. Dia menangis mengingat tatapan mata Pandu padanya di mobil tadi, dia menangis karena dia tahu bahwa ada kesungguhan dalam mata Pandu.
"kenapa kamu seperti tadi Ndu? Aku benar benar takut." gumam Sarah sambil memeluk bantalnya.
Malam itu Pandu mencoba menghubungi Sarah terus menerus, tapi hape sarah dalam mode senyap, dia tak mau ada yang mengganggunya untuk sementara ini. Pandu merasa bersalah pada Sarah, "dia pasti takkan memaafkan ku. Kenapa aku seemosional itu tadi pada Sarah, AAARGH",teriak Pandu menyesali tindakannya sore tadi. Pandu sangat risau takut Sarah semakin ilfil padanya, kejadian sore tadi membuat Pandu semakin resah, takut akn semakin menjauhaknnya dengan Sarah.
__ADS_1