Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 31


__ADS_3

Sepanjang perjalan kembali dari kafe Sarah gak berhenti heran pada Pandu, bagaimana ada orang yang hanya lewat cerita bisa tertarik. sampai di parkiran kampus Sarah langsung masuk ruang kelasnya untuk materi kuliah keduanya, "eh balik juga kamu, ku pikir kamu bakal langsung pulang", ujar Maya. "dari mana kamu tadi? Kok keliatan buru buru?", tanya Maya penasaran. Sarah menceritakan semuanya pada Maya, "wah gila gila, kejutan apa lagi ini Sar?", ucap Maya terkejut mendengar cerita Sarah. kini mereka berdua terdiam saling memikirkan keanehan pada Pandu.


***


Di rumah, Zaki datang untuk bertemu Sarah. "eh Zaki, masuk aja nak, Sarah sudah tau kamu main ke sini?", sambut Nadia mempersilahkan Zaki masuk. "sudah tan, sudah janjian", jawab Zaki. Tak lama Sarah muncul keluar dari kamarnya, " ke taman belakang yuk Zak, ngobrol sambil cari angin!", ajak Sarah langsung pada Zaki.

__ADS_1


Mereka berdua duduk bersila dibawah bintang bintang yang nampaknya sedang kompak menampakkan sinarnya. "indah ya Sar, tapi masih indah kamu", rayu Zaki, "jangan gombal, dosa", jawab Sarah mencubit paha Zaki. "aaw, sakit loh Sar. Hobi nyubit muu gak ilang ya", kekeh Zaki sambil mengelus pahanya yang dicubit Sarah. Mereka duduk terdiam untuk sesaat, "gimana Sar?Apa aku masih belum bisa gantiin Abi di hatimu seperti dulu?", tanya Zaki. "entahlah Zak, eh kamu ingat pemuda yang bertemu kita di makam Abi?", tanya Sarah mengalihkan pembicaraan. "heem ingat, kenapa? Dia ganggu kamu?", "gak Zak, dia tadi pagi aku bertemu dengannya di kafe dekat kampus", cerita Sarah pada Zaki.


Mata Zaki terbelalak melotot spontan melihat ke arah Sarah "apa? Kamu menemuinya?mau apa dia?", tanya Zaki emosi. "biasa aja kali Zak, sampai kaget aku mendengar mu berteriak, dia bercerita banyak tentang Abi", jawab Sarah sambil memegangi dadanya karena kaget melihat reaksi Zaki seperti ingin menerkamnya. Mulailah Sarah bercerita mengenai pertemuannya dengan Pandu pagi tadi.


"jadi dia mengetahui segalanya tentag kita dan Abi? Dan gilanya lagi dia mengagumi dan tertarik padamu hanya karena dia sering mendengar cerita tentangmu dari Abi," jawab Zaki terheran heran dan terlihat marah pada Pandu. "jangan lagi mau di hubungin apa lagi bertemu dengan psikopat seperti dia Sar", pinta Zaki pada Sarah. "dih kenapa sewot? Lupa sama kesepakatan kita?", ujar Sarah meremehkan larangan Zaki. Zaki langsung terdiam mengingat kesepakatannya dengan Sarah, tapi dalam hatinya Zaki akan terus mengawasi Sarah.

__ADS_1


***


"hai guys, tumben nih nungguin aku sampe di depan gedung fakultas?", rindu ya sama aku yang comel ini?hahaha", sapa Hawa sambil terkekeh keras. "gini nih kalau nih bocah dikangenin dikit langsung gede tuh kepalanya", ujar Maya menjitak kepala Hawa, "ih, sakit tau May. Eh guys tau gak?tadi pagi aku liat si Arini sedang bawa semacam nasi bungkus gitu, terus dibagi bagiin gitu ke orang orang yang di bawah jembatan deket kompleks rumahnya gitu", cerita Hawa antusias pada Sarah dan Maya.


"lalu?", tanya Maya. "ku ikutin tuh dia, ternyata dia masuk ke panti asuhan dong, ngasih anak ank kecil disana mainan banyak banget", lanjut Hawa terkejut melihat hal yang tak pernah dia bayangkan akan melihat Arini, si cewek centil incaran banyak pemuda di kampusnya melakukan hak semulia itu. "kamu sempet amat ngikuti dia Haw?",tanya Sarah heran, "duh si Sarah kayak gak tau gimana keponya Hawa. Keponya dia tuh ngalahin infotaiment kali Sar", jawab Maya, "yeee ciri orang pinter itu mah, suka kepo dan cari tau', balas Hawa sambil mendorong pelan pundak Maya.

__ADS_1


"makan yuk, laper guys tadi cuma minum kopi doang berangkat kuliah", ajak Hawa pada dua sahabatnya itu. Mereka berdiri dana berjalan beriringan menuju kantin kampus yang masih terlihat cukup sepi saat itu. Terlihat dari kejauhan Zaki yang sedang digelayuti oleh Arini merasa tak nyaman dan mencoba sesekali menjauh dari Arini. Sarah dan sahabatnya melihat hal itu tersenyum geli, "eh guys dua hati aku gak ketemu kalian kira kira aku ketinggalan info apa nih?", tanya Hawa sambil membaca menu makanan, " tuh kan Dar, kepo lagi dia hahaha", gelak Maya menertawakan sikap kepo Hawa yang gak ketulungan.


"Sar, ceritain masalah Pandu kemarin", ucap Maya, "siapa lagi Pandu?", kepo Hawa makin menjadi, setelah makanan mereka datang Sarah mulai menceritakan perihal Pandu. "wah keren, masih ada orang yang tertarik sama seseorang cuma dari cerita", ucap Hawa setelah mendengar cerita tentang Pandu, "keren?gila yang ada Haw. Konyol banget deh tuh si Pandu", balas Maya tak setuju dengan reaksi Hawa. "eh, orang yang gak kenal kita, dan gak pernah ketemu kita tapi, dia menaruh hati pada kita dan tertarik pada kita itu namanya cinta, tau gak sih?", jelas Hawa pada dua sahabatnya itu.


__ADS_2