
"diam berarti setuju ya Zak?", tanya Dewi. "kamu milih yang gimana lagi?Sarah itu cantik, baik, sopan, sopan, penurut dan orang tuanya pun papa mama sudah kenal sejak kecil?.' Timpal Ardi meyakinkan Zaki. "terserah papa mama aja deh, Zaki ngikut aja gak mau ambil pusing", jawab Zaki tegas meninggalkan kedua orang tuanya.
Zaki tak bisa menolak ataupun langsung mengiyakan rencana orang tuanya, karena Zaki masih sangsi dengan perasaannya terhadap Sarah. Apakah itu cinta ataukah rasa sayang sebagai sahabat dari kecil. Dari wajahnya tersirat rasa bingung yang tak dapat ia sembunyikan.
***
Di tempat lain Abi dan Sarah semakin hari semakin memintal benang asmara. Namun meski demikian Sarah masih memiliki rasa untuk Zaki bertahta kembali, sungguh pesona Zaki tak bisa begitu saja digantikan oleh siapapun bahkan, oleh Abi yang benar benar tulus cinta pada Sarah.
__ADS_1
"Zak, kenapa kamu masih saja membayangiku? Bukan salahmu, tapi salahku terlalu dalam aku mematri namamu di hatiku. Andai kau tau Zak?", gumam Sarah. Nyaris tiap malam Zaki selalu menjadi obat penawar tidurnya, hampir setiap malam pikiran Sarah dipenuhi Zaki, meski tak dipungkiri ada celah dibalik hati Sarah untuk Abi.
***
"sudahkan Sarah membuka hati untukku?Tuhan tak kan tidur, Dia tau apa yang selalu ku doakan untuk Sarah. Semoga segera Sarah bisa mengerti bagaimana perasaanku untuknya selama ini", harap Abi. "sudah tidur kah Sar?", kirim Abi pada Sarah. "belum Bi, ini baru selesai bikin tugas. Kamu kenapa gak tidur?", balas Sarah. "lagi mikirin kamu. Apa kamu sudah bisa membuka seluruh hatimu untukku Sar?, balas Abi lagi. Lama Sarah membalas pesan Abi.
Malam panjang kembali menyelimuti Sarah, jujur saja dia mulai ada rasa tulus untuk Abi namun, dia masih membiarkan rasa itu tumbuh sendiri tanpa harus dia yang memaksanya. Dan memang benar apa yang Abi bilang 'cinta karena terbiasa itu ada', semoga rasa itu akan segera hadir di hati Sarah.
__ADS_1
***
"ma.. Ardi dan Dewi sudah memberitahu Zaki perihal perjodohan anak anak. Apa kita juga sebaiknya memberitahu Sarah?", ucap Teguh pada istrinya. "terserah papa aja sih, mama mah nurut aja. Tapi ngomongnya pelan pelan pa, nunggu waktu yang tepat." " iya ma tenang aja, kita nunggu ada waktu Sarah libur akhir semester aja maa, sekalian kita berkunjung ke rumah Ardi dan Dewi untuk membicarakan masalah anak anak." pungkas Teguh
Sore itu Sarah dan Abi kencan disebuah mall setelah menonton bioskop. "gimana filmnya? Kamu enjoy?", tanya Abi menggandeng pergelangan tangan Sarah. "seru Bi, enjoy banget aku", jawab Sarah yaang tiba tiba meletakkan kepalanya di bahu Abi sambil terus memegang jemari Abi erat. Sontak ada rasa yang luar biasa dalam diri Abi, rasa yang selama ini ia tunggu, dimana Sarah bersikap manja padanya. "makan yuk Bi,laper ini", ajak Sarah dengan suara manjanya. "kamu gak apa apa Sar?tumben manja sama aku?", ucap Abi heran namun sangat bahagia tentunya. "manja sama cowok sendiri boleh dong Bi?", balas Sarah pada Abi yang kini sedang duduk sambil melepas jaket jeans nya.
"iya gak apa apa, terusin aja aku suka," pungkas Abi. Mereka berdua sibuk milih makanan, "pesen apa kamu Sar?,aku mau pesen Kwetiau goreng seafood aja sama air mineral." "emmm apa ya? Capcay goreng seafood aja sama air mineral dingin", pinta Sarah pada Abi. Segera Abi ke kasir untuk memesan dan membayar makanan dan minuman yang mereka akan makan. "Bi, boleh jujur gak? Tapi aku malu?", ucap Sarah, "bilang aja!, napa sih pake malu kayak sama siapa aja kamu Sar?", jawab Abi sambil membenarkan posisi duduknya.
__ADS_1
"sejujurnya aku mulai sayang sama kamu. Ih aku malau ah Bi." ucap Sarah malu malu sambil menutupi wajahnya dengan tissue. Abi tercengang mendengar pengakuan Sarah, sungguh ini adalah moment yang ia tunggu selama bertahun tahun menjalin hubungan dengan Sarah. Dengan lembut Abi meraih tangan Sarah, "aku bilang apa? Tuhan gak tidur, Tuhan mengiyakan doaku Sar. Dan Cinta karena terbiasa itu ada bukan?", ucap Abi dengan raut muka yang begitu bahagia. Kini Sarah tak akan merasa bersalah lagi pada Abi karena kini cintanya tak bertepuk sebelah tangan lagi.