Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 36


__ADS_3

Mereka segera turun menuju makam Abi, terlihat di sana ada ayah dan ibu Abi yang juga berziarah. "Assalamu'alaikum om, tante", sapa Sarah dan Pandu tak sengaja berbarengan, "wa'alaikumsalam.. Nak Pandu dan Sarah? Kok bisa kenal dan ke sini barengan?", tanya Ibu Abi heran.


"gak sengaja tante, bertemu dan kenal ketika kami ziarah ke sini", jawab Pandu. Sarah hanya diam dan menundukkan kepalanya, tak tahu harus bicara apa dengan ibu dan ayah Abi. "nak Pandu nak Sarah, tante dan om sudah selesai ziarah, kami permisi pulang dulu ya?" pamit Ayah Abi pada Pandu dan Sarah. "oh iya nak Pandu terima kasih kiriman makanannya kemarin. Sungguh lezat," lanjut Ayah Abi menepuk pundak Pandu, "ah. Om, kayak sama siapa saja bilang terimakasih segala," balas Pandu.


Orang tua Abi teringat anaknya yang dulu menjalin kisah kasih dengan Sarah, melihat Pandu bersama Sarah seolah seperti mereka melihat Abi sedang berjalan dengan Sarah, "bu, kenapa?" tanya ayah Abi pada istrinya, "gak apa apa yah, hanya ingat Abi ketika masih bersama Sarah. Melihat Pandu seakan aku melihat Abi Yah,.jika Abi masih ada pasti Abi akan bermain bersama Pandu", jawab ibu Abi sambil menyeka air matanya.


***


Setelah berdoa dan berziarah Pandu dan Sarah beranjak pergi. "Sar kamu ada waktu gak? Aku mau ajak ku makan di depan situ. Sepertinya makan sate sore sore gini enak", ajak Pandu pada Sarah.

__ADS_1


Sarah diam memikirkan ajakan Pandu, kebetulan juga dia sore itu tak ada kesibukan "mari lah ku temani makan Ndu", jawab Sarah menerima ajakan Pandu. Segeralah mereka berjalan keluar makam,


"aah aduh",teriak Sarah yang terlihat tersandung batu nisan dan nyaris jatuh, untung segera ditahan oleh Pandu. kini mata mereka saling menatap satu sama lain, membuat jantung Pandu berdegup kencang. Begitu juga Sarah ada sedikit rasa bergetar ketika menatap mata Pandu.


"Sar, kamu gak apa apa kan?", ucap Pandu membantu Sarah berdiri. "ah gak apa kok Ndu.. Makasih ya", jawab Sarah dengan muka sedikit memerah. Mereka kembali berjalan keluar makam, kali ini tangan Sarah digandeng oleh Pandu agar tak jatuh lagi.


"pak pesan sate ayam dua porsi dengan lontong ya!, yang satu ekstra bawang goreng ya", pesan Pandu pada bapak penjual sate. "iya siap mas, minum apa?" tanya penjual sate itu, "teh tawar panas satu, teh manis panas satu ya pak", pesan Pandu lagi.


DEG... "kenap dia memesankan menu ekstra bawang goreng untuk ku?"

__ADS_1


"Eh maaf pak, teh panas manisnya bisa tukar dengan teh panas tawar?" pinta Sarah, "boleh non, sebentar saya tukar", jawab Penjual sate itu. Tak lama pesanan minum Sarah sudah tiba, "terima kasih ya pak. Maaf merepotkan".


"suka teh tawar juga Sar? Tanya Pandu, "iya, aku juga suka teh tawar". " wah kita samaan lagi, aku juga suka teh tawar", canda Pandu pada Sarah. "jangan mulai deh", gerutu Sarah sambil meminum teh hangatnya. "Abi pernah cerita kalau kamu suka sama bawang goreng. Jadi berinisiatif menambahkan ekstra bawang goreng di menu mu Sar," ujar Pandu memandangi wajah Sarah yang terlihat menikmati sate pesannya.


"hmmm.. sampai ke sana dia bercerita tentangku?dan kamu juga masih ingat dia bercerita seperti itu? Ingatanmu tajam juga ya Ndu?", jawab Sarah yang kini tak sengaja memandang Pandu yang sedari tadi juga memperhatikannya makan. Sekali lagi mereka saling berpandangan dan itu membuat Pandu salah tingkah, dia tak sengaja menyenggol minumannya yang panas dan tumpah mengenai pahanya.


"AAAW PANAS!", teriak Pandu kepanasan karena tumpahan air minumnya sendiri. "eh Ndu, kamu gk papa? Berdiri dulu Ndu!", ucap Sarah memberi instruksi. "pak boleh minta es batunya? pacar saya kena air panas." pinta Sarah pada penjual sate.


"ha? Sarah bilang aku pacarnya?" gumam Pandu sambil mengipasi pahanya. "sini duduk!, biar aku kompres lukamu", seru Sarah duduk sambil mengompres paha Pandu dengan es batu. "lain kali ati ati lah Ndu, kalau gini jadi luka kan?. Pasti perih ini", cerocos Sarah pada Pandu yang tak menghiraukan pahanya, dia hanya melihat Sarah yang mengobati lukanya.

__ADS_1


Pandu tersenyum bahagia merasa Geer melihat perhatian Sarah padanya, padahal tadinya Sarah begitu ketus padanya. "aku semakin mencintaimu Sar", batin Pandu sambil terus memandangi Sarah.


"yuk pulang aja Ndu, kita ke klinik atau ke rumah sakit aja ya. Kamu masih bisa nyetir?", ajak Sarah pada Pandu. "ah gak usah Sar, cuma kena dikit aja kok, "dikit gimana?itu nyaris sepaha loh Ndu, ayo aku yang nyetir, aku antar kamu ke klinik dekat sini." paksa Sarah sambil meminta paksa kunci mobil Pandu.


__ADS_2