Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 29


__ADS_3

Di jalan Sarah melaju cukup kencang, untungnya perjalanan Sarah lancar karena kondisi jalan masih agak sepi karena memang Sarah berangkat lebih awal dari biasanya. Di tengah jalan Sarah melihat Arini sedang berbincang dengan bapak bapak tua penjual kopi di tepi lampu merah, "hah..itu Arini?gak salah liat aku?ngapain pagi pagi gini nongkrong di warung kopi?" tanya Sarah heran serta penasaran. Tak lama lampu merah menjadi hijau tanda dia harus melanjutkan perjalanannya ke kampus, sesampainya di kampus dia buru buru memarkir mobilnya dan berlari ke gedung tempatnya kuliah. "alhamdulillah, dosennya belum datang", ucap Sarah lega sambil mengelap wajahnya dengan tissue yang terlihat sedikit berkeringat.


"eh Maya mana?apa gak masuk?", batin Sarah sambil melihat sekeliling ruangan, tak lama datanglah Maya dengan nafas terengah engah "ah akhirnya nyampe juga". "Lah aku pikir aku yang paling telat May, ternyata kamu malah parah", ucap Sarah. "aku juga mikir kamu yang bakal telat banget, ternyata aku yang paling telat. Untung bu Nurma belum dateng", lanjut Maya menguncir rambut panjangnya. Tak lama bu Nurma masuk ruang dan memulai perkuliahan, nyaris dua jam lamanya bu Nurma memberi materi dan akhirnya perkuliahan jam pertama ini berakhir. "akhirnya Sar, kelar juga. Makan yuk, sumpah aku laper banget ini." ajak Maya tanpa basa basi. Sarah hanya mengangguk dan mengacungkan jempolnya tanda setuju.

__ADS_1


***


Di Kantin kampus Sarah melihat Zaki dan Arman yang kini sedang ngobrol dengan Arini, dan Cindy mereka terlihat semakin akrab, dan berbincang dengan nyaman sepertinya. "lah kenap si Zaki bisa deket sama Arin sih?cewek centil gitu juga", nyinyir Maya melihat kedekatan Zaki dan Arini. "sudahlah May, buruan pesan aku lapar ini. aku pesenin mie instan pake cabe dua biji dan tambah toping telur dan sosis ya, minumnya air mineral biasa aja," pinta Sarah pada Maya, Maya mengangguk pelan dan berdiri seger memesan makan dna minum.

__ADS_1


"Zak, aku pergi dulu ya. Mau ke kantor admin fakultas, ada perlu", pamit Arini dengan gaya centilnya memegang dagu Zaki. "ih kamu ini Rin pake pegang pegang segala, risih banget" ujar Zaki mengibaskan tangan Arini dari wajahnya. Arini hanya tertawa kecil dan pergi meninggalkan Arman dan Zaki. Meski Arini disampingnya Zaki tetap fokus pada Sarah, dia tak berani mendekati Sarah, takut Sarah ngambek karena Zaki ingkar janji.


"Abimanyu Maheswara itu presiden BEM kampus, kini belum ada yang menggantikannya. Dia terkenal karena selain tampan dia juga baik hati, penyabar dan dermawan. Dia merangkul semua mahasiswa, gak pandang bulu mau anak pejabat anak orang gak punya dia rangkul. Hingga kabar kalau dia pacaran sama Sarah muncul membuat cewek seisi kampus patah hati Zak. Banyak yang membenci Sarah hingga sekarang banyak fans Abi yang menyalahkan Sarah sebab kematian Abi. Padahal itu murni kecelakaan", cerita Arman panjang lebar sambil sesekali menyeruput kopinya.

__ADS_1


Zaki terdiam mendengar cerita Arman tentang Abimanyu, "pantas saja Sarah sangat terpuruk ketika Abi pergi. Ternyata Abi nyaris sempurna. Apalah aku yang hanya pengganggu hubungan mereka, maafkan aku Bi, maafkan aku juga Sar", gumam Zaki dalam hati merasa berdosa karena perjodohan ini Sarah dan Abi terpisah.


"Wooy ngelamun aja kamu Zak, yuk masuk kelas bentar lagi ada kelas nih. Jangan sampe telat masuk kelasnya pak Ramli bisa gak lulus kamu semester ini." ucap Arman menakuti Zaki yang dilihatnya kurang semangat masuk kelas. "hah!? Apa benar sefatal itu?ngeri sekali dosennya ", jawab Zaki terbelalak mendengar ucapan Arman. Akhirnya mereka berdua beranjak masuk ruangan dengan langah sedikit cepat.

__ADS_1


__ADS_2