
"mari pergi, aku mau ke makam Abi. Tolong antar aku ya", pinta Sarah pada Zaki. Zaki mengangguk dan berjalan mengikuti Sarah untuk keluar dari tempat itu. "gak beli bunga?" tanya Zaki, "tidak, bunga yang kemarin pasti masih segar",ucap Sarah. Mereka berdu a langsung menuju makam Abi," sar, sebentar aja ya,. Ini sudah sore. Takut kemalaman pulangnya", nego Zaki pada Sarah. Sarah mengangguk pelan. Mereka berdua berjalan menuju makam Abi, terlihat ada seorang pemuda sedang mengunjungi makam Abi juga. "siapa dia?" tanya Sarah dalam hati.
"kamu Sarah?" tanya pemuda itu, Sarah terkejut merasa heran bagaimana pemuda itu tahu dirinya. "aku Pandu, Pandu Mahardika sahabat Abi sejak kecil", jawab Pemuda itu memperkenalkan diri pada Sarah dan Zaki. Sarah dan Zaki menerima jabat tangan yang diulurkan Pandu padanya, "silahkan jika kalian ingin ke makam Abi, aku sudah selesai", ucap Pandu mempersilahkan Zaki dan Sarah. Tak banyak omong lagi Sarah langsung duduk bersimpuh di samping makam Abi, dia langsung membaca doa untuk Abi, begitu juga dengan Zaki.
Setelah selesai Sarah dan Zaki langsung keluar menuju parkiran makam, "Sarah, tunggu!", cegah Pandu pada Sarah, "ada apa? Perlu apa pada Sarah?" balas Zaki memandang curiga pada Pandu. "tenanglah,! Aku hanya ingin minta alamat Abi oada Sarah. Karena aku ke rumah yang lama katanya mereka pindah di daerah dekat sini." jelas Pandu pada Zaki. Tak banyak pikir Sarah memberitahu alamat Abi pada Pandu, setelah itu mereka langsung masuk mobil dan pulang.
__ADS_1
"kamu kenal pemuda tadi Sar?", "tidak, aku baru bertemu dengannya", jawab Sarah. "makan yuk Sar, aku lapar", ajak Zaki pada Sarah. "baiklah, makan dekat rumahku aj ya?", ajak Sarah kembali, Zaki mengangguk dan langsung menuju tempat makan dekat rumah Sarah. Tak lama sampailah mereka di tempat makan langganan Sarah yang berada tak jauh dari rumahnya. "masih inget tempat ini?" tanya Sarah pada Zaki, "masih dong, tempatmu selalu makan dengan lahap ketika kamu lapar tengah malam kan?", jawab Zaki. Dia masih ingat masa itu, dimana dia sering mengikuti Sarah malam malam untuk makan di warung tendaan pinggir jalan dekat rumah mereka.
***
Dalam kamar Sarah merebahkan dirinya setelah mandi dan berganti pakaian, tak lama ada telpon masuk dari nomor yang tak dikenalnya, "halo siapa?", jawab Sarah, "aku Pandu, sahabat Abi", jawab suara itu. Sarah heran kenapa dia bisa tau nomor hapenya, "dapat dari mana nomorku?", jawab Sarah, "kamu lupa?tadi kan kamu Sherlock alamat Abi pake whatsapp mu", jelas Pandu sedikit tertawa. "oh iya iya aku lupa. Ada apa meneleponku?", "tak apa aku hanya ingin mengenalmu saja, bolehkah kita berteman?", jawab suara dari telpon itu. "ya boleh saja tak ada yang melarang." " lalu bagaimana dengan pemuda yang bersamamu tadi? Ala dia tak cemburu?".
__ADS_1
DEG....
Sarah heran kenapa Pandu seolah tau tentang dia dan Zaki, "apa maksudmu Ndu?", tanya Sarah penasaran. "tidur yuk, kapan kapan saja kita bertemu dan berbincang lagi. Selamat malam", pungkas Pandu menutup telpon. Sarah terdiam dan merasa heran dengan Pandu, Siapa dia sebenarnya, seolah tau segalanya. Sarah dibuat penasaran oleh Pandu, sahabat Abi kekasihnya, seberapa tahu dia mengenai Abi, dirinya, dan Zaki.
Pagi itu Sarah tergopoh gopoh karena telat masuk kuliah, "ma, pa Sarah langsung berangkat ya, telat ini lupa kalau ada jam kuliah pagi buta gini", pamit Sarah pada orang tuanya yang sedang berolahraga kecil di depan rumah. "loh loh, gak sarapan Sar?", tanya Nadia bingung melihat tingkah Sarah, "gak deh ma.. sudah telat ini aku. Nanti makan di kampus aja. Assalamu'alaikum ma, pa..", pamit Sarah langsung tancap gas. "anak itu, mulai lagi telat telat ke kampus. Dulu waktu SMa juga gitu. Hmm", gumam Teguh melihat Sarah keteteran katena terlambat kuliah. "yuk pa, masuk. Kita sarapan", ajak Nadia menggandeng suaminya untuk masuk.
__ADS_1