
Dilain tempat Pandu bertemu Sarah sedang duduk dibangku depan kampusnya. "bukankah itu Sarah?", gumam Pandu sembari menepikan mobilnya tepat didepan Sarah duduk, "hey Sar, nunggu seseorang?", tanya Pandu membuka jendela mobilnya. Sarah hanya diam tak menggubris, "neng, diam aja. Nunggu cowokmu kah?", tanya Pandu lagi, "mau ikut ke makam Abi?, aku mau ke sana sekarang". Ajak Pandu pada Sarah.
Sarah langsung menoleh ke arah Pandu yang sejak tadi memandanginya, "ngapain kamu ke makam Abi?", tanya Sarah ketus, "ketus amat Sar. Jangan ketus ketus nanti jatuh cinta loh sama aku. Hehehe", canda Pandu pada Sarah, Sarah semakin sebal mendengar candaan Pandu.
"mau ikut gak?, kalau gak aku tinggal nih", gertak Pandu menggoda Sarah. "iy iya aku ikut", balas Sarah agak merendah. Kebetulan sekali waktu itu memang Sarah berniat ke makam Abi, karena nunggu ojek online lama akhirnya dia mau di ajak bareng oleh Pandu.
"Ndu, kamu ini nganggur ya? Kok ku lihat kamu sering telponin aku, dan aku beberapa kali lihat kamu wara wiri masuk ke supermarket daerah dekat rumahku?", tanya Sarah canggung. "oh itu..aku lagi kerja aja Sar. Aku udah lulus kuliah, aku ikut program akselerasi, jadi kuliah cuma tiga tahun. Jadi tahun ini aku wisuda, rencana dua bulan lagi", jawab Pandu santai.
__ADS_1
"wih pinter dong kamu? Bisa akselerasi segala," balas Sarah sedikit memuji, "gak juga, ya tapi alhamdulillah sih gak lama lama kuliah. Bosen gitu mulu materinya hahaha".
"nah kamu kerja apa kok kluar masuk supermarket?", lanjut Sarah bertanya. "itu aku lagi ngecek aja. Kebetulan beberapa supermarket di sini punya papa aku. Tapi setelah aku lulus semua usaha yang ada di daerah sini dipindah nama atas namaku Sar," jelas Pandu. "ngapain tanya tanya? Kamu mau jadi nyonya Pandu? Dan bantu aku ngurus usahaku?, goda Pandu pada Sarah.
Sarah langsung melengos dan menarik nafas panjang. "dih.. Kamu tuh orangnya to the poin banget. Tapi ya aku acungin jempol buat kamu, masih muda, pekerja keras, pinter pula. Masa gak ada cewek yang deketin sih?", tanya Sarah heran.
"percaya deh Sar, aku sungguh-sungguh dengan perkataanku. Seumur hidup baru kali ini aku ngerasain perasaan yang luar biasa ketika mendengar cerita Abi tentangmu. Padahal aku g kenal kamu gak pernah liat kamu langsung. Apa mungkin kita jodoh ?", ujar Pandu meyakinkan Sarah.
__ADS_1
"sudahlah, fokus saja menyetir, aku tak tahu jalan pikiranmu Ndu", pungkas Sarah menyuruh Pandu untuk fokus menyetir.
Pandu terus memandangi wajah Sarah yang kini melamun memandangi luar jendela mobil. "bagaimana Abi tak tergila gila padamu Sar, kamu cantik, lembut, dan menyenangkan orangnya, Bi.. Bolehkah aku menggantikan mu di hati Sarah?", batin Pandu yang masih terpesona melihat Sarah sedekat ini. Hal ini membuatnya gugup sampai nyaris tak fokus menyetir.
"eh uda sampe nih Sar, yuk turun yuk!', ajak Pandu membangunkan Sarah yang ternyata ketiduran itu. "Masyaallah Sar, sungguh cantik dirimu", gumam Pandu tak bergeming memandangi wajah ayu Sarah. "hee mau ngapain kamu deket deket?", ucap Sarah kaget melihat Pandu berada begitu dekat dengan wajahnya.
"gak ngapa ngapain, aku membangunkan mu. Itu saja", jawab Pandu gugup.
__ADS_1