
Di tempat lain Zaki dan Arini kini tengah sibuk mengurusi rumah jompo milik Arini. "Rin, kayaknya kita beberapa akhir ini terlalu sibuk ngurus rumah jompo ini deh. Coba deh kamu rasain!" ucap Zaki sambil meregangkan otot otot tubuhnya, "hmmm iyaa kayaknya ya Yank. terus mau gimana dong?" tanya Arini sambil bersandar pada pundak Zaki.
"jalan jalan yuk, atau liburan kemana gitu" ajak Zaki memberi ide "boleh tuh Yank, tapi kemana?" tanya Arini lagi. "deket deket sini aja. Ke pantai gimana?" lanjut Zaki, "boleh boleh. Atur aja Yank enaknya kapan" lanjut Arini antusias mendengar ajakan Zaki. "gimana kalau beres wisuda aja. Kan enak tuh kuliah beres, wisuda beres baru lah kita bisa santai santai bentaran kan" lanjut Zaki memberi saran lagi. Arini hanya mengangguk dan memberikan senyuman manisnya.
"Rin..Rin. Jangan kasih aku senyum model gini ah. Bikin gak bisa tidur aja" goda Zaki pada kekasihnya itu, " dih kamu gombal aja Yank" balas Arini memukul lengan Zaki manja. Zaki hanya tertawa dan memeluk Arini erat.
__ADS_1
"Rin, habis wisuda kamu udah ada pikiran mau kerja dimana?", "aku mau nerusin bakat aku aja deh Yank." balas Arini santai, "jadi model dan makeup artist?" tanya Zaki lagi. "heem. Kenapa?gak boleh?" tanya Arini, "boleh tapi syaratnya seijin aku loh ya! Tapi ambil jobs nya yang dekat dekat aja ya Rin", pinta Zaki memberi syarat pada Arini. "kan kamu bakal jadi istriku, jadi kami harus nurut suami. Ok" lanjut Zaki mengelus kepala Arini. Arini mengangguk lembut.
Arini bukan hanya baik hati tapi, dia juga sangat penurut dan lembut. Apapun yang dikatakan Zaki selagi itu baik pasti dia turuti.
"oh iya.. Beres wisuda aku mau ngelamar kamu boleh?" tanya Zaki lagi, "ya aku sih mau aja Yank, tapi kamu harus ijin papa mama ku dulu", "ya iya lah Rin. Masak mau ngelamar anak orang gak ijin. Bisa di uber polisi aku", jawab Zaki sedikit bercanda. "ah kamu Yank, bisa aja. ya nanti aku akan coba bicara sama papa mama soal niatan kamu ini" balas Arini.
__ADS_1
"wah, Pandu romantis ya. Kepikiran buat ngasih surprise pas wisuda" ucap Arini kagum mendengar Pandu akan memberi surprise Sarah, "emang aku gak romantis?" tanya Zaki merasa tersindir, "ah gak kok Yank bukan gitu" balas Arini sedikit gugup "sini aku bisikin!" panggil Zaki, menyuruh Arini mendekat. Zaki dengan sengaja mengecup bibir Arini dengan cepat sehingga membuat Arini terkejut dan merasa malu.
"lah kenapa diam? Kurang Rin?" lanjut Zaki menggoda Arini, Arini hanya diam lalu memalingkan wajahnya karena dia tak menyangka Zaki akan melakukan itu. "Rin?Arini!" panggil Zaki sambil menarik lengan Arini sedikit keras, dan ya tubuh Arini jatuh tepat diatas tubuh Zaki. Mereka sontak saling bertatapan, Zaki merasa jantungnya berdetak lebih cepat, dia melihat mata indah Arini. Hidung mungil, mata bulat dan bibir yang pink alami membuatnya membeku.
Begitu dengan Arini, seolah patung dia hanya diam dan menatap dalam mata Zaki dan dengan cepat dia berusaha berdiri dari pelukan Zaki. "tetaplah begini beberapa detik saja Rin!" pinta Zaki menarik tangan Arini untuk kembali ke pelukannya. Kini tubuh Arini dan Zaki saling berdampingan, Arini tidur di lengan Zaki, dan Zaki merangkul tubuh mungil Arini. Mereka tidur menghadap langit senja sore itu, dibawah pohon belimbing yang sedang berbunga indah saat itu.
__ADS_1
"Rin, tetap di sampingku. Jangan tinggalkan aku, aku gak tau harus mempersembahkan cintaku pada siapa lagi kalau bukan kamu." ucap Zaki sambil menatap langit, "aku pernah kecewa karena Sarah. Dan kini ada kamu yang jadi pelipur laraku, obat dari segala kesedihanku" lanjut Zaki sambil terus merangkul tubuh Arini. Arini hanya diam mendengar pernyataan Zaki, dia hanya diam dalam pelukan Zaki, dia merasa aman dan tenang saat ada Zaki di sisinya.
"i love you Zaki Sarfaraz", ucap Arini sambil mengecup pipi Zaki.