
Hari pernikahan Sarah dan Pandu pun tiba, pagi itu Pandu duduk di depan cermin memandangi dirinya sendiri sambil bergumam "hari ini adalah awal dari kehidupanku yang baru", lantas dia berdiri dan mulai memakai setelan tuxedo silver nya. Dia berjalan keluar dari ruang makeup menuju aula tempat ijab kabul, hari itu Pandu terlihat gagah dan sangat tampan, membuat semua tamu undangan berdecak kagum melihatnya "gila, si Pandu cakep amat" gumam Zaki yang juga hadir bersama Arini yang sekarang sudah menjadi istrinya "iya ya yank, beda aja gitu kayak bukan Pandu yang biasa kita ketemu" timpal Arini yang juga melongo melihat Pandu.
"eh eh eh, emangnya aku gak ganteng Rin?" lanjut Zaki cemburu mendengar ucapan Arini "eh ya gak gitu yank, kamu itu gantengnya gak ada obat bagiku. Aku cuma muji aja kok Yank, jangan cemburu dong" lanjut Arini memeluk Zaki yang terlihat manyun "iya iya Run aku cuma becanda" pungkas Zaki.
__ADS_1
Pandu mulai duduk di kursi akad nikah, terlihat jelas wajah Pandu sangat tegang sesekali dia menghela nafas dan menghembuskannya kembali, sesekali dia melihat sekeliling, melihat banyak tamu hadir yang sebagian besar adalah keluarga dan sahabatnya dan Sarah. "Sudah siap nak Pandu?" tanya Teguh papa Sarah, Pandu mengangguk dengan mantap "kalau begitu mari kita mulai pak penghulu caranya" lanjut Teguh pada penghulu di depannya. Setelah itu papa Sarah mulai mengucapkan ijab kabul disambung dengan Pandu yang mengucapkannya, dan Pandu dengan lantang melafalkan ijab kabul dengan hanya satu tarikan nafas.
"alhamdulillah Sah" ucap penghulu dan diikuti oleh seluruh tamu undangan, suasana yang tadinya tegang sekarang mencair di iringi tawa bahagia dari seluruh tamu undangan. Dari pintu masuk Sarah berjalan anggun didampingi oleh mama Pandu dan mama nya sendiri, Sarah terlihat cantik dan manglingi ditambah dengan balutan kebaya silver senada dengan tuxedo yang dikenakan Pandu. Sarah perlahan berjalan menghampiri Pandu yang sekarang telah sah menjadi suaminya itu, senyum manisnya menambah kecantikan Sarah hari itu.
__ADS_1
"wah May, sahabat kita cantik banget ya, aku jadi terharu akhirnya Sarah mendapatkan pangerannya setelah apa yang terjadi dulu" ujar Hawa terharu dan mengusap air matanya yang tak sadar menetes "iya Haw, gak nyangka banget ternyata jodohnya Pandu. Lelaki yang dulu dia sebut psikopat sekarang malah jadi jodohnya" timpal Maya yang juga menahan tangis hari sejak tadi. Memang hari itu Sarah sangat berbeda , aura kecantikannya sangat terpancar dia begitu anggun.
Suasana haru dan bahagia bercampur jadi satu hari itu, "cie akhirnya udah sah jadi nyonya Pandu ni ye" goda Zaki dan kedua sahabat Sarah "iya nih, aku bersyukur banget bisa sampe di titik ini. Setelah apa yang udah aku lewati dulu" ucap Sarah menghela nafas panjang mengingat masa lalunya, "udah ah jangan ngomongin masa lalu. Sekarang tugasmu menjalani masa depan Sar bersama Pandu. Jaga dia jangan sampai kamu mengulang kesalahan lagi seperti dulu" lanjut Maya memeluk Sarah erat. Sarah hanya mengangguk dipelukan Maya.
__ADS_1
Akhirnya Sarah menemukan pelabuhan untuknya bersandar, memulai hidup baru bersama Pandu yang dulu dia anggap psikopat dan aneh yang seolah takkan berjodoh dengannya, malah kini yang ada disampingnya menjadi suaminya.
_TAMAT_
__ADS_1