Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 51


__ADS_3

Hari wisuda pun tiba Sarah sedang sibuk mempersiapkan diri dengan makeup natural yang dibuat oleh Arini. Hari ini Sarah meminta tolong pada Arini untuk meriasnya "Rin, udah cantik belum?" tanya Sarah sambil melihat durinya di depan cermin. "cantik banget malah Sar, kamu gak pernah makeup kayak gini ya?" tanya Arini memastikan.


"hehehe iya Rin, lagian mau kemana coba? kalau hari hari ya pake liptint, bedak, dan alis aja sih Rin itu kalau sempet bikin alis" jawab Sarah sambil terkekeh. "pantes sekali didandani cakepnya keluar. Gimana kalau jadi pengantin nanti. Pasti tambah manglingi" puji Arini pada Sarah yang sedari tadi nampak gugup.


"Sar, kamu kenapa keliatan gugup sih?" tanya Arini sambil memegang kedua lengan Sarah, "gak tau Rin, aku gugup banget dari kemarin. Kayak anak kecil yang mau diajak jalan jalan gitu. Gugup campur bahagia" jawab Sarah bingung dengan dirinya sendiri. Arini diam dan tersenyum tipis, karena dia dan Zaki sudah tau bahwa hari ini Pandu akan pulang dan akan menemui Sarah di kampus. "Rin, Arin! Yee malah kamu yang bengong. Yuk ah kita cus ke aula hotel! Kayaknya ank anak uda pada kumpul" ajak Sarah pada Arin.


Disana sudah berkumpul mahasiswa mahasiswa seangkatan Sarah berkumpul untuk bersiap masuk menuju ruang wisuda. "hai guys!" sapa Hawa, "widiiih cantik amat bu hari ini" goda Hawa pada Sarah, "iya Sar, biasanya gak pernah makeup kayak kita kita dia Haw, jadi auranya keluar" sahut Maya kagum melihat makeup Sarah hari ini, "ini coba aja kalau ayang Pandu disini. Langsung diajak nikah kamu Sar hahaha" gurau Hawa sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"iish, udah udah yuk masuk ke arisan masing masing. Haw, sana masuk barisan fakultasmu!" usir Sarah pada Hawa yang memang berbeda fakultas. Acara akan segera di mulai, semua mahasiswa mulai berjalan memasuki aula bergantian sesuai urutan fakultas masing masing. Terlihat di sana ada Teguh dan Nadia papa dan mama Sarah sedang melambaikan tangan pada Sarah yang sedang berjalan melewati mereka.


"cantik banget anak papa ma" seru Teguh bangga melihat Sarah yang beda dari biasanya. "ih papa itu anak mama juga. Oh iya itu yang makeupin si Arini loh pa, pacarnya Zaki" balas Nadia memberi tahu suaminya, "oh ya? Sarah bisa kenal gitu sama pacarnya Zaki ya ma" lanjut Teguh heran, "ya namanya juga Zaki sahabat Sarah dari kecil pa, pasti dikenalin dong sama Zaki", lanjut Nadia sambil melongok mencari cari dimana Sarah duduk.


***


"oh pak, nanti dekat pom bensin depan ada toko bunga, tolong berhenti sebentar ya!" pinta Pandu lagi, setelah sampai di toko bunga, Pandu memesan buket bunga mawar putih untuk Sarah. "mbak pilihkan bunga yang paling segar dengan kualitas yang bagus!" pinta Pandu pada penjual bunga. Segera setelah membeli bunga Pandu langsung menuju wisuda Sarah,

__ADS_1


"Sar, aku gak sabar ketemu kamu. Rinduku sudah memuncak." gumam Pandu


Sesampainya di tempat wisuda Pandu duduk di loby hotel karena acara wisuda belum selesai. "Zak, masih lama acaranya? Aku udah di loby hotel" tulis Pandu mengirim pesan pada Zaki yang hari ini juga wisuda. "hah? Udah nyampe? Mungkin lima menit lagi Ndu. Ini uda pada keluar sih. Tapi masih antri sama fakultas lain." balas Zaki. Pandu semakin tak sabar menunggu Sarah keluar dan bertemu dengannya, "kenapa jantungku gak beraturan gini sih?" tanya Pandu dalam hati sambil berdiri di depan lift.


Tak lama, Sarah dan orang tuanya keluar lift bersama juga teman teman lainnya. Pandu menutupi wajahnya dengan buket bunga mawar yang ia beli tadi "eh siapa sih? Nutupin jalan gini? Eh mas minggir dong!" ucap Sarah sambil mendorong pelan orang yang berdiri dihadapannya itu.


Lalu Pandu menepi dan membuka buket bunga itu, "hai Sar!" sapa Pandu sambil tersenyum dibalik buket bunga. Sarah melotot dan mulutnya sedikit terbuka karena terkejut karena Pandu ada di sini ada dihadapannya. "Astaga Pandu? Sayang?" teriak Sarah melompat memeluk Pandu kegirangan. "kapan balik? Kok gak ngabarin sih? Jahat ih kamu. Katanya masih empat bulan lagi" cerocos Sarah mengomeli Pandu

__ADS_1


"Sar, lepasin bentar ya, ada papa mama kamu itu!" pinta Pandu menepuk pundak Sarah. Sarah terkejut, lupa kalau ada papa mama nya di sini, "Sarah? Siapa dia? Kok main peluk aja?" tanya Nadia "hmmm ma, paa maaf. Ini Pandu yang Sarah ceritain ke papa mama tiap hari" jawab Sarah sedikit malu pada orang tuanya.


__ADS_2