
Sarah merenung memikirkan perjodohan ini, pertama dia memang sudah tak ada rasa pada Zaki, ke dua jika dia membatalkan perjodohan ini apa yang akan terjadi pada papa nya dan keluarga Zaki nantinya, dan ke tiga Pandu, entah kenapa sedikit demi sedikit dia mulai masuk dalam hidup nya.
***
"ketemu yuk, kangen nih!", ajak Pandu pada pesan yang ia kirim pada Sarah. Sarah hanya membacanya dan memasukkan hapenya dalam tas. Tak lama hapenya berbunyi, dan benar saja dari Pandu.
"ini orang kalau gak diangkat pasti telpon terus, kalau hape ku matikan bakal di cari terus aku sampe ketemu, huft", gumam Sarah sambil memandangi hapenya yang terus berbunyi.
"iya iya, ada apa?", jawab Sarah malas, "yuk makan siang di food court tempatku, ad menu baru", ajak Pandu pada Sarah. "aku malas Ndu, capek", tolak Sarah, tapi Pandu terus membujuknya hingga tak ada lagi alasan untuk Sarah menolak ajakannya.
__ADS_1
Entahlah kenapa Sarah begitu mudah dirayu, dan di bujuk oleh Pandu, padahal hatinya sungguh ingin menolak dan ingin menjauhinya. Tapi semakin dia menjauhi Pandu, seolah dia dan Pandu malah semakin di dekatkan.
"kamu ini Ndu, gak ada capeknya ya menghubungi aku terus. Ngajak ketemu terus. Maunya apa sih?", tanya Sarah heran, "aku maunya kamu jadi milikku. Gak mau tahu pokok ya kamu jodohku", jawan Pandu memaksa, "tapi aku udah dijodohin", "tapi kamu gak cinta kan sama Zaki? Begitu juga Zaki", balas Pandu yakin.
"jangan asal ya kamu Ndu", jawab Sarah, "kalau kamu ada rasa ke Zaki, gak mungkin sekarang kamu sama aku di sini. Dam aku juga lihat gerak gerik kalian yang sama sekali gak ada chemystri satu sama lain", balas Pandu. "mata dan hati gak bisa bohong Sar, sejak ketemu aku, kamu selalu mikirin aku kan?tiap kali aku ajak ketemu kamu selalu mau, meski diawal menolak", lanjut Pandu seolah tau isi hati Sarah.
Sarah hanya diam memikirkan ucapan Pandu yang menyadarkannya pada masa lalunya pada Abi. Karena ke egoisannya yang memilih tetap mencintai Zaki, dia kehilangan cinta yang tulus dari Abi, apakah kali ini dia akan kembali mengulang kesalahan yang sama.
"gimana Sar, enak menu barunya?", tanya Pandu, Sarah hanya bisa menikmati makanannya. dia melihat sekeliling dan tak diduga dia melihat Zaki sedang makan berdua dengan Arini di tempat yang sama dengannya.
__ADS_1
"itu Zaki kan Sar?", tanya Pandu untuk meyakinkan apa benar itu Zaki dengan perempuan lain. "apa aku bilang, kalan sebenarnya gak saling cinta. Lihat aja reaksimu saat tau Zaki menggandeng wanita lain, sangat acuh dan tak peduli Sar," ujar Pandu
"itu bukan urusanmu Ndu, niatmu mengajakku makan siang kan? Kenapa jadi mencampuri urusan pribadiku?" Jawab Sarah marah pada Pandu yang dirasa sudah terlalu ikut campur dengan urusan pribadinya. "maafkan aku Sar," ucap Pandu menyesali perbuatannya. Sarah berdiri dan pergi meninggalkan Pandu, terlihat Pandu berusaha mengejar Sarah yang langkahnya semakin cepat pergi menjauh.
"pergi lah Ndu, tak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Kamu sudah tau hubunganku dengan Zaki gimana kan?jadi biarkan aku pergi." pinta Sarah pada Pandu yang terus saja mengejarnya, "aku tak mau meninggalkan mu Sar, tolong lah sekali saja beri aku kesempatan!", pinta Pandu mengiba.
Namun Sarah tak memperdulikan Pandu, Sarah tak menjawab dia pergi tanpa suara. Dia tak tahu harus bagaimana menghadapi Pandu yang terus mengejarnya, kadang dia merasa hatinya luluh pada Pandu, dan terkadang sikap Pandu membuatnya kecewa dan bahkan sampai menangis.
"mungkin ini karma untukku, karena sudah menyakiti hatimu Bi", ucap Sarah dalam hati sambil menyeka air mata di ujung matanya.
__ADS_1