Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 11


__ADS_3

" hai Sar, lagi apa nih kamu?", isi pesan yang diterima Sarah dari Abi. Sarah cuma membacanya tanpa membalas. Sarah masih ingin ngobrol dengan Zaki mumpung Zaki masih ada di rumahnya. "gak dibales sih? Gak biasanya deh", gumam Abi sedikit kesal karena pesannya tak dibalas oleh Sarah. Lantas Abi langsung menelpon Sarah, tapi Sarah langsung mematikan panggilan telpon dari Abi. "dimatiin? Sibuk kali si sarah. Udahlah nanti aja aku telpon lagi.", pungkas Abi sambil melempar hapenya ke kasur.


"kenapa dimatiin? Dari siapa?" tanya Zaki penasaran. "oh itu temen aku si Maya, inget kan?", bohong Sarah pada Zaki. "oh kirain cowok mu Sar. "eeh enggak enggak bukan kok Zak. Aku matiin karena ada kamu, bair gak ganggu kita ngobrol", pungkas Sarah dengan suara agak berbelit. Zaki hanya melihat dengan ekspresi wajah sedikit tidak percaya, tapi dia tak begitu peduli lantas terus ngobrol dengan Sarah.


"apa itu tadi yang telpon cowoknya Sarah ya? Apa dia sudah punya pacar?". Tanya Zaki dalam hati.


***


Tak terasa 2 hari sudah Zaki dan keluarganya menginap di rumah Sarah. Pagi itu mereka pamit untuk pulang dan berterima kasih atas segala bentuk perhatiannya selama mereka menginap di sana. "kami pamit ya Guh, Nad. Terima kasih banyak sudah menservis kami dengan sangat baik 2 hari ini", ucap Ardi pada orang tua Sarah, dan meminta agar mereka bergantian yang menginap di rumah mereka lain hari.

__ADS_1


"Sar, aku balik dulu ya.. Save nomorku ya barang kali kamu kangen aku hehehe," pamit Zaki sambil mengetikkan nomor hapenya dihape Sarah. Sarah hanya melongo mendengar ucapan Zaki. "iih waaw, gak mimpi kan? dia berharap aku kangen dia. Ya ampun mana oksigen? Mana mana maa?", gerutu Sarah dalam hati.


Pandangan Sarah tak lepas dari Zaki, mengikutinya keluar halaman rumah hingga mobil Zaki tak terlihat lagi oleh matanya. "dia pergi lagi, entah kapan aku akan bertemu lagi dengannya. Setidaknya aku bersyukur dua hari ini puas menatapnya dan puas mengobrol dengannya. Setidaknya dia sudah mengantongi nomor hape Zaki saat ini, dan berharap bisa menghubunginya sesering mungkin. Namun nyatanya Zaki dan Sarah disibukkan dengan kegiatan serat kuliah mereka masing masing jadi lupa untuk saling say hai meski sekali.


***


Di Sebrang sana ada Abi yang selalu menghubungi Sarah lebih intens dan semakin hari hubungan mereka semakin dekat. " apa sekarang aja ya aku nembak Sarah?, sudah 5 bulan aku pdkt sama dia. Aku gak mau kehilangan dia lagi. Setelah aku nunggu dari SMA buat dekat sama dia kayak gini", pikir Abi saat itu. Keesokan harinya setelah menunggu Sarah selesai kuliah Abi langsung mengajak Sarah untuk pulang bersama.


***

__ADS_1


Dtempat terpisah, Sarah dan Abi terus berjalan menuju suatu tempat yang masih ada di area kampus mereka. "kak Abi, ini kita mau kemana sih? Kenapa makin kesini makin kesana?", tanya Sarah setengah bercanda, "kak Abi mau nyulik aku ya?ini tempat kenap sepi gini?", " kamu sabar sebentar ya, bentar lagi nyampe kok. Sabar ya sayang!", jelas Abi menjawab pertanyaan Sarah yang sejak tadi menengok belakang dengan wajah takut dan bingung.


"apa?, kak Abi manggil aku sayang? Telingaku gak salah denger ini?, apa dia salah omong ya?", batin Sarah sedikit terkejut mendengar panggilan sayang untuknya dari Abi.


Sampailah mereka di suatu tempat, mereka berhenti di sebuah danau kecil dengan air berwarna biru jernih, dengan dikelilingi pohon dan bunga yang tumbuh subur yang membuat area danau itu menjadi semakin rindang dan begitu indah, apalagi ketika menjelang senja begini.


"tempat apa ini? Subhanallah, Ini replika surga kah? Indah sekali." Mata Sarah dibuat melongo oleh keindahan tempat yang ditunjukkan Abi padanya. "kamu suka? Ini masih area kampus. Tapi gak ada yang tau tempat ini kecuali aku dan pak Darto, bapak kantin yang emang tinggalnya di area kampus ini, Sar." " ku suka tempat ini?", tanya Abi sambil merebahkan tubuhnya di tanah yang beralaskan rumput rumput hijau, sambil melihat punggung Sarah yang masih berdiri dengan kekaguman tempat itu.


"Sar, duduklah! Aku ingin bicara padamu," pinta Abi pada sarah. Sarah duduk dengan tenang dan sesekali melihat lihat sekeliling tempat itu. "Sar, aku gak mau basa basi. jujur aku sudah mengincar mu sejak di SMA, tapi aku gak punya nyali deketin kamu. Dan sejak aku tau kamu kuliah di kampus ini aku bertekat untuk tidak ingin kehilangan kesempatan itu lagi", jelas Abi sambil menatap mata cokelat milik Sarah yang baru kali ini dia perhatikan dengan jelas. "Masyaallah, makhluk satu ini sunggu diluar dugaannku. Kenapa matanya begitu indah?", batin Abi dalam hati.

__ADS_1


"Aku sayang kamu Sar, aku cinta kamu Sar. Aku menginginkanmu jadi kekasihku sejak pertama kali akau melihatmu di temapt itu saat SMA". Jelas Abi menyatakan perasaannya pada Sarah.


__ADS_2