
Sarah tercengang dengan ucapan Abi yang ternyata dia tak main main dengannya dan dengan hubungan diantara mereka. "tetaplah jadi kekasihku, aku tau suatu saat hatimu akan kumiliki, begitu juga ragamu. Beri aku kesempatan untuk miliki hatimu seutuhnya Sar," pinta Abi memeluk erat tubuh Sarah.
"apa lagi ini Tuhan? Sanggupkah aku bertahan? Sanggupkah aku membuka hati untuk Abi? Tolong bantu aku!", batin Sarah.
***
"akau sudah bicara yang sebenarnya pada Abi guys". " lalu apa keputusan Abi?", tanya Hawa penasaran. "dia tetap memintaku untuk menjadi kekasihnya. Dan memintaku untuk memberi kesempatan dia untuk bisa memiliki hatiku". "wah gila si Abi, tangguh juga hatinya." ujar Maya terheran heran. " udahlah ya guys, kujalani aja lah, biar waktu yang menjawab." pungkas Sarah sambil melihat lurus ke depan seolah ada jawaban didepan matanya.
__ADS_1
Semakin hari, Abi semakin menunjukkan sikap baik dan tulusnya pada Sarah. Selalu menjadikan Sarah seorang ratu yang layak dilayaninya. Bukan karena ingin merebut hati Sarah, tapi memang Abi sangat menyayangi dan mencintai Sarah dengan sepenuh hatinya. "nonton yuk!, ada film baru kamu suka komedi kan?", ajak Abi pada Sarah. "boleh, yuk", balas Sarah mencoba membuka hatinya kembali untuk Abi. "jam 4 aku tunggu di mall biasa ya" jawab Abi.
Hubungan mereka kian lama kian hangat, sekarang ada sedikit getaran pada hati Sarah, dia sendiri heran sejak kapan rasa itu muncul. "aneh ih, kenapa sekarang aku jadi deg degan kalau dekat Abi? Mulai cemas kalau dia tak segera membalas pesanku?apa aku mulai menyukainya?" ucap Sarah heran sambil menatap layar laptop sambil melihat lihat fotonya dengan Abi selama ini. Sarah tersenyum sendiri melihat wajah Abi di laptopnya, " sungguh tampan dia. Baik hati pula, makanya para fansya menyebutnya 'perfect boy', karena memang sesempurna itu. Bahkan aku tak pernah melihatnya marah padaku maupun orang lain", gumam Sarah dalam hatinya. "lah kenapa jadi baper gini sih?", ucap Sarah menggelengkan kepalanya seolah menyangkal bahwa baru saja dia memuji Abi kekasih yang hanya. Setengah hati ia terima.
***
Malam itu Zaki tak juga mengantuk, dia merasa lapar dan segera keluar menuju dapur ingin mengambil beberapa buah di kulkas, namun dia mendengar percakapan papa mamanya. "Papa mau ngomong ke Zaki ma tentang rencana perjodohannya dengan Sarah anak nya Teguh dan Nadia." ucap Ardi pada Dewi. "iya pa, lagian juga tinggal dua tahun mereka lulus kuliah. Biar mereka adaptasi satu sama lain," jawab Dewi, mama Zaki menyetujui ucapan suaminya
__ADS_1
DEG...
"Sarah dijodohin sama aku?apa sarah juga tau tentang ini?", gumam Zaki menutup kembali pintu kamarnya dan mengurungkan niatnya ke dapur. Ada rasa dihatinya yang sulit dia definisikan, ada ras bahagia namun juga kaget serta rasa takut. Malam itu Zaki terus memikirkan ucapan orang tuanya tadi, sempat berpikir menghubungi Sarah, tapi dia mengurungkan niatnya.
"biarlah papa mama saja yang mengatur semuanya," pungkas Zaki. Keesokan harinya Ardi dan Dewi berniat memberi tahu Zaki tentang perjodohannya dengan Sarah. "Zaki, sini nak! Mama papa mau bicara tentang kamu dan Sarah", pinta Ardi pada Zaki yang hendak berangkat kuliah. Dengan langkah santai Zaki menghampiri orang tuanya d a duduk di sofa menghadap kearah mama papanya. "Zaki udah tau ma, pa tentang perjodohan kan pa? Perjodohanku dengan Sarah." tandas Zaki to the poin.
Ardi dan Dewi saling pandang dan terkejut mendengar anakya sudah mengetahui rencana mereka. "zaki kemarin malam gak sengaja dengar obrolan papa mama tentang itu." "syukurlah kamu sudah tau, papa gak perlu menjelaskan lagi. Lalu bagaimana menurutmu? Kamu setuju?", jawab Ardi langsung tanpa basa basi. Zaki hanya diam melihat kedua orang tuanya.
__ADS_1