
"udah, di sini aja Bi, rumahku keliatan kok dari sini. Makasih ya Bi", ucap Sarah menghentikan mobil Abi. Abi meminggirkan mobilnya dan membukakan pintu untuk Sarah. "ati ati jalannya awas kesandung", goda Abi pada Sarah sambil melambaikan tangannya. "Bi,. Bi sampai kapan aku harus membohongimu seperti ini?",gumam Sarah melihat Abi berjalan masuk mobil dan pergi dari hadapannya.
Nyaris setiap malam Sarah merenungi sikapnya pada Abi, betapa berdosanya dia pada Abi apalagi keluarga Abi sangat wellcome padanya dan terlihat amat menyayanginya dengan tulus. Andai Zaki adalah Abi, andai saja Abi lebih dulu ia kenal pasti sempurna kebahagiaan Sarah, tanpa harus menipu perasaannya seperti ini.
***
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, tak terasa hubungan Abi dan Sarah sudah berjalan dua tahun. Perasaan sayang Abi semakin bertambah pada Sarah, apalagi Sarah sering diajaknya main ke rumahnya bertemu ayah ibunya. Abi merasa memang benar Sarah adalah pilihan yang pas untuknya dan calon mantu ideal untuk ayah ibunya.
__ADS_1
"Sar, kayaknya kamu udah move on ya dari Zaki?", tanya Hawa yang saat itu berkunjung ke rumah Sarah bersama Maya. "iya Sar, uda dua tahun loh hubungan kalian, gak berasa ya. Pasti kamu udah lupain Zaki", tambah Maya. Sarah hanya diam berpura pura tak mendengat pertanyaan sahabatnya. Sarah menyibukkan diri menonton film di laptopnya. "dih pura pura budeg ini anak", jewer Maya, "apa sih May?jewer jewer kuping segala?", seru Sarah mengibaskan tangan Maya dari telinganya. "aku denger kom guys kalian tanya apa. Sebenarnya aku masih belum bisa lupain Zaki", jawab Sarah lesu.
"APA...?", Teriak Maya dan Hawa barengan. "gila kamu Sar, dua tahun belum bisa lupain?", " Lalu Abi kamu anggap apa?",cecar Hawa heran sambil memijat pelipisnya keheranan dengan jawaban Sarah. "ya ku anggap kekasih tapi aku belum bisa sepenuh hati pada Abi, Haw." ungkap Sarah pada Hawa.
Mereka bertiga saling pandang, antara bingung, kaget dan tak habis pikir dengan apa yang mereka bicarakan tadi. "kamu harus jujur pada Abi, Sar!", saran Maya tegas. "bener Sar, kamu harus jujur dan siap untuk apapun keputusan yang akan Abi kasih ke kamu nantinya", ujar Hawa membenarkan saran Maya. Namum Sarah hanya diam menunduk seakan berpikir tentang ucapan sahabatnya itu.
***
__ADS_1
Di kantin kampus, Sarah mengajak Abi ke danau tempat rahasia mereka untuk membicarakan tentang Zaki pada Abi. "tumben ngajak ke sini?kamu ada masalah Sar?" tanya Abi sambil duduk bersila diatas rumput. Sarah melihat Abi seksama menatap penuh arti pada Abi, "ya Allah, maafkan aku telah melukai pemuda tulus ini", batin Sarah tak tega saat membayangkan betapa kecewanya Abi padanya saat tahu apa yang sebenarnya.
"lah kok diam Sar? Beneran ada masalah?, coba cerita!" paksa Abi sambil melihat Sarah dari samping. "Bi, aku mau jujur padamu", ucap Sarah dengan suara bergetar. Sarah mulai bercerita mengenai Zaki, dari siapa itu Zaki, bagaiman perasaan Sarah pada Zaki, dan banyak lagi.
Abi mulai berdiri menatap tenangnya air danau saat itu. "terima kasih sudah jujur Sar, aku sudah merasakan hal ini sejak lama, tapi aku menunggumu yang mengatakannya langsung", " untuk perasaanmu pada Zaki, aku paham karena aku pernah berada di posisi mu saat ini, memendam cinta itu amatlah menyiksa." jelas Abi menjawab kegundahan Sarah setelah berkata jujur pada Abi.
"lantas, apa kamu masih mempertahankan hubungan ini Bi? Jujur Bi aku ingin menyerah dan malu padamu yang tulus padaku apa lagi ayah ibu mu. Aku tak mampu melihat mereka berharap padaku", lanjut Sarah. "tetaplah seperti ini, tetaplah jadi kekasihku walau mungkin saat ini hanya ragamu yang dapat ku gapai. Tap Tuhan tak tidur Sar, Tuhan tau apa yang selama ini menjadi doaku disepertiga malam." lanjut Abi memegang lengan Sarah erat seolah tak ingin Sarah pergi meninggalkannya.
__ADS_1