Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 12


__ADS_3

Sarah hanya diam lalu tetawa geli mendengar pernyataan Abimanyu barusan, "kaka jangan ngaco deh. Aku ini apa? Hanya remahan biskuit kak. Bisa bisanya kakak yang idola kampus bilang barusan ke aku", tawa Sarah sambil menutup setengah wajahnya dengan tas laptop. "dengar Sar, aku gak ngaco. Aku serius. Aku sudah memperhatikanmu diam diam selama beberapa tahun ini. Kamu memang tak banyak prestasi dalam akademik. Tapi akhlakmu Sar, sungguh membuatku jatuh hati," ucap Abi menjelaskan kembali niatnya yang sungguh sungguh pada Sarah yang kini masih tersenyum geli.


"oh ya, tadi kakak bilang kakak pernah melihatku di suatu tempat. Memang tempat apa kak?", tanya Sarah memgingat ucapan Abi tadi.


"aku pernah, dan bahkan sering melihatmu membeli beberapa bungkus makanan pada pedagang kecil di tepi jalan. lalu kamu membagikan makanan itu pada orang orang yang tak mampu di kolong jembatan, kadang pada pengemis pinggir jalan. Dan aku tahu kalau kamu tiap dua minggu sekali pasti mengunjungi panti asuhan untuk sekedar say hai dan membawa beberapa bingkisan untuk anak anak di sana". Jelas Abi panjang lebar mengingat apa yang dia lihat selama beberapa tahun terakhir ini mengenai kebaikan Sarah.

__ADS_1


DEG,.. Sarah tertegun dan sedikit terkejut mendengar penjelasan Abi tentangnya selama ini.


Bahkan hal yang dia sembunyikan pada orang tua dan kedua sahabatnya itu diketahui oleh pemuda yang baru saja mengungkapkan cinta padanya.


"giman Sar? Apa kamu mau menerima cintaku?". Pikiran Sarah tak karuan dan seolah tak mampu untuk mencerna semua ini. Di sisi lain ada Zaki dihatinya yang sudah bertahta lebih dulu dari Abimanyu, lalu di sisi lainnya ada Abimanyu yang sudah jelas mencintainya dan seperti juga bersungguh sungguh dengan perasaanya. Sarah berdiri dan bergegas berjalan berniat pulang tanpa menjawab pertanyaan Abi.

__ADS_1


"sini aku bantu". Seketika tubuh Sarah dan Abi saling berhadapan dan berdekatan. Membuat Sarah menjadi gugup, namun tak segugup Abi yang kini mencoba terus membantu Sarah mengatasi masalah resletingnya.


***


Perjalanan kembali ke parkiran Abi selalu berjalan dibelakang Sarah dengan mencoba berbincang kecil menghilangkan rasa canggung yang sejak tadi menggelayuti mereka. "kak Abi, aku pulang ya.. Dan untuk jawaban soal tadi alu akan segera menjawabnya. Kak Abi sabar ya ini ujian hehehe", ucap Sarah setengah bergurau. "dasar anak ini. Iya iya aku bersabar. Apa yang gak buat kamu? Eh aku antar sampe rumh ya Sar, aku ikutin mobil kamu dari belakang", pungkas Abi menutup pintu mobil Sarah. "terserah kakak aja deh, pokoknya g ngerepotin kamu aja kak," jawab Sarah pasrah.

__ADS_1


Dalam perjalanan Sarah berfikir keras tentang jawaban yang tepat untuk Abi. Zaki, dia lebih dulu ada di hati Sarah, tapi hingga detik ini Sarah tak mampu mengungkapkan isi hatinya pada Zaki. Dan sampai kapan harus tersiksa dengan perasaan yang tak sampai ini? Dan apakah Zaki juga akan menerimanya jika dia tahu bagaimana perasaan Sarah terhadapnya.


Dilain sisi, kini dihadapannya kini ada Abimanyu Maheswara pemuda yang nyaris sempurna telah menyatakan cinta padanya dan menunggu jawaban darinya. "ah ribet amat sih?", gerutu Sarah sambil mengacak acak rambutnya. "dahlah pulang aja dulu dipikir lagi di rumah", pungkaas Sarah melajukan mobilnya sedikit ngebut.


__ADS_2