
Kini Sarah, tak sungkan untuk bermesra dan bermanja pada Abi, bahkan saat bermain ke rumah Abi, Sarah sudah tak canggung dan tak banyak diam seperti waktu itu. Dia dengan hati riang bercengkrama, ngobrol, bercanda dan tak sungkan untuk membantu ibu Abi di dapur. Sungguh pemandangan yang diimpikan Abi selama ini terwujud.
"main ke danau yuk Bi, pingin berduaan sama kamu di sana." ajak Sarah pada Abi. "eh ini udah mau sore loh Sar, kamu baru ngajak ke sana." "Ayolah Bi...ku mohon sebentar aja gak sampe malam kok," rengek Sarah sambil bergelayut dipundak Abi. "iya iya ayok, sana gih pamit sama ayah ibu!", perintah Abi. Setelah berpamitan pada ayah ibu Abi, mereka berdua langsung tancap gas ke danau belakang kampus
"sepi amat nih kampus?", "ya iya sepi Sar kan udah bubaran. Tinggal beberapa kelas aja ini yang masuk. Belum pada keluar", jawab Abi sambil membukakan pintu mobil untuk Sarah. Mereka bergandengan menuju danau kampus yang menjadi saksi bisu bagaimana hubungan mereka terjalin.
Sarah langsung duduk sambil bersila, dan Abi masih berdiri di tepi danau sambil menggeliat meregangkan otot tubuhnya. "capek banget ya Bi jadi pacarku selama ini?", tanya Sarah tiba tiba memeluk Abi dari belakang. Sontak Abi merasa terkejut dan merasa tak berdaya dengan pelukan dari Sarah. Ia tetap membiarkan Sarah dalam posisi memeluknya seperti ini cukup lama, lalu menarik Sarah dihadapannya. "kamu bicara apa sih Sar, cintaku untukmu itu tulus tak ada embel embel. Gak ada kata lelah untukmu Sar, berdoalah agar kita bisa selamanya", ucap Abi sambil memandangi wajah Sarah dari dekat.
__ADS_1
"terima kasih banyak Bi, berkat doamu dan usahamu kini aku benar benar cinta padamu. Terima kasih telah banyak berkorban perasaan untukku, terima kasih untuk kesabaranmu menghadapiku yang super duper cerewet, dan hal hal buruk lain di diriku. Terima kasih banyak", ujar Sarah kembali memeluk Abi dari depan. Terasa hangat sekali pelukan Abi, dada bidangnya sungguh membuat nyaman perasaan Sarah, Sarah memandang lekat tiap lekuk wajah kekasihnya itu. Sungguh anugerah Tuhan bisa melihat ketampanan Abi sedekat ini, tak sengaja Abi pun memandang wajah Sarah yang tengah memandanginya itu.
kini mereka begitu dekat dan saling bertatapan satu sama lain. Ini membuat perasaan keduanya dibalut rasa yang tak karuan, jantung Abi semakin berdetak cepat, begitu pula dengan Sarah. Semakin lama wajah merek saling berdekatan dan yang terjadi, Abi mengecup pelan bibir Sarah, Sarah terkejut namun ia tak bisa menolak kecupan mesra dari Abi, yang baginya ini adalah yang pertama.
cukup lama keduanya dalam posisi seperti itu. Tak lama Abi melepaskan ciumannya dari Sara, "maaf Sar, aku melakukan hal bodoh ini", ujar Abi menjauh dari Sarah. Masih dengan posisi berdiri Sarah menyibakkan rambutnya "tak apa Bi, manusiawi. Ini yang pertama untukku. maafkan aku juga aku tak menolak hal itu", jawab Sarah sambil memandangi jernihnya danau. "ini juga yang pertama untukku Sar. Tolong simpan ini semua di sini, biarkan ini semua jadi kenangan indah kita," pinta Abi sambil memeluk Sarah dari belakang. "pulang yuk, udah mau malam, nanti kamu mampir ke rumah ya, aku mau kenalin kamu ke orang tuaku," pinta Sarah. "yakin? Udah siap?", tanya Abi ragu. Sarah hanya mengangguk, keduanya pun berjalan menuju parkiran kampus dan Abi mengantar Sarah pulang.
"assalamu'alaikum, ma, pa.. Kenalin ini Abi, pacar aku", ucap Sarah memperkenalkan Abi pada orang tuanya. DEG... Orang Tua Sarah terkejut melihat Abi, tak di sangka Sarah sudah memiliki pacar, pikiran Teguh langsung tertuju pada Zaki.
__ADS_1
"sudah lama kamu pacaran sama Sarah?", tanya Nadia, " tiga tahun tante, om", jawab Abi lembut.
"Sarah gak pernah cerita selama ini". "iya om, tante Sarah belum siap katanya, jadi selama ini backstreet. Saya gak mau maksa Sarah untuk memperkenalkan saya ke om daan tante. Biar senyamannya Sarah saja om tante", jawab Abi sopan dan lembut.
Teguh memandangi Abi dari atas hingga bawah berkali kali dengan ekspresi wajah penuh arti. "apa Sarah permah kamu kenalkan ke orang tuamu Bi?" tanya Teguh lagi. sebelum Abi menjawab datang Sarah membawa minuman dan beberapa kue untuk Abi dan orang tuanya, lalu Sarah ikut duduk di samping mamanya."sudah om, Sarah sudah saya kenalkan pada ayah ibu saya. Dan mereka terbuka dan menerima Sarah dengan senang", jawab Abi sedikit gugup.
"kamu tahu nak Abi, Sarah ini sebenarnya sudah om dan tante jodohkan dengan anak sahabat om." ucap Teguh pada Abi dengan mantap.
__ADS_1