Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 59


__ADS_3

"Nak Sarah, selamat ya atas pertunangannya dengan Pandu" ucap Ibu Abi memeluk Sarah " ah ibu.. Terima kasih sudah hadir. Ibu sehat?" jawab Sarah memalingkan badannya dan segera memeluk ibu Abi, "alhamdulillah sehat nak" jawab ibu Abi "Pandu, jaga Sarah baik baik. Jaga anak ayah" ucap Ayah Abi pada Pandu "ayah tenang saja. Pandu akan dengan sepenuh hati menjaga Sarah" jawab Pandu meyakinkan Ayah Abi. Suasana sore itu sangat meriah dan hangat seolah tak ada jarak lagi antar keluarga, mengingat kejadian kejadian yang terjadi beberapa tahun terakhir yang membuat sedikit suasana menegang.

__ADS_1


Setelah semua tamu pulang tinggal orang tua Pandu dan Sarah, Sarah dan Pandu saja yang kini berada di villa itu "Sarah, kamu harus siap ya jadi nyonya Pandu Mahardika. Karena Pandu orangnya banyak aturan loh" ucap Hatta pada calon mantunya itu "iya om, insyaallah Sarah siap jadi istrinya mas Pandu" jawab Sarah sedikit canggung "Sarah, manggilnya mama papa aja ya nak. Kami kan sudah jadi orang tuamu sekarang" timpal Rani mama Pandu "eh iya tante, eh ma" jawab Sarah tersenyum kecil.

__ADS_1


setelah beberapa saat bercengkrama dengan orangtuanya Pandu mengajak Sarah ke suatu tempat di dalam villa tersebut "yuk ikut aku" ajak Pandu pada Sarah "kemana?" tanpa menjawab pertanyaan Sarah, Pandu langsung menarik tangan Sarah untuk ikut dengannya. Mereka berjalan menaiki tangga hingga sampai di sebuah ruang di lantai paling atas dalam villa "ini ruang apa?" tanya Sarah bingung melihat ruang kecil yang tidak banyak barang namun terlihat sangat nyaman "sini, lihatlah keluar!" pinta Pandu pada Sarah. Sarah berjalan keluar ruang, di sana dia melihat betapa indah pemandangan diluar sana, bintang bertaburan sangat terang, kanan kiri dilihatnya lampu lampu menyala mengelilingi bukit bunga ditambah hembusan angin malam yang cukup kuat dinginnya. "Subhanallah, Ndu indah sekali aku suka" ucap Sarah merentangkan kedua tangannya mencoba menghirup udara dingin malam itu.

__ADS_1


"ini yang aku suka padamu Ndu, meskipun kita hanya berdua saja kamu gak pernah memiliki otak mesum hehehe" ucap Sarah sambil menatap langit "Sar, Sar.. Yang namanya laki laki normal kalau berdua sama cewek ya pasti adalah otak mesumnya" jawab Pandu sedikit tersenyum mendengar pernyataan Sarah "tapi selama ini.." lanjut Sarah, namun belum sampai selesai bicara Pandu langsung mendekatkan wajahnya Pada Sarah "dengar aku! Aku gak mau merusak orang yang ku sayang sebelum dia sah jadi milikku. tapi yaa kalau kamu mau aku bisa sekarang juga..." lanjut Pandu menggoda Sarah "udah ah.. Ngomong apa sih" cegah Sarah menutup mulut Pandu, wajah Sarah memerah malu karena obrolan yang baru saja ia dan Pandu bicarakan. Mereka saling tatap dan tertawa bersama.

__ADS_1


Malam itu sungguh membuat Sarah semakin mengenal Pandu, lelaki yang dulunya dia anggap aneh dan gila karena menyukainya bahkan jauh sebelum mereka berjumpa, ternyata seorang lelaki penyayang, berhati lembut, nyaris sepertu Abimanyu kekasihnya dulu. Sarah sangat bersyukur telah dipertemukan oleh Pandu yang kini akan menjadi suaminya.

__ADS_1


__ADS_2