Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 56


__ADS_3

hampir tiga bulan Sarah lulus kuliah, kini dia ikut mengurus bisnis orang tuanya, setiap pagi Sarah selalu sibuk memasak untuk makan siang Pandu "Sarah, hari ini kami ngirim makan siang ke nak Pandu?" tanya Nadia sambil sarapan "oh gak ma, hari ini Pandu ngajak makan di luar katanya kasian sama aku tiap hari masak buat dia. Padahal aku gak keberatan loh ma" jawab Sarah sambil mengunyah sarapannya. "ya itu namanya dia pengertian ke kamu Sar, dia gak mau kamu capek" timpal Teguh " oh ya pa, boleh ya nanti Sarah makan siang sama Pandu" pinta Sarah pada Papanya sekaligus kini menjadi bos tempatnya bekerja " boleh, asal gak ada pekerjaanmu yang tertunda" lanjut Teguh "papa jangan khawatir Sarah pasti ngerjain kerjaan sesuai deadline kok" lanjut Sarah meyakinkan papanya.

__ADS_1


"Sar, hari ini jadi makan siang diluar kan?" telpon Pandu pada Sarah "iya ayok. Kalau kamu gak sibuk" jawab Sarah "makan di food court ku yang dekat kantor kamu aja ya. Sekalian ada urusan" ajak Pandu "oke. Setengah jam lagi aku sampe sana", "loh, tunggu di kantor papa kamu aja, nanti aku jemput" lanjut Pandu "oh iya iya ok. Ati ati di jalan" tambah Sarah. Sarah bergegas membereskan pekerjaan yang tinggal beberapa saja yang akan ia lanjutkan selesai makan siang bersama Pandu.

__ADS_1


"eh cie, mau lunch sama pacar nie?" goda Nabila teman sekantor Sarah, "hehehe iya ni, sekali kali boleh ya kan lunch di luar" timpal Sarah sambil membereskan meja kerjanya, "eh, kenalin don. Pengen tau nih gimana seleramu Sar, sampe gak bisa bikin Alex menaklukan hatimu Sar" lanjut Nabila "apaan sih Bil, bisa aja kamu. Lagian si Alex kan punya Luna" lanjut Sarah sambil menepuk pundak Nabila. Belum sempat berjalan keluar ruangan terlihat Pandu sedang berjalan celingukan mencari Sarah "ah itu dia" gumam Pandu.

__ADS_1


Sarah dan Pandu keluar dari ruang kerja Sarah, seluruh mata tertuju pada mereka berdua. "Sar, minggu depan kita liburan yuk. Capek banget sama kerjaan" ajak Pandu sambil mengemudikan mobilnya "hmmm boleh. Tapi aku ijin dulu sama papa", "oh itu udah aku atur Sar, aku udah ijin sama om Teguh dua hari yang lalu dan beliau ngijinin kita" lanjut Pandu "iya uda. Kemana emang?" tanya Sarah "ke villa punyaku Sar. Kamu belum pernah ke sana makanya minggu depan aku ajak ke sana" jelas Pandu yang kini sedang mencari tempat parkir di sebuah mall.

__ADS_1


Mereka turun dan jalan bergandengan tangan menuju food court, Sar, yuk aku kasih lihat stand punyaku yang ada di food court mall ini" Pandu berjalan dan berhenti ke masing masing stand makanan miliknya sambil sesekali menjelaskan pasa Sarah beberapa hal. "cuma gitu aja kamu ngontrol ya Ndu?" tanya Sarah sambil duduk di salah satu meja "ya nggak dong. Krn waktunya mepet ya cuma sekedarnya Sar. nanti setelah kita nikah semua stand dan beberapa sepermarket daerah sini kamu yang handle" lanjut Pandu "ah gak mau. Aku kan kerja", "iya kerja tapi jadi bu bos di bisnisku. Bukan ikut papa lagi Sar" lanjut Pandu. "sudah ya gak usah berdebat. Pokoknya kamu bu bos nya titik. Yuk makan". Pungkas Pandu mengelus tangan Sarah.

__ADS_1


__ADS_2