Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 15


__ADS_3

Dirumah, Sarah menangis sambil memandangi langit malam. Betapa bersalahnya dia pada Abi, dan dirinya sendiri, dia merasa bahwa dia tak adil pada Abi yang selama ini dengan tulus mencintainya. Sarah merasa sudah membodohi Abi karena hingga detik ini dia masih saja belum bisa melupakan sosok Zaki dari benaknya. "bagaimana ini? Bagaimana bisa aku membodohi Abi tentang perasaanku? Aku sudah mencoba tapi kenapa sulit sekali?," ucap Sarah lirih sambil memeluk dirinya sendiri ditengah gelapnya malam.


"malam Sarah sayang, udah makan? Besok jadwal padat ya Sar, jangan lupa banyakin istirahat, kalau perlu minum vitamin biar selalu fit. Ingat juga kamu punya magh, jangan telat telat makan", Sarah membaca isi pesan dari Abi. Semakin merasa bersalah Sarah pada Abi, Abi begitu sayang dan perhatian padanya, tapi dia tak bisa memberikan hatinya seutuhnya untuk Abi, karena apapun tentang Zaki amat sangat sulit dia hapus.


"udah makan kok Bi, kamu gimana? Besok aku pulang agak sorean, kamu gak apa apa nunggu aku pulang kampus?," balas Sarah. "gak apa sayang, gak sabar mau ngenalin kamu ke ayah sama ibu. Tapi kalau kamu sibuk dan capek kita tunda aja main ke rumahku. Biar kamu istirahat aja," balas Abi perhatian pada Sarah. "ah gak kok Bi, gak apa apa. Besok aja ke rumah kamu, gak enak sama ayah ibu kamu uda janjian main tapi gak jadi," balas Sarah lagi. "ya udah deh terserah kamu Sar, yang penting kamu gak capek dan g ngerepotin kamu. Tidur yuk uda malam ini." pungkas Abi mengakhiri obrolan.

__ADS_1


***


Sarah merebahkan tubuhnya berusaha memejamkan mata, namun bayangan Zaki muncul dibenaknya. "aaah, kenapa jadi terjebak dengan perasaanku sendiri gini sih?", omel sarah pada dirinya sendiri. Akhirnya dengan susah payah Sarah tertidur dengan lampu kamar yang masih menyala.


Tibalah sore itu, dimana Abi mengajak Sarah ke rumahnya untuk dikenalkan dengan ayah ibunya. "assalamu'alaikum, bu, ayah Abi pulang bawa calon mantu ini," teriak Abi bahagia. DEG.. "calon mantu? Seserius itukah Abi padaku?," gumam naya dalam hati.

__ADS_1


"oh ini yang namanya Sarah? Cantik ya Bi, pantesan tiap hari dalam beberapa tahun ini Abi selalu ceritain kamu nak Sarah. Ternyata cantik sekali, pasti ayah ibunya juga tampan dan cantik", puji ibu Abi membuat Sarah tersipu malu. "duduklah nak, ibu mau nyiapin makan dulu. Pasti kalian lapar kan?, ujar Anita pada Abi dan Sarah.


Mereka duduk bertiga di ruang tv, telihat didinding rumah Abi banyak sekali foto dirinya serta foto ayahnya ketika masih menjadi tentara. " Abi ini anak tunggal nak, dia harapan satu satunya bagi kami. Tapi sayang dia tak mau mengikuti jejak ayahnya jadi tentara. Ya sudahlah apapun keputusannya yang penting dia bahagia", cerita ayah Abi pada Sarah.


***

__ADS_1


suasana sore menjelang malam di rumah Abi sungguh membuat Sarah tenang dan bahagia. Dia melupakan bahwa dirinya masih setengah hati menerima Abi sebagai kekasihnya dan sejenak melupakan Zaki.


"pulang yuk, udah mau malam nih, nanti dicariin papa mama kamu," ajak Abi pada Sarah setelah mereka selesai sholat maghrib berjamaah keluarga Abi. Sarah mengangguk mengiyakan ajakan Abi. "Ayah ibu, sarah pamit dulu ya. Kapan kapan insyaallah ke sini lagi sama Abi". " iya nak, meskipun gak ada Abi juga gak papa kok kamu main kesini. Ayah ibu senang jadi berasa punya anak gadis", jawab ayah Abi mengelus rambut Sarah. Dengan santai Sarah pulang diantar Abi namun hanya sampai depan gang rumah Sarah, karena Sarah masih belum mau mengenalkan Abi pada mama papanya.


__ADS_2