
Hari hari Sarah kini berbeda karena setiap hari ada Abi disampingnya. Ada rasa sedikit aneh bagi Sarah dengan adanya Abi di sisinya saat ini. Dia yang dulu setiap harinya selalu bersama sahabatnya kini hanya dengan Abi, kedua sahabatnya mencoba membantu Sarah agar lepas dari perasaanya terhadap Zaki, dengan memberi ruang untuk Abi masuk ke hidup Sarah.
"Yu, kamu udah tau kalau Abi jadian sama adek tingkat kita, Sarah kalau gak salah namanya?", adu Rosa pada Ayu. "udah Ros, kenapa adek tingakt itu sih?prestasi juga ga ada, cantik juga cantik aku, kaya juga kaya aku, famous juga lebih famous aku. Kenapa Abi seleranya kayak dia?", omel Ayu sebal dengan kabar bahwa Abi idola kampus berpacaran dengan Sarah, yang dianggapnya tak lebih baik dari dia
__ADS_1
Kabar jadiannya Sarah dan Abi sudah terdengar seluruh kampus, membuat Sarah selalu dicibir oleh beberapa mahasiswa yang ngefans dengan Abi. Tak jarang juga Sarah dikerjain oleh beberapa anak, tapi Sarah juga tak membalas perlakuan mereka. "ada apa? Dikerjain lagi?", tanya Abi sambil memberikan air minum pada Sarah. Sarah hanya mengangguk, "biar aku bicara sama anak anak itu ya Sar?", bujuk Abi, "nggak usah lah Bi, biar aja nanti malah runyam lagi. Biarlah nanti juga capek sendiri mereka." cegah Sarah menarik tangan Abi. Abi hanya diam menatap Sarah yang meneguk air mineralnya, "eh Sar, minggu besok ke danau kampus yuk. Refreshing, udah lama kita gak ke sana!", ajak Abi mencoba memecah keheningan. "ayok ayok, ide bagus Bi, pagi aja ya. Kayaknya seger tuh liat yang ijo ijo." jawab Sarah antusias dengan mimik wajah nampak lebih ceria.
Sejak ada Abi di gari harinya, Sarah seolah mulai melupakan Zaki namun nyatanya Zaki semakin kuat terpatri dalam benaknya. "kenapa kamu sukit sekali ku lupakan Zak? Bahkan disaat aku mencoba berpaling pada Abi", batin Sarah memejamkan mata.
__ADS_1
"pulang yuk Sar, mau hujan kayaknya," ajak Abi. Sarah melongok ke atas melihat mendung sudah berjajar seolah akan menjatuhkan hujan. Abi dan Sarah menuju mobil masing masing. Iya Abi dan Sarah menjalani hubungan backstreet karena permintaan Sarah. Dia belum siap jika hubungannya dengan Abi diketahui orang tuanya. Dan hebatnya Abi, dia menyetujui itu tanpa banyak tanya. Abi memang pemuda yang sabar dan pengertian serta peka terhadap perasaan wanita.
suasana hening sesaat, "sar, aku gak mau terus membawamu keluar ketika kita bertemu. Kan enak bertemu main di rumahku aja, aku khawatir kamu akan menjadi bahan omongan orang karena keluar berdua saja denganku", jelas Abi lagi. "kalau di rumahku kan enak, ada ayah ibu ku jadi kita gak berduaan saja seperti ini. Kamu juga bisa lebih dekat dengan ayah ibuku," lanjut Abi sambil menyuapi Sarah mie ayam.
__ADS_1
Abi memang sering memanjakan Sarah bahkan selerti saat ini, menyuapi Sarah makanan yang dia pesan. Sarah berfikir jauh dan lama, "sepertinya benar juga omongan Abi, dan baik juga ide Abi, setidaknya dia tak berduaan dengan Abi dan tidak canggung lagi jika berduaan dengan Abi". Pikir Sarah sambil melihat Abi melahap makanannya.
"okelah Bi, tapi aku belum bisa jujur ke ortuku tentang ini ya". "heem, tenang aja aku gak akan maksa Kamu kok Sar. Santai aja. Oh ya besok pulang ngampus main ke rumahku ya bentar aja, biar ayah ibuku tau kamu", ajak Abi sambil mengusap rambut Sarah.
__ADS_1