
Mata Zaki melihat sekeliling gedung fakultas Sarah, barangkali bisa menemukan Sarah diantara banyak mahasiswa yang lalu lalang itu. "itu dia," gumamnya lirih, dia berniat mendekati Sarah tapi dia ingat oleh janjinya. Seketika dia mengurungkan niatnya itu, dia hanya mengikuti kemana dia pergi bersama Maya. Ternyata Sarah masuk ke kantin kampus, dia bertiga bersama Maya, dan Hawa yang sudah ada di sana lebih dulu.
"hey Zak..ke kantin yuk", ajak Arman teman yang baru ia kenal hari ini. Zaki terkejut karena Arman tiba tiba muncul dari belakang sambil menepuk pundaknya. "Astaghfirullah, bikin kaget aja kamu Ar. Mau ke kantin ya?boleh aku juga mau beli snack", ajak Zaki menerima ajakan Arman. membeli snack hanya alasannya saja, sebenarnya ia sedang ingin mengawasi Sarah diam diam.
"duduk sini aja Ar, deket kipas angin hehehe",ajak Zaki pada Arman dan langsung duduk di bangku membelakangi Sarah dan sahabatnya itu. Arman menangguk dan segera duduk dan membaca menu makanan yang ada dihadapannya.
__ADS_1
"eh itu anak baru tadi Rin," seru Cindy menepuk pundak Arini, dengan cepat Arini menoleh kearah Zaki yang tengah duduk memperhatikan Sarah. "hay boys, boleh gabung?", sapa Arini dan cindy pada Zaki dan Arman. "yaa elaah ni cewek centil ngapain ke sini", batin Arman kesal. Tanpa menunggu persetujuan Zaki dan Arman, Arini dan Cindy langsung duduk di bangku mereka. "eh Zak, udah pesen makan?", ucap Arini basa basi, tapi fokus Zaki hanya Sarah.
***
Di meja lain Maya melihat Zaki tengah di goda Arini, " eh guys liat si Zaki hari pertama aja udah di deketin cewe tuh", ucap Maya. Sarah dan Hawa menengok ke belakang dan melihat apa yang dikatakan Maya. Zaki gugup karena kini Sarah melihat ke arahnya, dia langsung salting dan refleks menyahut minuman di depannya dan menundukkan kepala seolah tak melihat mereka. "huft, nyaris ketahuan Sarah kalau aku sedang melihatnya," batin Zaki mengelus dada.
__ADS_1
***
"Zak kita kosong jam berikutnya. Mau ikut pulang atau masih ada jam lagi kamu?", tanya Arman, "oh aku masih ada kelas satu lagi Ar, kamu balik aja dulu", bohong Zaki pada Arman. Zaki bergegas mengikuti Sarah, "loh kok? Mau kemana dia? Bukankah ini kan jalan ke kelasnya?", tanya Zaki bingung. Zaki terus mengikuti Sarah dengan langkah setengah berlari, sampai lah Sarah ditempat itu, ternyata Sarah pergi ke danau rahasia tempatnya dengan Abi dulu waktu masih bersama.
"waaw tempat apa ini? Ada tempat seindah ini di kampus? Sungguh luar biasa", gumam Zaki terperangah melihat keindahan tempat itu. Hingga tak sadar Zaki tersandung akar pohon yang muncul diluar tanah,"aah aduh", teriak Zaki hingga kemunculannya diketahui oleh Sarah. Sarah menoleh ke sumber suara itu, "kamu Zak? Kamu ngikutin aku?", ucap Sarah terkejut karena dia tak mengira bahwa Zaki akan mengikutinya sejauh ini. "sorry, Sar aku hanya ingin menjagamu. Lagi pula tak ada yang melihat kita di sini", jawab Zaki membela diri sambil membersihkan sisa daun yang menempel di bajunya. Sarah hanya menghela nafas panjang, "udah lah Zak, jangan terus menguntitku. Aku tak nyaman", ucap Sarah sedikit kesal.
__ADS_1
"aku hanya ingin sendiri, ingin mengenang Abi. Ini tempatku berduaan bersamanya ketika dia masih ada", jelas Sarah pada Zaki. Zaki hanya diam sambil melihat danau yang sungguh tenang dan jernih, "Abi hebat bisa menciptakan surga kecil untukmu Sar, beda denganku pengecut yang menyiksamu bertahun tahun", ucap Zaki merasa dirinya tak ada apa apanya dibanding Abi. "jangan berkata seperti itu Zak, kalian berdua juga pernah ada di hatiku. Kalian berdua spesial di hidupku. Kalian masing masing memiliki ruang tersendiri di hatiku", jawab Sarah memandangi langit biru siang itu. "apa kau benar benar tak lagi ada rasa untukku Sar?", iba Zaki pada Sarah. "ada tapi tipis sekali Zak. Kini perasaanku hanya sebatas sahabat Zak, tak lebih. maafkan aku", jawab Sarah.