Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 6


__ADS_3

Tak terasa Sarah sudah dua bulan menjalani rutinitasnya sebagai mahasiswa di kampus Nusa Bangsa, hari hari yang melelahkan dengan tugas-tugas yang menumpuk cukup membuat Sarah sibuk dan sejenak melupakan Zaki.


***


"Eh itu buku ku mau dikemanakan? Balikin dong", ucap Sarah sambil menunjuk Riko teman sekelasnya yang sekarang sedang membawa lari buku kuliah Sarah. "ambil lah kalau bisa!" tantang Riko dengan menjulurkan lidah mengejek Sarah. Riko dan Sarah saling kejar di dalam kelas sambil sesekali tertawa karena ukah lucu Riko yang menggoda Sarah. Setelah lelah mengejar Riko yang tak kunjung berhenti berlari akhirnya Sarah berhenti dan mengambil sebuah buku tebal lalu melemparkannya pada Riko yang kini berdiri di depan pintu kelas.

__ADS_1


"BUK"..."Nah kena kau ya Riko", ucap Sarah puas.


Tapi ternyata, buku yang dilempar Sarah salah sasaran malah mengenai wajah Abi, presiden BEM di kampusnya yang waktu itu sempat menolongnya ketika dihari terakhir ospek. "AAAWW", teriak Abi kaget serta menahan sakit diwajahnya sambil tangan kanannya memegangi wajahnya yang terkena lemparan buku tebal itu. "yah, yah.. Duh.. Kena kak Abi bukunya", ucap Sarah lirih menggigit bibir bawahnya. "hayo loh Sar, kena kak Abimanyu", tandas Riko yang langsung pergi menghampiri sarah. "lagian kalian berdua ngapain sih berebut buku kaya anak kecil aja", sahut Maya yang dari tadi melihat tingkah Riko dan Sarah yang saling kejar di dalam kelas.


Seluruh ruang kelas yang tadi sepi sekarang ramai riuh karena kedatangan Abi dan teman temannya. Abimanyu Maheswara adalah idola di kampus itu, dengan segudang prestasi yang dia miliki, serta ketampanan dan kedermawanannya terkenal di seluruh kampus. Julukannya ialah 'perfect boy', karena bagi fansnya tak ada celah buruk sedikitpun yang terlihat pada diri Abi.

__ADS_1


"segera minta maaf pada kak Abi!", perintah Rama. "kak Abi maaf, aku gak sengaja. Aku gak lihat kak Abi datang daan berdiri di depan pintu", ucap Sarah lesu. "Lagian kan bukan salah aku juga dong kak, kakak aja yang tiba tiba berdiri didepan pintu kelasku. Ya kena lempar buki akhirnya", cerocos Sarah pada Abi yang sedari tadi diam memegangi wajahnya yang sedikit sakit


"LOH, KAMU KOK NYOLOT SIH?" bentak Rama tak terima Abi dicerocosin seperi itu oleh Sarah. "eh bukan bukan nyolot aku kak, cuma... Ya emang begini cara ngomongku, kadang agak nyablak dan keras", jawab Sarah menjelaskan maksud ucapannya yang dianggap nyolot oleh Rama. "duh.. Si Sarah bikin masalah makin runyam aja", ujar Maya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. pemandangan di depan kelas saat ini menjadi tontonan gratis bagi teman teman sekelas Sarah, selain seru kapan lagi bisa melihat idola mereka Abimanyu Maheswara berkunjung ke kelas mereka. "udahlah gak usah dibikin ribet. Tujuan kita cuma nyari Adit sepupuku" sanggah Abi menengahi Sarah dan Rama.


Setelah perdebatan itu Abi segera menemui Adit, sepupunya. Setelah itu Abi dan Rama keluar dan pergi dari kelas Sarah namun, sebelum pergi Abi mendekati Sarah dan berbisik "kamu gadis yang waktu ospek aku antar pulang itu kan?". Sarah hanya mengangguk pelan, "lain kali hati-hati, dan aku sudah menandaimu sejak awal ospek", ucap Abi pelan pada telinga Sarah. Sontak mata Sarah terbelalak dan kepalanya yang tadi tertunduk langsung terangkat mendengar ucapan Abi barusan.

__ADS_1


"ditandain? Ditandain dari awal ospek?", gumam Sarah dalam hati.


__ADS_2