
Terdengar bunyi hape Sarah, dilihatnya Maya yang menelpon. "hey Sar, kamu ditembak Abi ya? Barusan aku telpon Abi, aku tanya ngapain tadi waktu pulang ngampus?", "hmmm kepo amat jadi anak, pasti ini telponya di loudspeaker ya? Pasti ada Hawa di situ?", jawab Sarah menyelidik Maya. Diseberang sana May yang ketahuan tertawa keras bersama Hawa. " kamu tau aja sih Sar hahaha", terdengar suara Hawa yang menjawab. Tanpa basa basi Sarh bercerita semua tentang kejadian tadi sore di danau kampus.
"nah kamu terima aja kenapa sih Sar? Toh kamu dan Zaki gak ada hubungan apa apa. Lagian sampe kapan kamu nyimpen Zaki cuma dalam mimpi? Kamu juga takut kan ngutarain perasaanmu ke Zaki?", ucap Hawa panjang lebar meyakinkan Sarah. "aku seolah merasa bersalah pada perasaanku sendiri. Seolah aku menghianati Zaki. padahal aku tau bahwa tak ada hubungan apa apa aku dengannya," jawab Sarah lesu. "ah kamu Sar, mikir yang ada aja deh. Jelas jelas ada Abi yang tulus ke kamu, malah nunggu cowok yang gak jelas juga buat kamu. Tau perasaanmu juga gak tuh cowok", jawab Hawa kembali meyakinkan sahabatnya itu. "kamu pikir mateng mateng deh Sar, sebelum ambil keputusan jangan sampe ngerugiin kamu dan Abi," pungkas Maya memberi saran dan mengakhiri telponnya.
****
__ADS_1
Malam itu terasa sangat panjang untuk Sarah dan Abi, dilihatnya foto Zaki dan Abi bergantian. Siapa yang harus dia pilih? Sungguh membuat Sarah pusing dan bingung. Di lain tempat Abi menunggu jawaban Sarah dengan tak sabar sambil terus memandangi foto Sarah dari hapenya. Dan tak diduga Zaki juga ternyata menyimpan cinta pada Sarah, ia ingin menghubungi Sarah namun gengsinya tinggi dan tak tau bagaimana cara memulai obrolan dengan Sarah.
Pagi telah tiba, matahari seolah enggan muncul, seperti Sarah Yang hari ini enggan sekali ke kampus karena bingung mau bicara apa pada Abi. Sejak kejadian di kampus tempo hari Abi tak menghubunginya sama sekali karena ingin Sarah berfikir dengan tenang tanpa ia grecokin. "apa aku terima aja ya Kak Abi, dahlah kucoba dulu buka hati sama kak Abi. Siapa tau Zaki bisa ilang dari pikiran dan hatiku", batin Sarah serius sambil memainkan sarapannya.
***
__ADS_1
Tiba di parkiran Sarah langsung bergabung dengan kedua sahabatnya yang sepertinya sejak tadi menunggunya. "hai guys!", sapa Sarah dengan senyum palsunya. "ah gak usah basa basi. Kamu uda dapat jawabannya?Zaki atau Abi?", sodor Maya dengan kata katanya yang to the poin. Sarah hanya diam menunduk lesu. Tak lama muncul Abi keluar dari mobilnya, "tuh orangnya. Buruan gih samperin dan kasih jawaban. Uda nyaris dua minggu loh kamu gantung perasaan anak orang", dorong Hawa pada Sarah, menyuruh segera memberi Abi jawaban.
Mau tak mau Sarah harus menemui Abi dan harus memberinya jawaban. "kak tunggu!", sergap Sarah memegang tas punggung Abi. "Sar? Udah ada jawaban?", jawab Abi penasaran dan tak sabar mendengar jawaban Sarah. "kak, sebelumnya terima kasih sudah mau nunggu jawabanku yang cukup lama untuk kakak. Dan jawabanku adalah iya. Aku nerima kakak sebagai pacarku." Jawab Sarah mantap sambil menghela nafas. Tak ada kata yang keluar dari mulut Abi, senyum lebarnya sudah mengisyaratkan betapa bahagianya dia mendengar jawaban Sarah. "it's dream come true Sar, terima kasih sudah menerimaku." ucap Abi langsung meraih tangan Sarah dan memeluknya.
"EEH WOOY INI KAMPUS, TAHAN DIRILAH!", teriak Maya pada Abi dan Sarah. Tampak Sarah dan Abi malu dan wajah keduanya mulai memerah. Sarah tak tau apakah yang dia pilih ini jawaban yang tepat? Setidaknya dia mencoba membuka hati, dan semoga pilihannya tak kan ia sesali suatu saat nanti.
__ADS_1