Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 21


__ADS_3

keesokan harinya, "Sarah, papa mau bicara ,"ucap Nadia pada Sarah. Dengan enggan Sarah terpaksa menemui papanya di taman belakang rumah. "Sarah, papa minta maaf atas segala yang terjadi sama kamu. Tapi kamu harus tahu alasan papa menjodohkan mu dengan Zaki". Panjang lebar Teguh bercerita pada Sarah mengenai alasan perjodohan mereka. Sarah mendengar dengan serius dengan perasaan yang campur aduk.


"jadi begitu alasannya nak, papa mohon pada mu terimalah perjodohan ini. Pupuk kembali rasa cintamu pada Zaki." pinta Teguh pada Sarah. " papa seenaknya sendiri, susah payah pa Sarah move on dari Zaki, kini dengan enteng papa suruh Sarah kembali memupuk cinta untuk Zaki.", jawab Sarah kembali menangis. "dan untuk pemuda itu, tolong putuskan hubungan dengannya. pikirkan ucapan papa tadi Sar, ini semua untuk kebaikan keluarga kita". Ujar Teguh dengan nada sedikit naik


Tak banyak omong, Sarah berangkat ke kampus, di sana sudah ada Abi menunggu di parkiran. "nangis berapa kamu kemarin? Sampai gak kelihatan itu matamu?", goda Abi. "kamu masih bisa bercanda Bi?hati kamu terbuat dari apa? Kenapa begitu kuat?", jawab Sarah sambil mengelus dada Abi sedih. "Sar, aku cuma manusia biasa, sandaranku ya cuma Tuhan, aku kuat ya karna Tuhan. Apa papamu menyuruhmu untuk meninggalkanku?", tanya Abi pada sang kekasih.


Sarah memandang Abi dengan mata berembun dan mengangguk pelan. "iya Bi, ada alasan mengapa perjodohan ini harus berlanjut". Sarah menceritakan semua yang dikatakan papanya pagi tadi pada Abi, abi mendengar dengan serius dan sabar, sambil sesekali menyeka air mata Sarah dan mengelus tangan Sarah. Abi diam sejenak.

__ADS_1


"kalau begitu ceritanya aku bisa apa Sar? Perjanjian ini sudah ada sebelum aku datang. Dan menurutku kamu harus mengikuti apa kata papamu." "jadi kamu menyerah Bi? Kami mau ngelepas aku untuk Zaki?", bentak Sarah sedikit agak keras pada Abi. "aku bisa apa Sar? aku menghormati papamu, aku tak bisa melawan restu orang tua, itu sikap durhaka Sar. Aku gak mau kamu durhaka pada papa mama mu Sar. Pahami itu. Bukan aku tak cinta, bukan Sar. Tapi restu orang tua itu adalah restu Tuhan juga. Aku gak mau kalau terus menentang restu orang tua, di masa depan hidup kita tak akan berkah", jelas Abi dengan sabar pada Sarah.


Sarah terdiam, mencoba mencerna pengertian dari Abi. Namun dirinya seolah menentang semua omongan Abi, dia bersih kukuh ingin mempertahankan Abi. "oke lah Sar, kita jalani seperti biasa aj seperti dulu sebelum ada berita perjodohanmu. Kita lihat sampai mana kita bertahan", ucap Abi menenangkan Sarah.


***


"halo,Sarah?", " iya, ini siapa?", tanya Sarah. "nomorku gak kamu save Sar? Ini aku Zaki", jawab Zaki. "oh kamu, dulu aku save tapi aku ganti hp dan nomermu ilang", jawab Sarah agak malas. "ada apa?", "nanti kata mama kamu sekeluarga mau nginep di rumahku?", tanya Zaki. "iya rencananya gitu. Kenapa emang?", tanya Sarah lagi. "kamu tau soal perjodohan kita?", " tau baru kemarin. Dahlah aku ada jam kuliah nih. Nanti aja dilanjut kalau ketemu", tutup Sarah mematikan telpon dari Zaki.

__ADS_1


Zaki sedikit lega mendapat jawaban Sarah tentang perjodohan itu, senyum tipis mengembang di wajah Zaki. ternyata Zaki juga mencintai Sarah, jadi dia bahagia dengan perjodohan ini. Dia tak sabar menunggu Sarah datang ke rumahnya sore nanti.


Sore pun tiba, dan keluarga Sarah tiba di rumah Zaki. "Zaki ayo salim sama tante dan om", suruh Dewi. Begitu juga dengan Sara yang langsung bersalaman dan mencium tangan Dewi dan Ardi. Setelah basa basi mereka langsung membahas perjodohan itu. "gimana Zaki, kami menerima perjodohan ini?",tanya Teguh sumringah. "iya om, papa mama tau apa yang baik buat Zaki", Zaki menjawab dengan tenang dan yakin. "kamu Sarah?", tanya Ardi.


DEG...


"emmm, Gimana ya om? Zaki uda nerima, jadi ya dijalanin aja lah dulu om", jawab Sarah dengan berat hati. Dia teringat Abi teringat ucapan Abi tentang restu orang tua. "Zaki ajak Sarah berkeliling halaman belakang. Pasti dia suka karena udara disana sejuk sekali", suruh Dewi pada Zaki. Zaki berdiri dan mengajak Sarah menuju taman belakang rumah. Mereka berdua terdiam sesaat tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana.

__ADS_1


__ADS_2