
Setelah pertemuan keluarga yang menegangkan kemarin membuat beban Sarah sedikit berkurang, karena kini dia tak perlu lagi berpura pura mencintai Zaki di depan orang tuanya.
Dan yang terpenting dia tidak lagi membohongi perasaannya sendiri karena berusaha untuk mencintai Zaki sekali lagi. "akhirnya bebanku berkurang. tapi kenapa seperti masih ada yang membuat ku terbebani" ucap Sarah memikirkan hal apa yang membuatnya seperti belum terbebas dari bebannya.
Terdengar suara hape sarah berdering panggilan dari Pandu, " dia lagi. apa gak kapok dia ngedeketin aku lagi?", ujar Sarah heran. Tapi entah mengapa setiap kali Pandu menghubunginya dan mengajaknya keluar untuk bertemu dia seolah susah untuk menolaknya.
"ada apa lagi sih Ndu?", jawab Sarah malas
"hehe, kangen aja Sar." balas Pandu. "Sar, perjodohanmu dengan Zaki sudah batak ya?", tanya Pandu.
"kata siapa?", jawab Sarah terkejut dari mana Pandu tau semua ini. "jangan bohong, Zaki baru saja bertemu denganku", "ngapain kalian ketemuan?", tanya Sarah makin penasaran. "gak ngapa ngapain. Dia minta maaf karena waktu itu udah mukul aku. Dan..", jelas Pandu menghentikan perkataannya. "apa Ndu?", "dia nitip biar aku jagain kamu. Karena dia tahu gimana kondisimu saat ini. Dia merasa bersalah atas kondisimu saat ini", lanjut Pandu.
"maksudnya aku begini karna Zaki?", tanya Sarah mengernyitkan dahi. "dia bilang karena dulu dia tak punya nyali buat nembak kamu. Padahal dulu kalian sama sama punya perasaan yang sama. Seandainya dia gentle mungkin kamu gak bakal kayak gini" jelas Pandu. Sarah tertegun mendengar penjelasan Pandu, "lalu kenapa dia menitipkan ku padamu, yang dia sendiri gak suka pada mu" lanjut Sarah merasa heran
__ADS_1
"dia bilang, gak ada lelaki yang dia percaya saat ini untuk menjaga dan membalut lukamu Sar" ucap Pandu. "dia berharap aku dan kamu bisa saling cinta dan jadi pasangan",lanjut Pandu.
***
Arini dan Zaki kini tak sungkan untuk menunjukkan hubungan mereka, dimana ada Arini di situ ada Zaki. Semua mata memandang Zaki yang berjalan menggandeng Arini "Zak aku malu..semua anak melihat kita saat ini", ujar Arini menundukkan kepalanya
"ya biar saja Rin..gak usah malu kita gak ngerugiin mereka kan", jawab Zaki santai sambil semakin menggenggam erat tangan Arini.
"giman Sar?" tanya Hawa tiba tiba, "gimana apanya Haw?" jawab Sarah bingung. "ya gimana rasanya udah bebas dari perjodohan?", lanjut Hawa menjelaskan, Sarah hanya diam dan tersenyum tipis.
"dan Abi? Apa kamu sudah sepenuhnya melupakannya?" tanya Maya kali ini, "insyaallah sudah May, doain ya biar bener bener bisa move on", balas Sarah menggenggam tangan kedua sahabatnya itu. "gini dong.. Semangat lagi, senyum lagi. Kami rindu Sarah yang seperti ini", ucap Hawa terharu dengan mata yang berkaca kaca.
"yuk sama sama kita lulus tahun depan!" ujar Maya pada kedua sahabatnya itu, kini hari hari Sarah terasa lebih ringan. Zaki sudah menemukan pilihan hatinya, Abi sudah tenang di sana, orang tuanya pun juga sudah menerima segalanya dengan ikhlas dan legowo. Dan kini tinggal Pandu yang terus mengejarnya.
__ADS_1
***
"bisa ketemu di kafe dekat kampusmu Sar?" pinta Pandu dalam pesannya. "iya bisa, aku selesai kampus jam tiga sore. Kalau mau nunggu silahkan!" balas
Sarah sedikit ketus. "baiklah" balas Pandu singkat.
setelah selesai kuliah Sarah langsung menuju kafe untuk menemui Pandu, "hai, maaf lama", sapa Sarah
"duduk lah, aku pesankan makan ya?", tanya Pandu sambil melihat menu. "gak usah Ndu, aku cappucino ice aja", jawab Sarah menolak tawaran Pandu. Pandu menutup buku menu dan diam sejenak memandang keluar "Sar, minggu depan aku ke luar negeri" ucap Pandu dengan suara lirih tak bersemangat,
Sarah hanya diam melihat Pandu yang berbeda kali ini, ekspresi wajahnya ada kesedihan "lalu?", tanya Sarah. "ya aku hanya memberi tahu mu Sar", jawab Pandu seadanya, "berapa lama?" lanjut Sarah, "dua tahun Sar".
DEG... Seperti tertimpa batu besar, dada Sarah mendadak terasa sesak mendengar kabar Pandu akan pergi jauh untuk waktu yang cukup lama. Entah kenapa perasaan itu muncul dalam hati Sarah, "ngapain ke sana?" tanya Sarah mencoba terlihat biasa. "aku membantu usaha papa di sana", jawab Pandu. "oh ya udah hati hati di negeri orang. Jangan ngasal dan berbuat konyol di sana" pesan Sarah pada Pandu setengah bercanda, padahal Sarah menutupi perasaannya yang tak karuan.
__ADS_1