Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 7


__ADS_3

Dikantin kampus, Sarah, Maya, dan Hawa akhirnya bisa berkumpul setelah beberapa minggu ini mereka jarang sekali biasa bertemu seperti ini. Mereka duduk dan memesan beberapa makanan dan minuman. "kenapa kamu gak makan Sar?", tanya Hawa sambil mengelap sendok garpu. Sarah menghela nafas panjang, "aku rindu Zaki Haw. Gimana kabarnya ya? Eh, sabtu besok kata papa orang tua Zaki akan berkunjung ke rumahku dan ada rencana nginep. Semoga aja ayang Zaki ikut juga jadi aku bisa puas liat dia dan melepas rindu ini".


"dih..dih ayang dia bilang?" celetuk Maya mengejek Sarah, "ayang ayang apaan? Kamu sendiri aja gak beraani ungkapin perasaanmu sampe sekarang ke Zaki. Jangankan ngobrol ketemu Zaki aja uda beku tuh sebadan badan", lanjut Maya mengejek Sarah. Sarah hanya tertawa lebar mendengar ejekan Maya padanya sambil membayangkan ekpresi wajahnya sendiri ketika berhadapan dengan Zaki.


Entahlah sejak kapan rasa itu tumbuh dan kini semakin hari semakin memuncak hingga terkadang membuat Sarah merasa sesak di dadanya karena, merasa tersiksa dengan perasaannya kepada Zaki yang entah sampai kapan akan terus dia sembunyikan.

__ADS_1


***


"eh ada berita heboh. Tadi dikelas, kak Abi dan Sarah terlibat masalah loh dan berujung bikin Sarah beku" ucap Maya pada Hawa. "kak Abi idola kampus itu?", helas Hawa. "iya Haw", Maya langsung menceritkan panjang lebar perihla kejadian tadi pagi di kelas antar Sarah dan Abi. "nah loh Sar, kamu ngapain kok sampe ditandain kak Abi?sejak awal ospek pula?", ujar Hawa penasaran. "gak taulah aku.. Daah lah jangan bahas kakaka itu, bikin pusing aja. mending mikirin ayang Zaki aja bisa bikin mood naik", jawab Sarah mengangkat bahunya dan sedikit sebal mengingat kejadian tadi pagi di kelas.


***

__ADS_1


"emmm yummy, masakan mama emang gak pernah gagal", puji Sarah dalam hati.


"nak, kalau sudah gak sibuk nanti sore ikut mama belanja ya. Persiapan buat kedatangan om Ardi dan tante Dewi sabtu besok", pinta mama Sarah. Sarah sedikit berpikir dan dengan cepat setuju untuk menemani mamanya belanja sore nanti. " ahai.. Belanja buat persiapan ayang Zaki. Hi hi hi ", gumam Sarah tertawa kecil. setelah itu Sarah segera mengerjakan tugas tugasnya dengan cepat agar bisa selesai sebelum sore dan agar bisa menemani mama ya berbelanja.


Sungguh siang itu suasana hati Sarah sangat bahagia, tak sabar menunggu besok dimana dia akan bertemu Zaki pemuda pujaan hatinya selama ini. Karena sudah nyaris tiga bulan Sarah tak tau kabar Zaki karena lost contac. Sore itu Sarah sering berdendang kecil bernyanyi riang seperti mendapat jackpot yang besar.

__ADS_1


__ADS_2