Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 54


__ADS_3

"Ndu, Pandu udah nyampe rumahku nih!" ucap Sarah membangunkan Pandu, "Pandu.. Bangun dong" ucap Sarah lagi sambil mengelus lembut pipi Pandu "usap terus Sar, biar makin pulas tidurku hehe" jawab Pandu manja, "ih kamu.. Yuk masuk tidur di dalam aja, yuk!" ajak Sarah sambil terus menepuk lengan Pandu. "iya iya,. Gini ya rasanya dibangunin calon istri" gumam Pandu dalam hati.


Sarah dan Pandu masuk dalam rumah Sarah, tapi papa mama Sarah belum pulang resepsi "mbak Diah, mama papa belum pulang?" tanya Sarah pada asisten rumah tangga di rumahnya, "eh non Sarah. Belum pulang non katanya agak malam" jawab Diah yang sedang menyiapkan makan malam. "non, mau dimasakin sekarang?" tanya Diah, "ah nanti aja aku masak sendiri Mbak diah" jawab Sarah sambil duduk di sofa depan tv. "kenalin mbak, ini Pandu pacarku" ucap Sarah mengenalkan Pandu pada mbak Diah. Diah hanya mengangguk sopan dan menjabat tangan Pandu. "mbak Diah lanjut kerja aja. Nanti aku yang urus mas Pandu" ucap Sarah memberi ijin Diah melanjutkan pekerjaannya.


"Mas Pandu?" tanya Pandu sambil ikut duduk disamping Sarah, "iya mas Pandu. Gak boleh?" jawab Sarah "boleh kok. Apa yang gak buat kamu Sar, oh ya numpang ke kamar mandi boleh?" lanjut Pandu "boleh lah. Itu sebelah dapur ada tulisannya toilet" jawab Saah menunjuk arah kamar mandi. Sembari menunggu Pandu keluar toilet, Sarah menyiapkan minum dan beberapa cemilan untuk Pandu.

__ADS_1


"eh udah selesai? Duduk lah, aku lagi motong buah untukmu. Eh mau buah apa kue?" tanya Sarah melihat Pandu keluar dari toilet, Pandu diam dan memandang Sarah yang sibuk di dapur, perlahan dia maju mendekati Sarah dan berdiri di belakang Sarah "gini ya rasanya di perhatiin calon istri?" bisik Pandu pada Sarah "ih kayak gak pernah diperhatiin cewek aja kamu Ndu" jawab Sarah salah tingkah, "emang gak pernah. Cuma mama yang perhatian sama aku" balas Pandu sambil memakan buah yang dikupas Sarah.


"ah masak?emang cewekmu dulu gak gini?" tanya Sarah penasaran "cewekku dulu cuma morotin uang ku aja Sar. Dapet cowok lebih kaya dariku langsung ditinggal aku" Jawab Pandu mengingat kejadian itu. "uuuh kacian anak ganteng" goda Sarah sambil mencubit pipi Pandu, "ngeledek nih?" balsa Pandu menggelitik pinggang Sarah. Mereka berdua bercanda dan tertawa bersama sampai menarik perhatian mbak Diah "alhamdulillah non Sarah sudah bisa ceria seperti dulu" gumam mbak Diah sambil memasukkan baju kotor dalam mesin cuci.


"mbak Diah udah lama kerja di sini? Pasti tau ya gimana Sarah orangnya?" tanya Pandu. "saya disini dari belum ada non Sarah den Pandu. Non Sarah orangnya baik, pengertian, perhatian, ceria dan hobi masak sebenarnya tapi jarang masak. Sekali masak masakan mamanya lewat den" cerita mbak Diah ,"beberapa tahun lalu non Sarah sempat nyaris gila den karena ditinggal pacarnya meninggal. Disitu saya benar benar gak tega den, tiap hari melamun tiba tiba nangis tiba tiba senyum sendiri. Makan bisa dua sampe tiga hari sekali den, tapi hari ini saya lihat non Sarah kembali seperti yang dulu den. Terima kasih ya den sudah hadir dalam hidup non Sarah." lanjut mbak Diah sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


Pandu terdiam mendengar cerita mbak Diah, "sesakit itu Sar ditinggal Abi?" gumam Pandu kembali ke ruang tv rumah Sarah. Tidak lama setelah itu Sarah turun dengan rambut tergerai dan dandanan natural seadanya. "hai.. Lama ya? Maaf ya" ucap Sarah memeluk lengan Pandu mesra, Pandu hanya melihat Sarah yang saat ini begitu cantik alami "gak dandan aja cantik kamu Sar" puji Pandu mengelus kepala Sarah. "yuk, aku ajak keliling rumah" ajak Sarah menggandeng tangan Pandu.


Sarah mengajak Pandu berkeliling rumahnya, menunjukkan ruang ruang di dalam rumahnya." ini kamar mama papa Ndu, dan di ujung itu kamarku" ucap Sarah menunjuk ruangan diujung dekat tangga rumah. "boleh liat kamar kita?" tanya Pandu "kamar kita?" tanya Sarah mengerutkan Dahi "iya, kamar kita. Nanti kita kalau nikah tidur situ kan?" lanjut Pandu menggoda Sarah. " gak mau ah, aku pengen punya sendiri" lanjut Sarah menggelengkan kepala. "iya nanti kita beli rumah yang gede ya" jawab Pandu memeluk Sarah.


"turun yuk kita ngobrol di taman belakang rumah aja" ajak Sarah "Bi. Kamu benar Sarah adalah gadis yang ceria dan penuh dengan aura positif" gumam Pandu sambil berjalan di belakang Sarah yang terlihat bahagia hari ini.

__ADS_1


__ADS_2