
Teguh dan Nadia saling pandang, "om, tante kenalkan saya Pandu. Pacar Sarah" ucap Pandu memperkenalkan diri dan menjabat tangan orang tua Sarah, "maaf om, tante baru bisa bertemu sekarang. Karena adaa beberapa alasan" lanjut Pandu, "yuk pa, ma kita foto bareng di sana buat dipasang di rumah nanti" ajak Sarah sambil menunjuk both foto di ujung ruangan. "eh nak Pandu gak diajak foto Sar?" tanya Nadi, Sarah dan Pandu saling pandang mendengar ucapan Nadia yang seakan sudah memberi sinyal restu untuk Pandu.
setelah sesi foto bersama orang tuanya dan Pandu, Sarah melanjutkan foto bersama teman teman seangkatanya, dan ngobrol bersama di hari terkhir di kampus ini, "ma, pa, Ndu aku tinggal ke teman teman ya. Kalian ngobrol aja" pamit Sarah pada orang tuanya dan Pandu "nak Pandu kapan nyampe? Kok udah bisa kasih surprise ke Sarah?" tanya Nadia "oh, baru aja tante. Dari bandara langsung ke sini, om tante sudah tau tentang saya?" jawab Pandu balik bertanya.
"Sarah susah menceritakan tentangmu nak, hampir tiap hari dia bercerita tentangmu" jawab Teguh sambil terus mengamati Pandu. "jadi malu om" jawab Pandu menundukkan kepala, "kalau sudah gak capek dan sudah ada waktu mainlah ke rumah kami. Kami ingin kenal denganmu Ndu" ajak Teguh pada Pandu, Pandu mengangguk pelan dengan perasaan yang tak karuan, antara takut, segan dan bahagia.
__ADS_1
"Sar, mama papa balik dulu ya, sekalian mau ke resepsi anaknya om Salim" pamit Teguh pada Sarah, "nak Pandu, tante dulu ya. Titip Sarah!" ucap Nadia pada Pandu. Sekali lagi Pandu merasa sangat senang karena ucapan Nadia seolah sudah menyerahkan Sarah padanya. "iya tante, pasti" jawab Pandu sambil bersalaman dengan orang tua Sarah.
***
"hai guys, selamat ya akhirnya punya gelar sarjana kita" ujar Sarah bahagia sambil mencium pipi kedua sahabatnya. Maya dan Hawa hanya tersenyum "kita, gak dikenalin nih sama doi?" ucap Maya menyenggol lengan Hawa memberi kode, "iya nih Sar, masa dianggurin aja" timpal Hawa. Sarah tertunduk malu, "ini Pandu, Ndu ini Hawa dan Maya sahabatku mulai SMP" ucap Sarah memperkenalkan sahabatnya pada Pandu, "eh iya, aku Pandu. Sarah sering cerita tentang kalian. Makasih ya udah jagain Sarah selama ini" Balas Pandu sambil menjabat tangan Maya dan Hawa
__ADS_1
"Eh kamu gak terima kasih sama aku Ndu? Aku loh yang jagain Sarah, dari kecil malah" canda Zaki pada Pandu, "ah kamu Zak bisa aja, iya makasih mas Zaki yang baik hati" balas Pandu meninju lembut perut Zaki. "dih apaan terima kadih ke zaki. Dia bukannya jagain Ndu, malah gangguin aku mulu, kerjaanya kalau main ke rumah bikin rusuh" lanjut Sarah mengejek Zaki, "cie ngadu ke ayang. Dasar manja" lanjut Zaki mengejek Sarah. Arini tertawa melihat tingkah kekasihnya yang senang menggoda Sarah " udah ah, tiap kalian ketemu selalu berujung bertengkar" ucap Arini sambil tertawa.
"maklum ya Ndu, gini kalo udah sahabatan dari bayi. Tiap ketemu pasti saling ejek" ujar Maya Pada Pandu, Pandu hanya tertawa melihat tingkah Sarah yang kadang masih kekanak kanakan. "guys aku pergi dulu ya, uda dijemput ayang" pamit Hawa pada semuanya. "iya Ati ati, eh May, Dika gak kemari?" tanya Maya menanyakan keberadaan Dika pacar Maya, "barusan aja balik sebelum kamu kesini. Ada meeting dia, dari pagi dia juga ikut acara wisuda" jawab Maya. Sarah hanya mengangguk.
"Sar, Ndu kita balik dulu ya. Kalian selamat kangen kangenan deh." pamit Zaki pada Sarah dan Pandu yang sejak tadi tak pernah melepas gandengannya.
__ADS_1