Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 57


__ADS_3

Sore itu Sarah sedang duduk diteras rumah sambil ngobrol santai dengan orang tuanya tiba tiba Zaki dan Arini datang "Assalamu'alaikum om tante Sarah" sapa Zaki keluar dari mobil 'wa'alaikumsalam, Nak Zaki sama Arini toh? Yuk nak masuk masuk!" balas Nadia pada mereka berdua. "ah gak usah tante lagi buru buru ini. Zaki mau nganter ini" lanjut Zaki menyodorkan undangan pernikahannya dengan Arini, "oh akhirnya datang juga undangan ini. orang tuamu sudah sampai sini?" lanjut Teguh membuka undangan itu "sudah om, kemarin. Katanya kemarin ke kantor om tapi om nya sedang meeting jadi gak jadi ketemu", " oh iya? Kok gak ngabarin itu si Ardi. Besok lah aku dan tante main ke rumahmu Zak" lanjut Teguh menepuk pundak Zaki.

__ADS_1


"eh Sar, kapan kamu tunangan? Apa langsung nikah?" tanya Arini pada Sarah, "eh, itu belum tau Tin, udah ada obrolan ke sana tapi belum nemu waktu yang pas. Pandu sibuk terus" jawab Sarah sedikit sedih "jangan lama lama nanti dipatok ayam loh si Pandu" timpal Zaki menggoda Sarah "nah kan, usil aja bisanya" jawab Sarah memukul lengan Zaki "kalian ini udah pada mau nikah masih berantem aja nak nak" ucap Nadia tersenyum melihat tingkah Zaki dan Sarah. "tunggu aja Sat, pasti bentar lagi juga nyusul kamu" lanjut Zaki yang sudah tau rencana Pandu. "yuk tan, om, Sar kami pamit dulu ya. Mau lanjut nganter undangan" pamit Zaki dan Arini pada orang tua Sarah dan Sarah.

__ADS_1


Sarah melihat Zaki dan Arin pergi meninggalkan rumahnya sambil sedikit rasa iri karena Zaki dan Arini akan segera menikah, sedangkan dia dan Pandu untuk bertunangan saja masih hanya sekedar pembicaraan semata, "Sar?kok ngelamun?" tanya Nadia "ah gak ma, Sarah cuma gak nyangka aja kalau Zaki mau nikah" jawab Sarah. Teguh dan Nadia melihat Sarah yang kini berjalan masuk ke dalam rumah "gak tega liat Sarah begitu pa, pasti dia juga pengen kayak Arini" lanjut Nadia, "minggu depan juga kan Pandu ngelamar Sarah ma, tunggu aja jangan sampai Sarah tau rencana kita" timpal Teguh.

__ADS_1


"maaf ya Sar, sebenarnya aku gak tega dengar suara kamu tadi tapi tunggu lah minggu depan. Apa yang kamu inginkan akan segera terwujud" gumam Pandu memandangi foto Sarah yang jadi wallpaper hapenya. Di rumah, Sarah duduk di balkon kamarnya memandangi foto Pandu bersamanya ketika pertama kali jadian, dia teringat Abi kekasih yang karena dia jugalah kini dia dan Pandu menjadi kekasih "Bi.. Terima kasih untuk segalanya" gumam Sarah mengeluarkan dan memandangi kalung pemberian Abi yang ia simpan disebuah kotak kecil dalam laci kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2