Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 30


__ADS_3

Sarah dan Maya masih bermalas malasan duduk di kantin menunggu materi kuliah kedua masih dua jam lagi. Tiba tiba hape Sarah berdering "nomor siapa ini?" ucap Sarah memandangi hapenya mencoba mengingat nomor asing itu. "halo, siapa?", tanya Sarah. "gak di save nomorku? Pandu, ingat?", balas suara dari hape Sarah, "eh ya, aku lupa tak save nomormu. Ada apa?", tanya Sarah, "ada waktu?boleh ketemu?aku di dekat kampusmu, jika mau akan ku Sherlok padamu alamatnya", pinta Pandu to the poin. Sarah hanya diam langsung mematikan telpon dari Pandu, "siapa Sar?", tanya Maya, "aku pergi sebentar, nanti aku ceritakan semuanya", jawab Sarah terlihat terburu buru pergi meninggalkannya


Sarah bergegas ke parkiran dan membuka hapenya, ada nomor Pandu mengirim Sherlok kafe tempat mereka bertemu. "maunya apa sih ini orang, bikin penasaran aja", gumam Sarah mulai menjalankan mobilnya menuju kafe yanag ia tuju.


***

__ADS_1


Hanya lima menit dari kampus, Sarah tiba di kafe itu dilihatnya Pandu diatas rooftop melambai padanya. "ada apa? Apa yang kamu tahu tentangku?",cecar Sarah tanpa basa basi tanpa duduk. "duduklah, pesan dulu minumanmu, apa mau makan?", ucap Pandu tenang setengah tersenyum tipis. Sarah duduk dan memesan segelas cappucino dingin, "aku sahabat Abi sejak kecil, aku dan Abi seperti kakak adik Sar. kami tumbuh bersama sejak kecil karena ayahku dan ayah Abi seprofesi, hingga suatu hari ayah Abi harus pindah tugas ke kota X aku dan Abi masih SMP kala itu. Mau tak mau aku kehilangan Abi teman yang sejak kecil menemaniku, yang sudah ku anggap kakak." cerita Pandu panjang lebar.


"lalu?", tanya Sarah penasaran apa maksud Pandu menceritakan semua ini. "Lalu setelah kita sama sama usia SMA aku sering main ke rumah Abi di kota X itu, begitu sebaliknya Abi juga sering mengunjungi ku ke rumah. Hingga suatu saat Abi terlihat sangat bahagia, ternyata dia jatuh cinta dengan adik tingkatnya dia bilang gadis itu unik, dan baik hati berjiwa malaikat.", lanjut Pandu sesekali meneguk minumannya.


"Abi terus saja menyanjung mu, dia benar benar tulus padamu Sar, tapi sepertinya tidak denganmu. Abi bercerita bahwa kamu mencintai Zaki, teman masa kecilmu. Dan itu benar benar membuatnya hancur Sar, terlebih kamu dan Zaki dijodohkan, nyaris tiap hari dia bercerita padaku sedih, dan terkadang menangis. dia sadar posisinya saat itu Sar, akhirnya dia memilih untuk melepas mu karena tak mau melawan restu orang tuamu yang akan membuatmu menderita suatu hari nanti." lanjut Pandu dengan wajah sedih mengingat Abi, sahabat yang sudah dia anggap sebagai kakak.

__ADS_1


"sebenarnya Sar, setiap Abi menceritakan tentangmu dan kamu selalu membuat Abi tersenyum membuatku akhirnya penasaran denganmu, dan aku diam diam menyukaimu meski aku belum pernah bertemu denganmu secara langsung. Aku melihatmu dari foto di hape Abi, kamu cantik dan senyummu indah pantas saja Abi rela menunggumu membuka hati", ungkap Pandu menyatakan perasaannya pada Sarah. Seketika Sarah terbelalak kemudian memicingkan matanya mendengar pernyataan Pandu, " kau gila Ndu, kita baru dua kali bertemu kamu sudah sejujur ini padaku?", ujar Sarah menggelengkan kepalanya.


"inilah aku Sar, aku tak bisa memendam rasa. Aku sungguh tertarik padamu, ketika mendengar cerita Abi tentangmu jantungku ikut berdebar seperti Abi ketika bersamamu. Aku selalu mengharapkan bisa berjumpa denganmu Sar, dan hari ini terwujud Sar, terima kasih sudah menemuiku", ucap Pandu.


"aku tak mau berkomentar apapun Ndu, kita baru saja kenal dan berjumpa. Terima kasih sudah bercerita tentang Abi padaku, mendengar cerita tentang Abi dari sahabatnya sungguh mengobati rinduku padanya, aku pamit masih ada kuliah", pamit Sarah pada Pandu yang tak mencegahnya namun menatapnya dengan penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2