Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 3


__ADS_3

"hey Sar, aku ada di rumahmu nih sama papa mama juga."


Begitu isi pesan yang diterima Sarah, "Zaki?pamitan? Dia beneran pindah dong" gumam Sarah seraya menatap ponsel yang berisi pesan dari Zaki. Tanpa pikir panjang dia berlari keluar kamar menuju ruang tamu, disana sudah ada papa mamanya dan papa mama Zaki beserta Zaki yang tengah berbincang.


"Eh Sarah, sini nak. Om, tante, Zaki mau pamit nih", Sarah berjalan pelan menghampiri mereka, dengan suasana hati yang gak karuan sejak siang tadi.

__ADS_1


Sarah duduk disamping mamanya menundukkan kepala dan sediki melirik Zaki dengan ujung matanya. "om, tante Zaki boleh ngobrol bentar sama Sarah?". "oh tentu nak Zaki, silahkan!", jawab papa Sarah mengizinkan Zaki. Sarah terkejut dengan ajakan Zaki. Zaki dan Sarah berjalan menuju teras rumah Sarah.


Ditemani dinginnya angin malam serta suasana yang terang dati rembulan dan bintang malam itu, membuat obrolan mereka sangat nyaman. "eh Sar, aku minta maaf ya buat kelakuanku selama aku kenal kamu. Ya mungkin ada salah dari aku yang gak sengaja nyakitin kamu gitu", ucap Zaki membuka obrolan. Sarah hanya diam dengan memandangi wajah Zaki dari samping.


"Subhanallah kenapa engkau menciptakan makhluk yang nyaris sempurna ini ya Allah. Apa ini saatnya untukku mengungkapkan isi hatiku selama ini?. Ah tidak, biarlah aku menjadi pengagum rahasiamu Zak." Ucap Sarah membatin.

__ADS_1


"iya Zak, sama sama. Aku juga minta maaf kalau aku ada salah ke kamu. Sering ngaduin kamu ke mama kamu kalau kalu sering usilin aku". Jawab sarah sambil mengingat masa lalu, " syukur deh kalau kamu maafin. Aku juga udah maafin kamu Sar, yaa meskipun dulu aku nyaris tiap hari kena omel mama karena kamu banyak ngadu tentang kenakalan aku. It's ok lah masa lalu juga 'kan." Sambung Zaki


Mereka berdua duduk diam sambil melihat bintang yang amat terang malam itu, suasana dinginnya malam membuat mereka menjelajah jauh ke masa lalu, dimana mereka masih sama sama kecil dan selalu bermain bersama. Tapi siapa sangka Sarah Maharani, gadis kecil itu menyimpan rasa pada teman masa kecilnya yaitu Zaki Sarfaraz.


"kamu lanjutin kuliah di sini atau di luar negeri Zak? Kata tante, kami pengen kuliah di luar negeri?". Belum sempat Zaki menjawab pertanyaan Sarah, orang tua Zaki keluar untuk berpamitan pada orang tua sarh dan Sarah. "kami ijin pulang ya. Semoga kita segera dipertemukan lagi lain hari. Eh yaa Guh, jangan lupa ya dengan apa yang kita sepakati selama ini". "Ah tentu, mana mungkin aku dan istriku lupa. Sering sering kabari kami ya Ar." Timpal papa Sarah sambil menepuk pundak sahabatnya itu.

__ADS_1


"kesepakatan? Kesepakatan apa itu?", batin Sarah penasaran. "alah, kenapa jadi kepi gini. Urusan bapak bapak itu mah, bodo amat lah. Yang oenting malam ini aku puas puasin liat mukanya si Zaki, biar gak kangen. Hi..hi..hi.." batin Sarah lagi sambil tertawa kecil dalam hati.


__ADS_2