
"duduk Ndu! ini tempat favoritku di rumah ini. Tempatnya adem banget meskipun siang bolong" ucap Sarah menunjukkan taman belakang rumahnya. Pandu melihat sekeliling taman rumah Sarah yang memang terlihat penuh dengan pohon rindang dan bunga di beberapa tempat, ditambah ada kolam renang dan kolam ikan di sudut taman "iya Sar, adem banget disini jadi betah aku," jawab Pandu. "eh makanan dan minumnya dibawa sini aja gimana?" ujar Sarah menawarkan pada Pandu, " aku mau makan masakanmu Sar. Boleh?" pinta Pandu "ya boleh tapi aku gak tau seleramu Ndu" jawab Sarah "apa aja yang kamu masak akan ku makan Sar" balas Pandu.
"lain kali aja ya? Atau aku bawain pas kamu kerja ya?" balas Sarah menawar "iya deh" jawab Pandu mengalah. Tak lama terdengar suara mobil orang tua Sarah datang "assalamu'alaikum. Sarah? Mbak Diah?" ucap Nadia memanggil dari luar rumah ""wa'alaikumsalam bu" jawab mbak Diah sambil membuka pintu "non Sarah belum pulang?" tanya Teguh "oh sudah dari tadi pak. Sekarang sedang di taman belakang bersama den Pandu" jawab mbak Diah sedikit berbisik. "oh ada Pandu?" balas Teguh.
__ADS_1
"eh mama papa, kok lama ke resepsinya?" tanya Sarah menyalami papa dan mamanya "iya ini papa keasyikan ngobrol jadi lupa waktu. Nak Pandu udah lama di sini?" jawab Nadia bertanya pada Pandu " dari sore tadi tante. Ini mau pulang nunggu taxi online datang" jawab Pandu sambil mengecek posisi taxi online nya. "loh kenapa gak pake mobil Sarah saja dulu. Atau telpon supir rumah Ndu?" Sahut Teguh "ah gak om, gak enak masa bawa mobil orang. supir rumah kalau jam segini udah pada pulang om. gak apa lah om sekali kali naik taxi online" jawab Pandu.
"Sar, Pandu udah makan?" tanya Nadia "eh belum ma. Sarah lupa ngajak makan keasyikan ngobrol ini tadi" jawab Sarah menggaruk kepalanya "ya ampun Sarah. Kamu ini gimana calon suami kok gak diperhatiin sih. Ayo nak Pandu makan malam dulu baru pulang. Cancel dulu taxi nya" timpal Nadia memarahi Sarah dan memaksa Pandu untuk makan malam bersama. "ayo Ndu, gak usah sungkan. Anggap rumahmu sendiri" lanjut Teguh merangkul pundak Pandu sambil berjalan, mau tak mau Pandu mengikuti ajakan orang tua Sarah untuk makan malam.
__ADS_1
"Ndu, Sarah bilang kami bersahabat dengan Abimanyu. Dan kami sudah dengar bagiamana kamu bisa kenal dan bisa sama Sarah. Terima kasih ya Nak, sudah hadir dalam hidup putri kami" lanjut Teguh menepuk pundak Pandu. Pandu diam dan terkejut papa Sarah mengatakan hal itu, dia amat tersanjung mendengar pernyataan papa Sarah barusan. "iya nak Pandu. Om tante bersyukur Sarah mau membuka hatinya lagi setelah kejadian kejadian yang ia alami" lanjut Nadia terharu melihat Pandu sepertinya sayang pada Sarah. "tante gak mau Sarah kehilangan cintanya lagi nak Pandu, tolong jaga dia kalau kamu benar benar serius pada Sarah!" lanjut Nadia. Pandu hanya mengangguk pelan dan menggenggam tangan Sarah seolah berjanji akan selalu menjaga Sarah.
Malam itu suasana sangat hangat, orang tua Sarah, dan Sarah ngobrol tanpa batas dengan Pandu, seolah Pandu adalah anaknya sendiri. Canda tawa menghiasi ruang keluarga Sarah malam itu membuat Pandu merasa sangat bahagia karena selama ini orang tuanya sibuk urusan dinas dan kini sibuk bekerja mengurus bisnis sana sini.
__ADS_1