Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 47


__ADS_3

Sarah terkejut dan membatin siapa yang berani menyentuhnya, dai menoleh dan melihat Pandu tepat berada dihadapannya "hey.. Kenapa?" ucap Pandu menyunggingkan senyum pada Sarah, "bukannya kamu udah berangkat Ndu?" tanya Sarah terkejut. "berangkat kemana? Aku masih di sini", jawab Pandu memandang Sarah yang tampak lusuh.


"katanya kamu berangkat pagi ini ke XXX," jawab Sarah heran, "pesawatku delay, lagi pula aku gak ke XXX, aku akan ke YY", jawab Pandu. sarah berhenti menangis dan segera memeluk Pandu, "Ndu, aku mencintaimu, jangan pergi!" ujar Sarah masih sesenggukan. "katakan lagi Sar!" balas Pandu terkejut mendengar pernyataan cinta dari Sarah langsung.


"aku mencintaimu Pandu Mahardika" ucap Sarah sekali lagi dengan berbisik pada telinga Pandu, seketika Pandu semakin erat memeluk Sarah, "akhirnya kata kata itu aku dengar langsung dari mu Sar" ucap Pandu kegirangan.


Seolah mimpi yang jadi nyata, Pandu terus memeluk dan menciumi pipi dan kening Sarah sebagai bentuk bahagianya saat ini. "Ndu maaf kan aku, aku terlambat menyatakan cintaku. Membuatmu terluka membuatmu menunggu dan membuang waktumu untukku" lanjut Sarah tak melepas pelukan Pandu.


***

__ADS_1


"WOY.. MALU DONG! DI TEMPAT UMUM INI", Teriak pemuda dari kejauhan, itu Zaki dan Arini yang datang ke bandara untuk menyaksikan momen ini.


"Zaki, Arini?ngapain kalian ke sini?"t anya Sarah kaget melihat kedatangan mereka. "aku dan Zaki merencanakan semua ini. Zaki tahu kalau kamu akan menemui ku Sar, akhirnya aku dan Zaki merencanakan semua ini. Dan berhasil" jawab Pandu mengakui rencananya dengan Zaki.


"ih jahat ya kalian..bikin aku gak tidur semalaman. Membuatku menangis sepanjang malam" jawab Sarah memukuli zaki dan Pandu. "aku sengaja lakuin ini Sar, biar kamu sadar kalau gak harus terlalu menggenggam masa lalu yang harus ya dilepaskan. Untung kamu gak telat telat amat nyadarinya", lanjut Zaki sambil menjitak kepala Sarah.


"dih siapa yang ngintili. Geer kamu Zak", balas Sarah menjulurkan lidah pada Zaki, "mentang mentang uda resmi jadian sama Pandu. Sekarang berani ngejek aku", balas Zaki balik ngomel pada Sarah. "udah ah Yank, laper ini. berantem mulu sama Sarah", ucap Arini menghentikan Zaki dan Sarah yang saling ejek.


***

__ADS_1


Sarah dan Pandu duduk berdua menikmati angin yang berhembus sepoi di luar bandara, Pandu memandangi tiap lekuk wajah Sarah yang sangat mempesona baginya " kenapa memandangku seperti itu" tanya Sarah, "aku sedang memandangi ciptaan Tuhan yang indah di hadapanku saat ini" jawab Pandu merayu Sarah. "jangan gitu ah. Jadi malu aku Ndu" senyum Sarah tersipu mendengar pujian Pandu untuknya.


"apa yang membuat mu akhirnya menyadari perasaanmu padaku Sar?", tanya Pandu penasaran, "ucapan Zaki seakan menamparku begitu keras Ndu. yang akhirnya memaksaku memilih antara ego dan isi hatiku. Saat aku memejamkan mata, wajahmu selalu muncul di benakku. Akhirnya aku tak sanggup lagi menanggung beban cinta ini, aku tak mau kalah dengan egoku lagi, aku gak mau kejadian di masa laluku terulang kembali" jawab Sarah memandang wajah Pandu penuh cinta.


Sarah terus menggenggam erat tangan Pandu seolah tak ingin melepasnya, "kamu benar benar mencintaiku, maksudku mencintaiku sebagi Pandu Mahardika kan? Bukan sebagai sosok Abimanyu Maheswara" jelas Pandu meyakinkannya pada Sarah.


"percayalah Ndu, aku sudah mengubur semua tentang Abi bersama raga Abi yang sudah menyatu dengan tanah, kini aku hanya ingin bersamamu melalui hari hari ini" jawab Sarah meyakinkan kekasihnya itu.


"aku akan tetap berangkat ke luar negeri Sar, aku gak mungkin menolak permintaan papa", ucap Pandu. "pergilah, tunjukkan padaku bahwa kamu anak baik, yang berbakti pada orang tuamu. Tapi tetap jaga hatimu untuk ku Ndu, aku akan menunggumu kembali" balas Sarah mengikhlaskan Pandu untuk mewujudkan baktinya sebagai anak.

__ADS_1


__ADS_2