
"kamu yakin nerima perjodohan ini Zak?kamu gak punya cewek?", tanya Sarah membuka obrolan. Zaki menggeleng, "aku gak punya cewek. Kamu mungkin yang punya cowok', tebak Zaki. Sarah menunjukkan foto Abi dihapenya. "cowokmu? Ganteng juga. Dia tau soal kita?",tanya Zaki. "dia tau semuanya dan dia nerima itu. Aku yang awalnya nolak tapi karena pengertian dari dia jadi aku nerima perjodohan kita.", jawab Sarah agak sebal.
"cowokmu sungguh luar biasa Sar, mampu melepasmu untukku", puji Zaki. "Sar sebenarnya sejak SMA aku menaruh hati padamu. Tapi aku tak punya nyali mengungkapkannya padamu". Sarah terkejut mendengar ucapan Zaki. Tak banyak mikir Sarh langsung menceritakan semua apa yang terjadi selama ini termasuk bagaiman dia tersiksa karena memendam cinta pada Zaki. "andai kita dulu sam sama punya nyali Zak, mungkin aku tak kan bersama Abi. Takkan kubiarkan dia masuk dan membasuh lukaku", ucap Sarah menyesali semuanya.
"aku yang minta maaf Sar, sebagai cowok seharusnya aku yang lebih dulu nembak kamu. Dan seandainya perjodohan ini kita ketahui lebih awal, mungkin kamu takkan tersiksa untuk melupakanku", ucap Zaki menundukkan kepala. "lantas apa kuasa kita untuk memutuskan perjodohan ini, Abi sudah terlanjur hancur dan mengalah untukmu. Dan kamu? sudah jelas kini kamu mencintaiku. Apa kamu rela melepas ku untuk Abi?" cecar Sarah pada Zaki. "Sar, untuk melepas mu aku ikhlas dan rela, tapi orang tuak kita Sar? Apa kamu mau melawan restu orang tuamu? Terlebih papamu yang punya riwayat sakit jantung, jika kita memutuskan perjodohan ini apa kita bisa jamin papamu gak akan kambuh?", jelas Zaki sambil melihat wajah Sarah dari dekat.
__ADS_1
"Sudahlah Zak, kita jalani saja ini semua. Kita lihat saja pada siapa akan ku labuhkan hati dan hidupku kelak", jawab Sarah memandang jauh ke langit.
***
Hari hari berikutnya, Sarah kesulitan untuk menemui Abi, bahkan menghubunginya pun sangat sulit. Abi benar benar bertekad untuk mundur perlahan dari hidup Sarah, ini semua membuat Sarah bersedih dan kecewa. Dilain sisi Zaki terus berusaha memupuk cinta Sarah agar tumbuh lagi untuknya. Ini semua membuat Sarh muak dan bingung, pada siapa dia akan melabuhkan hatinya.
__ADS_1
"apa yang terjadi sebenarnya bu?" tanya Sarah dengan suara bergetar. Sore itu Abi berkunjung ke rumahmu untuk memberimu itu sebagai kenangan terakhir untukmu darinya. Tapi pembantu di sana bilang kamu sekeluarga pergi ke rumah Zaki. Akhirnya Abi pulang dan ditengah jalan Abi mengalami kecelakan, mobilnya menabrak mobil lain. Sempat koma beberapa hari di rumah sakit, kami ingin menghubungimu tapi hape Abi hancur tak bisa diselamatkan. Jadi kami tak bisa menghubungimu, nak", jelas Anita pada Sarah yang kini menangis bersimpuh memeluk kalung pemberian Abi.
***
sore itu juga Abi dikebumikan bersandingan dengan makam kakek neneknya, sarah hanya melihat dari kejauhan. Tak kuasa melihat tubuh Abi dikebumikan, rasa sakit yang Sarah Rasakan teramat berat hingga air matanya tak henti mengucur. Sarah hanya diam melamun mengingat masa masa bersama Abi yang kini tinggal kenangan.
__ADS_1
Tak dihiraukannya dering ponsel yang sedari tadi berbunyi entak dari siapa. Terlihat Maya dan Hawa juga mengikuti acara pemakaman yang penuh haru itu, "Sar..hape mu bunyi. Mungkin telpon," Ucap Maya memeluk tubuh Sarah yang kini hanya memandang dari kejauhan prosesi pemakaman Abi. "apa aku boleh menerima telpon itu?barang kali penting Sar," lanjut Maya meminta ijin. Sarah hanya mengangguk pelan, di samping kirinya ada Hawa yang terus menggenggam tangan Sarah yang terasa dingin itu.
"halo,.Sar kamu di mana?aku dirumah mu. dari tadi orang tuamu susah menghubungimu." ucap suara di seberang sana. "hey Zak, ini aku Maya. Sarah bersamaku dan Hawa, kami berada di pemakaman Abi. Dia meninggal siang tadi kecelakaan.", jawab Maya sedikit menjauh dari posisi Sarah saat ini. "apa? Innalillahi! May, Kirim aku lokasinya, aku akan menyusul Sarah!", balas Zaki terkejut. Segera Maya mengirim lokasi pemakaman Abi pada Zaki.