Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 58


__ADS_3

Hari yang ditunggu Pandu dan keluarga besarnya pun tiba, di sebuah villa yang indah dengan pemandangan gunung dan sungai serta bukit bunga semua berkumpul untuk pertunangan Pandu dan Sarah, ada orang tua Sarah dan Pandu, Zaki, Arini, dan kedua orang tua Arini juga turut di undang. Tidak lupa Hawa dan Maya beserta pasangan masing-masing juga datang, dan orang tua Abi pun juga hadir di sana, nampan suasana hangat dan tidak ada rasa canggung datu sama lain dalam acara tersebut "Zak, gimana Pandu dan Sarah? Apa sudah jalan?" tanya Teguh pada Zaki "oh, sudah om. Baru saja keluar dari tempat nikahan temannya Pandu" jawab Zaki "oh syukurlah" lanjut Teguh merasa lega.


Di jalan Sarah dan Pandu saling pandang "kenapa Ndu? Ada yang salah sama makeup ku?" tanya Sarah pada Pandu yang sedari tadi memandanginya "gak ada yang salah Sar, kamu cantik banget" jawab Pandu sambil melihat wajah Sarah yang memang sangat cantik hari ini, apa lagi Sarah jarang sekali dandan dengan full makeup seperti hari ini. "Ndu ini beneran kita ke villa pake full makeup dan baju formal gini? Gak ganti dulu gitu?" tanya Sarah agak heran "gak usah lah Sar, lama nanti nyampe villa.

__ADS_1


Lagian aku pingin liat kamu kayak gini tiap hari hahahaha" gurau Pandu melirik Sarah "ih kamu ini. masa tiap hari di rumah, kantor, ke mall pake full makeup gini? Kaya ondel ondel" gerutu Sarah mencubit manis lengan Pandu. "ya gak apa dong. Kan nyenengin suami itu pahala Sar" lanjut Pandu " iya iya suamik. Eh masih calon loh ya" timpal Sarah.


Sepanjang jalan mereka saling melempar canda gurau, dan kadang terselip pujian dan rayuan dan kata kata romantis dari Pandu untu Sarah dan begitu sebaliknya Sarah pada Pandu. Hingga tidak terasa mereka tiba di villa milik Pandu, terlihat suasana sepi dan asri sekali membuat Sarah merasa langsung nyaman dan kerasan di villa itu. "wah, indah sekali Ndu. Mau dong tinggal di sini, adem dan asri banget gak banyak kendaraan lalu lalang" komentar Sarah pada Pandu sambil melihat sekeliling villa "kalau kalau mau, habis nikah kita tinggal sini saja. Masalah bisnis dipikir lagi Sar" lanjut Pandu menutup pintu mobilnya.

__ADS_1


Sarah sangat terkejut melihat semua yang ada di sana bersorak ke arahnya bahkan terlihat orang tua Abi juga sepertinya sangat bahagia. "Astaga, apa ini Ndu?" tanya Sarah tersenyum bahagia bercampur bingung "ayo masuk dulu. Kita gabung ke mereka" ajak Pandu menggandeng Sarah yang masih keheranan dengan surprise Pandu.


"Pandu, ayo mulai aja kasihan itu Sarah sudah bingung sekali tampaknya" suruh Papa Pandu. Pandu maju dan berdiri diatas panggung kecil di tepi air terjun buatan di villanya "Sar, maaf aku tak memberi tahumu tentang ini. Aku ingin memberi surprise tepat dihari dua tahun hubungan kita. Hari ini kau ingin melamar mu di hadapan seluruh keluarga, dan sahabat kita. Aku harap kamu bersedia menjadikanku sebagai suami Sar, aku tak mau banyak bicara hari ini karena yang ku butuhkan jawabanmu Sar" ucap Pandu meminta Sarah untuk menerima lamarannya.

__ADS_1


Sarah tertegun dan bingung dan sangat bahagia hari itu, dia diam sejenak dan sesekali menyeka air mata bahagianya hari itu dan dia mengangguk pelan sambil terisak "Ya Ndu, aku menerimamu menjadi calon suamiku" jawab Sarah berlari memeluk Pandu. Semua yang hadir di sana bertepuk tangan dan merasa lega mendengar jawaban Sarah yang menerima Pandu. Hari itu sangat di tunggu oleh Sarah sejak beberapa tahun terakhir dan kini jadi kenyataan. orang tua Sarah dan Pandu saling berjabat tangan dan berpelukan karena kini mereka akan menjadi besan "akhirnya Pak Teguh, kita akan jadi besan" ucap Papa Pandu menepuk pundak papa Sarah "iya Pak Hatta, akhirnya anak anak kita akan segera menikah" lanjut Teguh memeluk Hatta papa Pandu.


__ADS_2