Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 23


__ADS_3

"gimana nak Zaki? Dimana Sarah?", tanya Nadia cemas. "sudah tante, dia di pemakaman Abi." Teguh dan Nadia terkejut dengan jawaban Zaki. "Abi? pemuda yang dekat dengan Sarah itu?", sahut Teguh dengan wajah kaget dan matanya terbuka lebar. Zaki mengangguk mengiyakan. "aku susul Sarah ke sana ya om tante, takut Sarah kenapa napa", lanjut Zaki sambil bersalaman dengan orang tua Sarah. Dengan cepat Zaki menjalankan mobilnya, pikirannya tak karuan takut dan khawatir dengan kondisi Sarah yang pastinya sangat shock dan terpuruk saat ini.


"aku tak percaya secepat itu dia pergi, aku belum minta maaf padanya karena sudah mengganggu hubungannya dengan Sarah karena perjodohan ini. Memang aku tak mengenalnya tapi, mendengar Sarah sangat antusias saat bercerita tentangnya membuatku yakin bahwa dia pemuda yang tulus dan berjiwa besar, karena sudah dengan ikhlas merelakan Sarah untuk menerima perjodohan ini", gumam Zaki dalam hati dengan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


***

__ADS_1


"di sana, dia sedari tadi hanya diam mematung, melihat gundukan tanah basah itu", tunjuk Hawa pada Zaki yang sudah sampai di pemakaman.


Pelan pelan Zaki melangkah mendekati Sarah yang tengah berdiri memandangi makam Abi. "kenapa? Menangislah!, biar lega hatimu," seru Zaki sambil menyentuh pundak Sarah. Seketika Sarah tau itu suara Zaki, dia menoleh dan memandang wajah Zaki. "aku,. Kehilangan dia. dia pergi, dia sudah tak ada, dia..dia..", tangis Sarah pecah sejadi jadinya dipelukan Zaki. Zaki hanya diam dan terus memeluk Sarah, seakan berharap pelukannya akan sedikit meredakan kesedihannya.


Sarah bersimpuh di atas pusara Abi, "kenapa secepat ini Bi?aku minta maaf karena aku terlambat menyadari cintamu. Aku membuang waktumu untuk menungguku bisa luluh. Kini disaat hatiku sudah menjadi milikmu kau malah pergi dan tak kembali. Sungguh terlambat kusadari ternyata kamu kekasihku, kekasih terbaikku kekasih yang telah ku sia siakan selama ini." ucap Sarah menangis di atas makam Abi. "Abimanyu Maheswara, maafkan aku. Tolong kembalilah, beri aku kesempatan sekali saja untuk membalas segala apa yang telah aku lakukan padamu waktu itu", lanjut Sarah dengan suara bergetar dan serak serta deraian air mata yang kini tak dapat lagi ia bendung.

__ADS_1


"Nak, pulanglah! Jangan seperti ini. Tangismu akan membuat jalan Abi di sana akan terjal. Doakan di, ingat yang baik baik saja tentangnya. Ikhlaskan di nak, kami orang tuanya insyaallah akan belajar untuk ikhlas. Kami harap begitu juga kamu nak," ujar Ayah Abi memeluk tubuh Sarah. Sarah berdiri dan memeluk sekali lagi Ayah Abi dan ibunya, melihat mata ibunya Sarah tak sanggup berucap apa apa, ia tau bagaimana perasaan ibunya karena Abi adalah satu satunya putra yang ia miliki, kini sudah tak ada lagi


***


Dalam mobil, Sarah hanya diam bersandar pada kursi mobil dan memandang jendela mobil. Dengan pelan Zaki menggenggam tangan Sarah untuk pertama kalinya, "momen ini Sar yang aku tunggu, bisa menggenggam tanganmu seperti ini, tapi bukan dalam kondisi kamu seperti ini yang aku harapkan", batin Zaki sambil memandangi wajah Sarah dari samping. Sarah menoleh ke arah Zaki pelan, dan melihat genggaman tangan Zaki, membuat Sarah mengingat Abi yang selalu menggenggam tangannya setiap kali bersama. Namun Sarah sadar bahwa itu bukan Abi, itu Zaki yang cepat atau lambat akan menjadi suaminya.

__ADS_1


"kamu,.kamu gak apa apa Zak?", tanya Sarah. Zaki menoleh dengan wajah heran, "maksudnya? Seharusnya aku yang bertanya itu padamu", jawab Zaki heran. "kamu masih mau menerima ku jadi calon istrimu sedangkan kamu tahu aku mencintai pria lain?dan kini makin hancur karena kehilangan pria itu." jawab Sarah lesu dengan suara serak. "sudahlah Sar, waktu yang akan menyembuhkan lukamu itu. Aku akan tetap di sampingmu dengan apapun kondisi perasaanmu. Entah tetap pada Abi atau akan berpaling lagi padaku." pungkas Zaki mengelus kepala Sarah lembut. Jawaban Zaki membuat perasaan Sarah semakin semrawut dan tak karuan.


__ADS_2