
Tak terasa waktu terus berjalan, kini Sarah mendekati akhir kuliahnya. Dia selangkah lagi akan menjadi sarjana tinggal menunggu wisuda bulan depan. "guys, gak terasa ya bulan depan kita udah mau wisuda aja. Gak nyangka kita bisa lulus juga" ucap Maya bahagia
"iya May, gila sih empat tahun yang gak mudah. Dan kamu Sar keliatan sedih gitu" jawab Hawa bahagia namun sedikit heran dengan Sarah. "aku sungguh bahagia guys, tapi aku juga sedih karena ninggalin kampus ini. Dimana sebagian kisah hidupku ku jalani di sini. Aku harus benar benar meninggalkan kenangan tentang Abi di sini" ujar Sarah dengan air mata yang nyaris jatuh.
"emang harus kamu lupain Sar, biar dia dan kenangannya tertinggal di sini. Sekarang kamu uda ada Pandu, yuk bisa yuk Sar melangkah maju tanpa menoleh masa lalu" balas Hawa optimis. Sarah mengangguk pelan sambil tersenyum dan menggenggam tangan sahabat nya itu.
__ADS_1
***
Sore itu Sarah berjalan menuju danau rahasia yang sering ia datangi ketika ia dan Abi masih menjadi kekasih. Sarah berdiri di tepi danau sambil melihat sekeliling, dia memejamkan mata membiarkan terpaan angin membalutnya. Ingatannya kembali ke masa dimana Abi masih disampingnya, dia membayangkan senyum Abi ketika memandanginya.
Masih hangat di ingatannya ketika Abi pertama kali mengajaknya ke tempat itu, di tempat itu juga Abi menyatakan cinta padanya, dan pertama kali juga dia dan Abi berciuman. Terlihat senyum manis mengembang di wajah Sarah, diiringi air mata yang tak terasa menetes di pipinya.
__ADS_1
"Maaf Bi, jika saat ini aku kembali ketempat ini dengan perasaan tak lagi untukmu, tapi untuk Pandu sahabatmu." "aku ingin pamit pada mu, pada tempat ini dan pada kenangan kita. Terima kasih sudah mengukir kenangan dalam hidupku Bi, terima kasih selama denganku kamu selalu memberiku jutaan kasih sayang. Terima kasih Bi" ucap Sarah dengan sedikit berteriak di tepi danau dengan suara bergetar karena menangis.
Sarah kembali duduk sambil terus memandangi danau, hingga nyaris malam akhirnya Sarah memutuskan kembali pulang. Dia berjalan perlahan seolah enggan meninggalkan tempat itu, tempat dimana banyak kenangan yang terjadi di sana. Di tengah jalan dia sesekali menengok ke belakang seolah menginginkan kenangan itu kembali, seolah Abi masih di sana menunggunya kembali. Namun lamunan Sarah buyar ketika telponnya berdering "Pandu?" gumam Sarah, segera ia menjawabnya dan berjalan dengan sedikit berlari untuk segera pergi dari tempat itu.
"lagi apa Sar?" tanya Pandu mengawali telpon
__ADS_1
"ah ini mau pulang masih di kampus" balas Sarah. "ya udah pulang dulu deh. Nanti telpon lagi ya kalau udah di rumah. Love you" lanjut Pandu, "iya.. Love you too Ndu. Muuach" balas Sarah memberi kecupan pada Pandu.
Belajar dari pengalaman, Sarah kini tak mau lagi menyia nyiakan orang yang mencintainya dengan tulus. Ada Pandu di sana yang tengah menjaga hati untuknya, ada Pandu sekarang yang akan mengisi hati harinya. Dia sadar bahwa masa lalu tak semestinya terus diratapi, hidup harus terus berlanjut. Sekuat apapun kita ingin memutar kembali waktu namun waktu tak akan pernah kembali lagi seperti dulu.