Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 43


__ADS_3

Pagi itu, sarah dan Zaki berencana mempertemukan kedua orang tuanya. Terlihat keluarga Sarah dan juga Sarah baru tiba di sebuah rumah makan, kali ini Zaki memang memilih tempat makan dengan suasana tenang dengan view menghadap persawahan dan sungai sungai kecil yang menyejukkan jika dipandang.


Terlihat papa mama mereka asyik mengobrol dan saling bercanda, Sarah dan Zaki memandangi orang tua mereka dengan seksama terlintas dalam benak Sarah seketika apakah suasana bahagia penuh canda ini akan berakhir sebentar lagi, mengingat apa yang akan ia dan Zaki sampaikan.


"ma,pa. Om tante Zaki dan Sarah mau ngomong serius", mulai Zaki membuka omongan. "emmm om tante, kami gak bisa melanjutkan perjodohan ini", lanjut Zaki dengan suara berat.


DEG....Suasana langsung hening seketika itu.

__ADS_1


"om, tante, ma pa. Jangan marah dulu, kami memutuskan ini semua karena ada alasannya.", lanjut Sarah menyambung ucapan Zaki. "kami tidak saling cinta, dan selain itu kami sudah memiliki pilihan pasangan sendiri pa, ma. Om dan tante", ucap Zaki yang kini suaranya terdengar agak ringan.


"Sarah, Zaki apa apaan kalian ini?jangan bercanda", ujar Teguh papa Sarah dengan nada meninggi. "iya kalian ini kenapa kalau bercanda kebangetan", lanjut Dewi mama Zaki dengan raut muka tegang. "Sarah, bukankah kamu pernah bilang kalau kamu mencintai Zaki sejak SMP?", lanjut Teguh terlihat marah pada Sarah.


"itu dulu pa, waktu papa terlambat memberitahu soal perjodohan ini. Kini Sarah sudah tak ada rasa apapun pada Zaki ma, pa" jawab Sarah. "kami sudah mencoba dalam setahun ini tapi masing masing perasaan kami tak bisa bohong kalau memang kami tak saling cinta", lanjut Zaki membela Sarah.


"pa.. Apa papa lupa kejadian Abi? Bagaimana kondisi Sarah saat itu? kita nyaris kehilangan Sarah pa, senyumnya hilang. mama yakin senyum yang ditunjukkan Sarah setiap hari tidaklah sama seperti dulu. Dan yaa pa, coba papa rasakan jadi Sarah, dia pernah sangat cinta pada Zaki dalam diam lalu, tiba tiba ada Abi yang tulus cinta padanya, dia susah payah melupakan Zaki. Dan ketika Sarah sudah berhasil melupakan Zaki, papa mengatakan perjodohan ini. Coba gimana perasaan papa jika jadi Sarah?", ujar Nadia dengan menahan tangisnya.

__ADS_1


semua terdiam mendengar perkataan Nadia. "papa gak bisa dengan mudah menyuruh Sarah memupuk cintanya lagi untuk Zaki, pemuda yang dulu susah payah dia lupakan. Biarkan anak anak memilih pada siapa hatinya tertuju pa!" lanjut Nadia yang matanya kini dipenuhi embun.


"apa kalian sungguh sungguh ingin memutus perjodohan ini?" tanya Ardi pada Sarah dan Zaki, mereka berdua mengangguk. "apa kalian benar benar tak ada perasaan satu sama lain?", lanjut Ardi lagi, mereka mengangguk lagi, "kalau begitu pilihan kalian. Papa menghargainya. Silahkan pilih pasangan yang kalian anggap layak!", ucap Ardi menyeka air matanya.


"apa kau setuju dengan mereka Ar?", tanya Teguh setengah terkejut mendengar pernyataan Ardi. "iya. Aku setuju, biarkan mereka menjalani hidup mereka sendiri Guh. Dan untuk balas budi yang sering kamu katakan, lupakan saja! Mari kita hidup tanpa ada embel embel balas budi lagi yang membayangi mu.', lanjut Ardi legowo. Teguh hanya diam menyaksikan kenyataan ini, ada rasa sedikit kecewa namun juga lega karena dia kini tak lagi terbebani dengan balas budi.


"yaa, sudahlah. papa mama menyerahkan segala keputusan ditangan kalian. Kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian." peluk Teguh pada Sarah dan Zaki, kedua keluarga itu kini telah menyadari bahwa keputusan yang mereka ambil sepihak telah menyakiti anak anak mereka. Kini mereka sudah saling menerima dan legowo atas keputusan anak anak mereka, tanpa ada yang tersakiti lagi tentunya.

__ADS_1


__ADS_2