Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 25


__ADS_3

"kita mau ke mana Sar,?" tanya Zaki, "tolong antar aku ke makam Abi ya Zak," pinta Sarah dengan suara lirih. Zaki mengangguk, seolah paham isi hati Sarah saat ini. Dia akan menuruti apapun permintaan Sarah untuk saat ini, mengingat kondisi Sarah yang masih sangat terpukul atas kepergian Abi. Suasana sunyi menyelimuti perjalanan mereka, Sarah hanya memandang kosong ke luar jendela, sedangkan Zaki fokus menyetir dan sesekali menengok ke arah Sarah yang sedari tadi hanya melamun memandang luar mobil.


"kita sampai Sar," ucap Zaki menepuk lengan Sarah. "Zak, aku akan membeli bunga sebentar di sebrang sana untuk Abi", tunjuk Sarah pada beberapa kios bunga yang berderet di depan makam. "biar aku yang belikan, kamu di sini saja. Kamu mau bunga apa?". "baiklah, belikan aku beberapa tangkai bunga matahari yang segar, karena itu bunga kesukaan Abi", jawab Sarah dengan tatapan kosong mengingat betapa kekasihnya dulu sangat suka bunga matahari karena bentuknya yang indah, dan warna yang indah.


Zaki, dengan hati hati mulai menyebrang untuk membelikan bunga yang diminta Sarah. " kak tolong berikan beberapa tangkai bunga matahari itu!, tolong pilihkan yang paling segar dan baik", pinta Zaki menunjuk kearah kumpulan bunga matahari yang berada di susunan terdepan diantara bunga yang lain. "ini mas, lima ikat cukup kah?", ucap penjual bunga menyodorkan beberapa tangkai bunga matahari pada Zaki. "cukup kak, ini uangnya. Kembaliannya untuk kakak saja, terima kasih", ucap Zaki memberikan uang dan segera ia kembali pada Sarah yang sudah menunggunya.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan menuju makam Abi, tak jauh dari pintu masuk terlihat gundukan tanah yang masih basah dengan setumpuk karangan bunga mengelilinginya. "Bi, aku datang", ucap Sarah bersimpuh disamping makam dan menyiramkan air diatas nisan Abi dan mengusapnya. "apa kabar Bi? Aku bawain bunga matahari nih, kamu suka kan?", lanjut Sarah meletakkan bunga diatas makam Abi. Setelah itu Sarah lanjut membacakan doa untuk Abi dengan khusyuk, begitu juga dengan Zaki, dia ikut duduk disamping Sarah untuk mendoakan Abi. Meskipun mereka tak saling kenal tapi Zaki berterima kasih karena dia sudah mengobati luka Sarah saat berusaha melupakanku waktu itu. Meskipun kini Sarah kembali terluka atas kepergiannya, dalam hati Zaki berjanji akan membalut kembali luka Sarah dengan cintanya yang kini takkan dia lepas.


Cukup lama Sarah di makam Abi, dia tak melakukan apa apa, hanya duduk melihat gundukan tanah makam Abi dan sesekali tersenyum kecil sambil mengusap nisan Abi. "Sar,. Ayo pulang! Sudah sejam lebih kita di sini. Besok kita kembali lagi kalau kamu mau," ajak Zaki pada Sarah yang sepertinya masih ingin berlama lama di makam Abi. "baiklah mari pulang, besok tolong antar aku ke sini lagi ya!," pinta Sarah pada Zaki. Zaki mengangguk dan tersenyum tipis lalu menggandeng tangan Sarah untuk keluar makam.


***

__ADS_1


"Zak, aku besok mau masuk kuliah lagi, aku ingin bangkit. Aku tak mau membuat orang tua ku bersedih dengan kondisiku selama ini. Terlebih Abi, pasti dia tak mau melihatku seperti ini", ucap Sarah sedikit bersemangat. Melihat itu Zaki sungguh antusias dan sangat senang, "oh ya Sar, mulai besok aku kuliah di tempatmu juga. Agar kita bisa selalu bersama dan aku bisa menjagamu", ucap Zaki memberi kabar kepindahannya kepada Sarah. Sarah terkejut dan menoleh ke arah Zaki "benarkah itu?gak perlu seperti itu Zak, aku akan baik baik saja meski tanpa mu. Aku juga gak mau ada orang lain tahu soal perjodohan kita", jawab Sarah mencoba mencegah Zaki untuk pindah. "Gak apa Sar, aku hanya ingin dekat denganmu. Aku ingin membalut lukamu dan ingin memupuk kembali cintamu untukku seperti dulu", lanjut Zaki sambil menggenggam jemari Sarah. "okelah terserah kamu aja Zak, tapi berjanjilah padaku. Tolong sembunyikan perjodohan kita, aku tak ingin ada yang tau tentang itu. Dan jika di kampus anggap kita hanya sebatas sahabat seperti waktu SMA", ucap Sarah meminta Zaki berjanji padanya.


"kenapa harus disembunyikan?", tanya Zaki heran. "aku ingin membalut lukaku dengan caraku sendiri Zak, biarkan hatiku memilih pada siapa hatiku kan terpaut. meskipun perjodohan ini tak bisa ku putuskan". "jika dalam perjalan ini kamu menemukan selain aku, pergilah aku tak membebanimu Zak. Lupakan sejenak perjodohan ini ketika kita di luar rumah." ucap Sarah pada Zaki yang mencoba mencerna permintaan aneh Sarah. "Baik lah Sar, terserah kamu. Kita jalani saja sesuai dengan permintaanmu", jawab Zaki pasrah sambil melajukan mobilnya dengan tenang.


***

__ADS_1


Di rumah, Sarah mencoba kembali pada Sarah yang dulu. Ceria dan selalu positif vibes pada setiap orang, meski tak sepenuhnya kembali. Melihat hal itu membuat orang tua Sarah lega dan tenang. "Zaki membawa perubahan pada Sarah ya pa?," ucap Nadia bahagia. "tentu ma, dia kan calon suami Sarah harus bisa membuatnya bahagia. Semoga Sarah segera melupakan Abi, dan kembali mencintai Zaki seperti dulu", ucap Teguh berharap penuh pada Sarah.


__ADS_2