Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)

Dia Kekasihku (Terlambat Ku Sadari)
BAB 33


__ADS_3

Makin hari Arini makin mencoba mendekati Zaki dengan berbagai cara namun Zaki masih menaruh harapan pada Sarah, agar suatu saat cintanya akan kembali bersemi untuknya. "Sar bisa kita bicara?", tanya Zaki pada Sarah, "silahkan, mau bicara apa?, jawab Sarah santai sambil membaca buku.


"sampai kapan aku nunggu hatimu Sar? Kita ini dijodohkan, setidaknya kita harus mencoba untuk saling mengisi. Mencoba untuk dekat dan belajar mencintai satu sama lain. Tidak seperti ini Sar, kita saling menjauh, aku mengejar mu tapi kamu malah acuh padaku", ujar Zaki seakan hilang harapan


Sarah menutup bukunya dan memandang wajah Zaki yang seolah kecewa, "aku memang bersalah karena tak punya nyali menyatakan perasaanku terlebih dulu padamu saat itu Sar, hingga kau menemukan Abi sebagai cintamu, lalu aku datang kembali disaat hidupmu sedang bahagia bersama Abi", lanjut Zaki dengan suara bergetar menahan agar air matanya tak jatuh.


Sarah menangis di pangkuan Zaki, bersimpuh meminta maaf karena menempatkannya pada posisi yang seolah semua kesalahan bertumpu padanya. "bukan salahmu Zak, ini salahku. Aku egois tak memahami perasaanmu, aku hanya mementingkan egoku saja," ucap Sarah dengan suara terputus putus. "aku terlalu merasa bersalah pada mendiang Abi karena menyia nyiakan cintanya, dan aku menyesal karena cintaku pada Abi hanya bisa ia rasakan sebentar saja Zak. Semua itu tak sepadan dengan pengorbanan Abi yang nunggu hatiku bertahun tahun."lanjut Sarah masih dengan air mata yang semakin deras.


Zaki hanya diam dan memeluk Sarah, seakan dia merasakan apa yang di rasakan Sarah saat ini, dia mengerti bagaimana rasanya jika hatinya ditarik ulur seperti ini.

__ADS_1


***


Setelah obrolan malam itu Sarah mencoba sedikit demi sedikit membuka kembali cintanya untuk Zaki, begitu juga dengan Zaki yang mulai membiasakan diri untuk tak terlalu berharap pada Sarah, meminimalisir timbulnya rasa sakit hati dan kecewa ketika suatu saat Sarah belum bisa menerimanya kembali.


Pagi itu Zaki menjemput Sarah di rumahnya, mereka berangkat kuliah bersama. "Zak nanti pulangnya kamu duluan aja. Aku ada kelas smpe sore.", pinta Sarah pada Zaki, "aku tunggu aja ya Sar, gak apa apa ", " nggak usah Zak kamu kelamaan nunggu ntar," balas Sarah.


"ya udah terserah maumu aja Sar", jawab Zaki mengalah. Sampai di parkiran Hawa dan Maya terkejut melihat Zaki bersama Sarah, "lah kenapa bisa barengan?", tanya Hawa kepo


"terima kasih ya Zak, soal Hawa tadi", ucap Sarah berterima kasih pada Zaki. It's ok Sar", balas Zaki sambil berjalan menuju gedung fakultasnya.

__ADS_1


Sarah memandang punggung Zaki yang perlahan menghilang dari hadapannya, " andai waktu itu aku atau kamu punya nyali untuk saling jujur mengenai perasaan kita, mungkin hari ini aku bisa bergandeng tangan bersamamu tanpa harus berbohong seperti ini dihadapan semua orang". Gumam Sarah.


***


Siang itu setelah selesai kuliah jam terakhir, Zaki berniat langsung pulang tapi, tiba tiba mobil Arini menyalipnya cukup kencang membuat Zaki penasaran mau kemana dia. Zaki mengikuti mobil Arini, ternyata Arini tiba di sebuah rumah yang mempunyai halaman luas serta ada beberapa orang orang tua yang sepertinya itu sebuah panti jompo Zaki memarkirkan mobilnya di luar rumah itu.


"apa yang dilakukan Arini di panti jompo ini?" tanya Zaki bingung. Dia mulai masuk sedikit mengendap endap dan berjalan perlahan memasuki rumah itu.


"mencari siapa mas?", ucap suara wanita bertubuh gembul di depan Zaki. "eh anu..aku..", jawab Zaki gugup, "loh, Zak kamu?" sapa Arini membuat hati Zaki lega karena tak perlu cari alasan kenapa dia di sini.

__ADS_1


"eh anu Rin, aku gak sengaja liat kamu belok sini. Jadi aku penasaran aja akhirnya aku ikutin kamu. Maaf ya", jawab Zaki jujur. "oh iya gak apa kok Zak. Duduklah, ku buatkan minum untukmu", ucap Arini sedikit gugup. "kenapa Arini ke tempat seperti ini?bukankah dia anak orang kaya? Apa sebenarnya yang ditutupi Arini?", gumam Zaki dalam hati sambil melihat sekeliling rumah jompo itu.


__ADS_2