Dimanja Tanpa Cinta

Dimanja Tanpa Cinta
voucher vip


__ADS_3

namun berpisah dengan adel tak lagi ia inginkan,


"del maafkan aku" kata dev lemah


"tidak ada yang perlu dimaafkan"


"del aku ingin memperbaiki semuanya" kali ini dev terlihat tulus.


"semua sudah baik-baik saja"


"aku merasa kita seperti orang asing yang tinggal satu atap"


"dari awal aku memang terasa asing bagimu"


dev kehabisan kata-kata, ia tak tau lagi harus mengatakan apa.


adel masih saja sulit untuk diajak bicara, adel sendiri juga bingung dengan sikapnya,


kadang ia begitu ingin berpisah dengan dev, namun disisi lain ia juga masih merindukan sosok dev saat tak melihatnya.


dev bangkit dari tempat tidur, ia berjalan keluar kamar ketika merasa pembicaraannya dengan adel sia-sia.


mungkin masih harus lebih bersabar hingga hubungan mereka memiliki titik terang.


adel yang melihat dev keluar hanya acuh saja tak peduli, meski dalam hatinya penasaran kemana dev pergi.


malam semakin larut, dev belum juga kembali kekamar, adel yang sedari tadi menunggu jùga belum bisa memejamkan mata.


terbiasa tidur dengan dev disisinya, membuat adek tak bisa tidur ketika dev tak ada.


ingin mencari namun ia urungkan, mengingat saat ini ia sedang mencari tau perasaan masing-masing.


☆☆☆☆


pagi kembali menyapa, adel terbangun ketika terdengar bunyi alarm.


adel segera membuka matanya, meregangkan otot-otot ditubuhnya,


ketika melihat kesamping dev tidak ada, adel merasa heran tidak biasanya dev tidak tidur dikamar.


rasa ngantuk karena tertidur menjelang pagi seketika hilang.


adel bergegas kekamar mandi, membersihkan diri setelah selesai ia keluar kamar menuju ruang makan,


dan ternyata dev juga tidak ada, namun terlihat gelas bekas teh masih ada dimeja.


itu artinya ia sudah bangun dan sudah pergi.


"mbok sari liat mas dev?" tanya adel kepada mbok sari yang sedang membuatkan susu untuk adel.


kebiasaan adel setiap pagi ia pasti minum segelas susu hangat.


"pagi-pagi sekali sudah berangkat non" kata mbok sari menjawab pertanyaan adel.

__ADS_1


"mmmm, terimakasih mbok" sambil menerima gelas susu dari tangan mbok sari.


"sama-sama non"


selesai dengan sarapannya adel kembali kekamar, mengambil tas dan blazer, setelah dirasa cukup, kemudian keluar kamar menuju dapur lagi.


"mbok, adel berangkat dulu" pamit adel pada mbok sari sambil memcium punggung tangan mbok sari.


"iya non, hati-hati sukses selalu buat non adel" kata mbok sari diselipi do'a.


setelah mengucap salam adel begegas keluar rumah menuju mobilnya.


"pagi padhe" sapa adel pada supir pribadinya.


sebenarnya ini supir kantor hanya saja karena adel butuh supir akhirnya dijadikan supir pribadi.


dari dulu adel tidak mau memakai jasa supir, ia pikir ribet jika kemana-mana diantar supir.


adel lebih memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri, dulu jika malas menyetir, adel meminta dev untuk mengantarnya.


"terimakasih pak, jemput jika sudah adel telpon" kata adel kepada supirnya.


"baik non" jawab pak supir.


kemudian adel bergegas turun dari mobil menuju pintu kantor


"pagi pak" sapa adel pada security penjaga pintu


"pagi juga bu" balas security


begitu masuk kantor adel menyapa karyawannya.


"pagi semua" sapanya pada karyawan yang ia temui diruang paling depan dalam kantornya.


"pagi juga bu adel" kompak mereka menjawab.


sosok adel yang sangat ramah membuat para karyawan tak begitu sungkan jika berpapasan dengan adel.


tapi tetap menjaga hormat sebagai bawahan kepada atasan.


lain halnya dengan dev yang selalu bersikap dingin kepada para karyawan, adel justru sebaliknya.


dari awal adel datang kekantor sikapnya langsung disukai semua bawahan


bahkan penampilannya menjadi inspirasi bagi staf wanita.


adel sendiri tak keberaran jika ada karyawan yang meniru gayanya. karena itu justru kedatangannya kekantor juga memberi manfaat lain bagi bawahannya.


"assalamu'alaikum" adel mengucap salam ketika hendak memasuki ruangan.


"wa'alaikumsalam" jawaban terdengar dari dalam ruangan.


adel masuk ketika sudah dipersilahkan.

__ADS_1


"pagi kakaku yang paling cantik sejagad raya" kebiasaan adel selalu menyapa kakanya dulu begitu sampai kantor.


bercerita panjang kali lebar kali tinggi, namun kadang tidak ketemu volumenya.


adel akan kembali keruangannya setelah mengadukan hal apa yang terjadi setelah pulang kantor sampai kekantor lagi.


kadang ada hal yang penting, kadang juga hanya hal-hal sepele.


namun apapun itu shanum tetap mendengarkan, dan memberi saran jika diperlukan.


setelah mengucapakan selamat pagi, adel duduk seperti biasa didepan shanum yang sudah sibuk dengan berkasnya.


"pagi juga adeknya kaka yang paling luar biasa hebatnya" jawab shanum sambil melihat adel setelah adel duduk didepannya.


"sepagi ini kaka udah sibuk?" tanya adel yang melihat begitu banyak tumpukan berkas di meja kerjanya


"ini akhir bulan de, kita akan tutup buku"


"ah kaka benar, itu artinya sebentar lagi kiata gajian, udah ga sabar nunggu awal bulan" kata adel dengan gaya ceria seperti karyawan pabrik yang baru dapat gaji bulanan.


shanum yang melihat tingkah adel hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum


"emangnya kamu mau beli apa de kalo udah gajian" tanya shanum mengikuti akting adik kesayangannya.


"adel mau beli parfum itu loh ka, yang belum launching, uhhhh pasti mahal banget, makanya adel nunggu gajian" gayanya sudah seperti orang susah.


padahal kalau adel mau jangankan membeli parfum, membeli pabriknya juga ia bisa.


"kaka punya voucher khusus, kalau adel bawa voucher dari kaka, adel bukan hanya bisa duduk dikursi VIP saat launching produk, tapi adel juga bisa dapet diskon alias adel bisa beli dengan harga yang lebih murah"


shanum menjelaskan sambil mengeluarkan voucher dari dalam tasnya.


ia mendapatkan voucher tersebut dari teman yang belum lama ia kenal, sekaligus model dari produk yang akan segera launching.


"benarkah?" tanya adel antusias


"heemm" jawab shanum sambil menganggukan kepala "acaranya akan dimulai tiga jam dari sekarang" kata shanum memberitahu


"pergilah" lanjut shanum lagi


"hey ka, aku harus bekerja, bagaimana bonus absensiku akan keluar jika aku bolos kerja" kata adel yang masih mencoba akting menjadi rakyat jelata.


" kaka akan mengeluarkan bonus sebanyak yang adel inginkan, tenang saja kaka yang pegang kendali keuangan disini, bahkan kita nanti bisa memanipulasi datanya"


shanum mengikuti permainan adel.


seketika ruangan menjadi gaduh karena suara tawa mereka berdua.


"baiklah adel akan bersiap, tapi sebelumnya adel mau memeriksa pekerjaan adel dulu, biar nanti selebihnya sifa yang handle" kata adel


"itu lebih baik, jangan mengabaikan tanggung jawab" shanum memperingatkan


"hey ka, yang tadi nyuruh supaya pergi siapa, sekarang berkata seperti itu, menyebalkan sekali" adel berkata dengan bibir dimanyunkan pura-pura merajuk.

__ADS_1


shanum tertawa melihat tingkah adiknya yang menurutnya masih seperti adik kecilnya dulu "baiklah kaka minta maaf"shanum berkata setelah menguasai tawanya.


dev yang tadinya ingin menemui shanum, ia urungkan mengetuk pintu setelah mendengar suara tawa adel diruangan shanum.


__ADS_2