
"ka terimakasih, karena sudah menjadi sosok ibu ayah juga kaka buat adel" akhirnya hanya kalimat itu yang terucap.
Shanum hanya tersenyum sambil terus mengelus rambut adel.
tak terasa malam semakin larut dan adel tertidur dipangkuan shanum.
Shanum membenarkan posisi adel, menidurkan diranjang.
"tidurlah adikku, kamu sudah berjuang keras, besok saatnya memulai petualangan baru" gumam Shanum sambil menyelimuti adel.
setelah semua dirasa cukup, shanum pergi keluar kamar, ingin mengabari Dev bahwa malam ini adel tidak pulang.
Shanum begitu terkejut ketika mendapati begitu banyak panggilan tak terjawab dan juga pesan.
tak membaca pesannya lebih dulu shanum langsung menghubungi nomor dev.
disisi lain dev yang sedang gelisah menunggu adel pulang dikejutkan dengan suara dering ponsel.
tanpa melihat nama si pemanggil dev langsung menekan tombol hijau pada layar ponselnya.
dev langsung tau kalau yang melakukan penggilan adalah shanum.
dev menyetel nada dering diponselnya khusus untuk kontak bernama Shanumku dan dibelakangnya diksih emot love
"assalamu'alaikum" Shanum mengucap salam setelah panggilannya terhubung dengan dev
(wa'alaikumsalam) dev menjawab salam
"dev aku hanya mau meberi tahu bahwa malam ini adel tidak pulang, dia menginap ditempatku" setelah selesai berbicara shanum langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari dev.
Shanum kembali kekamar setelah selesai memberi kabar pada dev, ia membaringkan tubuhnya disamping adel. mencoba ikut memejamkan matanya.
bersiap menyambut esok hari sebagai hari baru untuk perjalanan hidup adel.
pagi hari Shanum sudah selesai dengan ritual membersihkan diri ketika adel baru membuka mata.
"pagi de, gimana tidurnya semalam?" sapa shanum saat melihat adel bangun.
"pagi juga kakaku sayang, nyenyak banget ka, itu semua karena kaka cantikku, terimakasih ka" jawab adel masih dengan posisi duduk diranjang.
"mandi dulu sana, kemudian shalat"
"iya ka"
adel bergegas keluar kamar Shanum menuju kamarnya sendiri,
Adel meletakan sisir kembali ketempatnya ketika terdengar ketukan pintu.
"masuk" suara adel dari kamar
"sarapan de" kata shanum sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar adel..
"ayo" dengan semangat adel menggandeng tangan Shanum
sepertinya mulai hari ini adel sudah mengakhiri masa dilemanya.
pagi ini ia begitu bersemangat menyambut hari.
"semangat sekali kelihatannya" kata shanum sambil terus berjalan menuju ruang makan.
__ADS_1
"harus donk, petualangan baru segera dimulai"
"ini baru adiknya kaka yang luar biasa"
sesampainya dimeja makan mereka melihat sarapan sudah terhidang, sangat menggugah selera.
"ini kaka yang masak" tanya adel sambil melihat kearah kakanya.
"hmm" jawab shanum sambil tersenyum
"wahhh kaka memang hebat, besok-besok aku harus belajar memasak dari kaka"
"kaka siap mengajarimu"
akhirnya mereka makan bersama dengan tenang
"adel bantu ya" kata adel sambil membawa piring kotor menuju watafel
shanum hanya menganggukan kepala.
"sudah de taruh saja, tidak usah dicuci" kata shanum melarang adel mencuci piring.
"kenapa" tanya adel
"biar nanti bibi saja yang nyuci"
"oke"
adel meninggalkan piring bekas makan lalu menuju ruang tengah.
Shanum mengikuti dari belakang.
adel ingin merubah penampilannya lebih elegan.
"ka kita pergi satu jam dari sekarang"
"siap"
ruang tengah yang didesain menghadap taman, ketika pintu kaca digeser semerbak aroma bunga menerpa indra penciuman.
adel yang memang pecinta bunga menginginkan taman bunganya dijaga dan dirawat meskipun sudah tak tinggal ditempat ini lagi.
'Rindunya suasana seperti ini' gumam adel dengan msih posisi duduk disofa menghadap hamparan aneka bunga dihadapannya.
"sering-sering main kesini" kata Shanum yang mendengar dengungan kecil adel.
kemudian adel mengatakan bahwa mulai besok ia ingin tinggal disini lagi "mulai besok adel mau tinggal disini" katanya.
"mana bisa seperti itu" shanum keberatan dengan keinginan adel, bukan karena adel tak boleh tinggal dirumah ini lagi
tapi karena status adel kini sudah memiliki suami, tak baik tinggal sendiri-sendiri.
apapun masalahnya mereka harus tatap tinggal bersama, sampai menemukan titik terang untuk menyelesaikan masalahnya.
"kenapa tidak?" tanya adel
"de, kamu kan sekarang sudah menjadi seorang istri, sudah menjadi kewajiban istri mengikuti kemana suaminya pergi" shanum menasehati adel
"biarkan saja, dia saja sama sekali tak pernah menganggap adel istri"
__ADS_1
adel masih tetap menatap hamparan bunga didepannya, sedangkan shanum tak menanggapi lagi kata-kata adel.
"pergi sekarang yu de" kata shanum mengajak adel pergi daripad terus ngomong yang entah kemana tujuannya.
"adel ambil tas dulu" adel berjalan menuju kamarnya mengambil tas tak lama kemudian ia turun masih dengan baju yang sama.
"kamu tidak ganti baju de?" tanya shanum yang melihat akhir-akhir ini adel tak terlalu memperhatikan penampilannya.
"gini aja juga udah cantik" jawab adel cuek sambil melenggang keluar.
shanum yang memang sudah siap dari tadi mengekor dibelakangnya.
saat hendak mencapai pintu depan tiba-tiba ponsel shanum berdering.
shanum menggeser tombol hijau, setelah shanum mengucap salam, terdengar dari sebrang menjawab salam dan menanyakan keberadaan shanum,
"hari ini aku tidak ke kantor dev, aku masih ada urusan dengan istrimu" shanum menjawab pertanyaan dev
(urusan apa) tanya dev dari sebrang telpon
"urusan perempuan" jawab shanum sambil membuka pintu mobil hendak duduk dibelakang kemudi.
namun adel ternyata sudah duduk didepan setir, sedang menunggu dirinya,
"kali ini aku yang jadi supir" kata adel
shanum hanya mengatakan oke lewat gerakan jarinya.
shanum memutar, membuka pintu samping setelah masuk, adel mengemudikan mobilnya keluar gerbang.
memecah jalanan kota dengan kecepatan rata-rata.
setelah sampai ditempat tujuan adel memarkirkan mobilnya, berjalan menuju butik langganan.
hari ini banyak barang yang ingin adel beli, terutama baju, tas dan sepatu untuk menunjang penampilannya.
setelah cukup barang yang dibeli ternyata matahari sudah lewat diatas kepala, menandakan hari sudah siang, bahkan jam makan siang juga sudah terlewat.
"ka sepertinya adel melewatkan sesuatu" kata adel sambik berfikir apa yang belum ia lakukan.
"ada yang kurang de, apa yang belum kamu beli?" tanya shanum
"adel lupa ternyata kita belum makan siang" adel berkata sambil nyengir kuda
"kirain ada yang belum kebeli, ya udah ayo nyari makan dulu"
akhirnya mereka mencari makan yang letaknya dilantai 3.
setelah selesai makan mereka mampir dulu kesalon kecantikan, adel ingin penampilan perdananya kekantor membuat orang lupa berkedip.
meski sering kekantor tapi hanya sekedar mampir, kali ini ingin stay dikantor selama jam kerja,
sudah lama adel tidak melakukan perawatan diri, tepatnya setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata tak benar-benar mencintainya.
selesai dengan semua urusan saat mentari sudah kembali keperaduannya,
kali ini mereka pulang kerumah adel, setelah mengantar adel shanum kembali kerumah peninggalan ayahnya.
malam ini tidak lagi menginap karena shanum ingin mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda dan sudah diantar kerumah oles staf kantor.
__ADS_1