Dimanja Tanpa Cinta

Dimanja Tanpa Cinta
berbaikan


__ADS_3

adel berfikir apakah dev mulai cemburu, namun ia buru-buru menepis pikiran itu. ia tak ingin melayang tinggi namun pada akhirnya terhempas lagi kedalam jurang.


"aku hanya ingin kamu pulang denganku, jangan menanyakan alasannya" kata dev, karena dev sendiri juga tak tau alasannya


adel yang memang masih memiliki cinta yang luar biasa untuk dev dalam hati bersorak riang ketika dev mengajaknya pulang bersama.


meski menepis pikiran dev cemburu, namun ia tetap senang karena dev ingin ia bersamanya.


selain itu juga karena adel sadar akan tanggung jawabnya sebagai seorang istri.


"baiklah" akhirnya adel ikut pulang berasama dev.


setelah membayar es kelapa yang adel pesan tadi, adel bergegas kembali menuju mobil evan yang sedari tadi masih setia menunggunya.


"mau kemana?" tanya dev yang melihat adel justru berjalan kearah mobil evan, bukan mobilnya


"aku harus mengucapkan terimakasih karena dia sudah menemaniku"


dev hanya menganggukan kepala lalu pergi menuju mobilnya,.


sesampainya adel dimobil evan, ia mengetuk kaca mobilnya,


evan yang sedang asyik mendengarkan musik diponselnya tak begitu mendengarkan ketukan dikaca mobilnya.


sudah berkali-kali adel mengetuk namun evan tak kunjung juga membuka.


ingin rasanya adel memukul kaca mobil evan menggunakan batu, namun takut kena pasal karena sudah merusak barang milik orang lain.


lelah adel mengetuk terus namun tak kunjung dibuka.


ketika adel hendak pergi terdengar suara memanggil namanya.


"del" panggil evan yang sudah keluar dari mobilnya


"udah siuman?" jawab adel ketus


"maaf, q menggunakan headset, ga denger kamu panggil"


"aku kira pingsan"


"mau kemana?" tanya evan yang melihat adel hendak berjalan kearah mobil dev


"pulang"


"ga minta dianterin?"


"aku pulang bareng dev, tadi hanya ingin pamit sekalian bilang makasih udah nemenin seharian ini" kata adel setelah mendekat kembali kearah evan.


"okey" jawab dev singkat


"lain kali kita bisa bertemu lagi kan?" tanya dev


"liat saja besok" kata adel, "aku pulang el, kamu hati-hati" lanjut adel lagi.


evan hanya menganggukan kepalanya, sedangkan adel berjalan menuju mobil dev.


"mau langsung pulang?" tanya dev setelah adel sampai dimobilnya.


"hemm" jawab adel singkat.

__ADS_1


dev menjalankan mobilnya setelah adel masuk dan memasang sabuk pengaman.


butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai rumah, karena jaraknya lumayan cukup jauh.


beruntung jalanan lancar, jika terjebak macet mungkin saja mereka bisa sampai rumah lebih dari satu jam.


☆☆☆☆


"pagi ini berangkat bareng del" dev berkata pada adel saat adel sedang memoles wajahnya didepan cermin


"kenapa?" tanya adel, tak biasanya dev mengajak berangkat bersama.


"aku ingin memperbaiki semuanya" kata dev


"aku ingin kita memulai dari awal, maafkan aku jika selama ini aku menyia-nyiakan cinta tulusmu" dev melanjutkan kata-katanya lagi


sementara adel masih diam mendengarkan, belum ada niatan untuk menyahut kata-kata dev.


"aku sadar, ternyata aku sangat merasa kehilangan sosok istri setelah perubahan sikapmu" kata dev lagi.


dev diam menunggu reaksi adel, namun adel masih saja tak ingin bersuara.


"jujur aku merindukan adel yang manja, adel yang periang, adel yang bawel, aku baru menyadari sekarang ternyata semua itu justru obat dari lelahku"


"dulu aku merasa hidupku tak memiliki tujuan, tapi sekarang justru lebih tak memiliki arti"


"del aku merindukanmu, jadilah adelku yang dulu"


dev mengakhiri kata-katanya sambil bersimpuh dikaki adel, adel yang tak siap dengan kelakuan dev, merasa gugup sendiri.


"bangunlah mas, tak perlu sampai seperti itu" kata adel meminta dev untuk bangun.


bahkan tak ada pancaran keterpaksaan di mata dev.


"aku sudah memaafkanmu mas, jadi bangunlah"


adel bangkit dari duduknya, kemudian membantu dev untuk bangun.


tanpa aba-aba dev memeluk adel, adel yang tak siap hanya pasrah dalam pelukan dev.


jujur saja adel juga sangat merindukan pelukab dev, jika dulu dev memeluknya dengan terpaksa adel berharap sekarang pelukan dev adalah pelukan kasih sayang.


"terimakasih del, terimakasih sudah memafkanku, aku janji akan menyayangimu selalu"


adel tidak menjawab hanya menepuk-nepuk punggung dev.


"mari kita sarapan katanya mau berangkat bareng" akhirnya dev melerai pelukannya setelah mendengar kata-kata adel yang mengajak sarapan.


mereka turun menuruni tangga sambil bergandeng tangan,


tersirat rasa bahagia dihati adel karena pada akhirnya dev bisa mencintainya seperti yang ia harapkan.


sesampainya diruang makan mereka masih terus begandeng tangan,


mbok sari yang melihat adegan tersebut merasa sangat senang.


tersirat do'a dalam hati mbok sari, semoga mereka terus bersama dan bahagia selamanya.


mbok sari mengAamiinkan do'anya sendiri.

__ADS_1


"pagi mbok" sapa adel pada mbok sari, kemudian duduk dikursi yang sudah dev siapkan


"terimakasih" kata adel pada dev sambil menampilkan senyum termanisnya..


dev hanya menganggukan kepala sambil tersenyum juga.


"pagi juga non" balas mbok sari.


adel mengambilkan nasi kemudian menaruhnya dipiring dev


"sudah cukup" kata dev ketika adel ingin menambahkan nasi lagi


kemudian adel beralih mengambilkan lauk.


setelah selesai melayani piring dev, adel mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri.


mereka makan dalam hening, tak ada yang berbicara, hanya dentingan sendok dengan piring yang terdengar merdu.


selesai makan mereka berangkat kekantor bersama.


☆☆☆☆


disisi lain shanum yang sedang menikmati sarapan dikantor tiba-tiba dikagetkan oleh tamu tak diundang.


"pagi kaka cantik" sapa evan, ternyata tamu tersebut adalah evan yang sengaja datang kekantor shanum untuk menemuinya.


"pagi juga van" balas shanum kemudian melanjutkan sarapannya lagi.


evan dengan setia menunggui shanum menyelesaikan sarapannya.


shanum sendiri tak ada niatan untuk bertanya selama makanan didepannya belum berpindah sepenuhnya kedalam perut.


"ada apa van, ini masih terlalu pagi untuk bertamu" kata shanum setelah menyelesaikan makanannya.


"rindu kaka cantik" kata evan tanpa basa-basi


shanum heran sendiri, tidak biasanya evan memanggilnya dengan sebutan kaka,


shanum seperti mengingat sesuatu, dulu juga ada seseorang yang memanggilnya kaka cantik namun shanum lupa siapa orangnya.


"jangan menggombal sepagi ini" kata shanum menanggapi ucapan evan.


sedangkan evan hanya nyengir kuda.


"sejak kapan kamu memanggilku kaka?" tanya shanum


"sejak aku tau kalau kamu kaka cantikku" kata evan semakin membuat shanum penasaran.


"sebenarnya kamu siapa, mungkin juga kamu salah orang, aku tidak mempunyai adik sepertimu"


"tidak salah, kamu ka shanum kaka cantikku"


"evan berhentilah bercanda, sebentar lagi jam kerja dimulai, dan aku harus segera bekerja"


"aku tidak bercanda kaka cantik, apa kaka benar-benar tak mengingatku?"


mendengar pertanyaan dari evan, shanum kemudian memperhatikan seluruh wajah evan, mungkin saja ada bagian yang dia kenali dari wajahnya.


namun hasilnya nihil, shanum tetap tak bisa mengenali evan,

__ADS_1


shanum menggelengkan kepala lalu berkata "aku tak bisa mengingatmu sama sekali"


__ADS_2