
sebenarnya adel penasaran bagaimana evan gajah imut sibaik hati bisa berubah seperti ini, apa dia mengalami metamorfosis' batin adel.
namun adel tidak menanyakannya, menunggu evan sendiri yang bercerita.
atau jika evan tidak bercerita mungkin lain kali ia bisa menanyakannya.
hari sudah sore ketika mereka keluar dari tempat mereka makan.
"el pulang yuh udah sore" kata adel ketika memasuki mobil evan
"minta tumpangan?" tanya evan sambil mengangkat satu alisnya bermaksud menggoda
"tidak, hanya minta diantarkan pulang"
"sama kali"
adel hanya nyengir kuda, kemudian evan mengemudikak mobilnya,
adel tidak mengatakan alamatanya, dan evan juga tidak bertanya,
evan melajukan pelan mobilnya, membelah ramainya jalanan kota.
karena memang jam pulang kerja, jalanan sangat ramai bahkan kadang macet.
"mau kemana?" tanya adel ketika sadar bukan jalan menuju rumahnya.
"pulang" jawab evan singkat
"kemana?"
"entah"
"menyebalkan sekali, jangan-jangan kamu mau menculikku ya, ngaku, kamu bukan elpan kan?" tanya adel sambil memukul-mukul bahu dev
"hentikan del, nanti kita bisa kecelakaan"
adel yang sadar langsung menghentikan aksinya.
"kita akan pulang, tapi setelah bersenang-senang" kata evan lagi
adel tidak menjawab, ia mengikuti saja kemana evan akan membawanya pergi, toh dia punya ilmu bela diri jika pria disampingnya hendak macam-macam, pikir adel.
hari semakin senja namun tak ada tanda-tanda evan akan memarkirkan mobilnya disuatu tempat.
mobil hanya berputar-putar di ibu kota, melewati setiap jalanan yang ada, adel merasa aman ketika menyadari mereka masih berada di ibu kota, meskipun lewat jalan berbeda.
"sebenarnya kita mau kemana?" tanya adel ketika mobil tak juga berhenti
"maunya?" tanya evan balik
"elpan kamu bener-bener menyebalkan ya?" adel semakin kesal karena evan bukannya menjawab pertanyaannya tapi justru malah balik bertanya.
adel tak habis pikir dengan kelakuan evan yang hanya muter-muter tanpa tujuan.
bahkan berhenti di pom bensin sampai dua kali untuk mengisi bahan bakar.
"ya ya ya, model Te Op Pe kaya kamu pasti banyak duit, tapi ga perlu kan sampe pemborosan bahan bakar begini, unfaedah banget" gerutu adel
sedangkan evan hanya tersenyum menanggapi omongan adel.
__ADS_1
evan tetap melajukan motornya tanpa peduli muka adel yang sudah mulai kusut.
"jika tidak mengatakan kita mau kemana turunkan aku disini!" seru adel ketika evan tak menanggapinya.
"lalu?"
"aku mau naik taxi"
"tidak ada taxi disini, lihatlah"
dan ketika adel melihat keluar,, adel baru sadar ternyata mereka sedang berjalan lewat jalan tol.
tidak bisa menurunkan penumpang sembarangan dijalan bebas hambatan ini.
bahkan taxi juga mungkin saja tidak akan mau menaikan penumpang.
"dan lihatlah mobil dibelakang" kata evan tanpa menoleh kearah adel, masih tetap fokus mengemudikan mobilnya
seketika adel menoleh kebelakang, adel sangat terkejut ketika sadar mereka sedang diikuti.
dan lebih terkejut ketika tau mobil siapa yang sedari tadi mengikutinya..
"bagaimana bisa?" gumam adel pelan namun masih bisa didengar oleh evan.
"tentu saja bisa karena belakangnya a, kalo belakangnya u jadi ga bisa ngomong" kata evan mengikuti kata-kata adel
"hey itu kata-kataku, dasar plagiat" gerutu adel, sambil memanyunkan bibirnya,
"sudah cantik tidak usah dicantik-cantikan nanti makin cantik aku bisa khilaf" kata evan sambil mengedipkan satu matanya
"mesum"
ha ha ha
"evan kenapa dia mengikuti kita?" tanya adel setelah evan berhenti tertawa.
"kamu mengenalnya?"
"sejak kapan kamu sadar kita di ikuti?" adel bertanya lagi tanpa menjawab pertanyaan evan
kemudian evan menceritakan bahwa ia sadar ada mobil yang mengikuti sejak pengisian bahan bakar pertama kali
tadinya evan biasa saja ketika ada mobil dibelakangnya berjalan santai seperti dirinya
pikir evan mungkin dia juga sedang menikmati perjalanan
namun saat evan selesai mengisi bahan bakar untuk pertama kalinya dan melaju lagi membelah jalanan, mobil tersebut berjalan dibelakangnya lagi.
sampai di pengisian bahan bakar yang kedua kalinya, ternyata mobil tersebut masih mengikuti dan bahkan ikut mengisi bahan bakar.
sejak itu evan semakin yakin bahwa mereka sedang diikuti.
"kamu mengenalnya?" tanya evan lagi karena tadi belum mendapatkan jawaban dari adel.
"hemmm" jawab adel singkat sambil menganggukan kepalanya.
"siapa?"
"suamiku"
__ADS_1
"what" teriak evan bahkan mengerim mendadak membuat mobil deibelakangnya hampir menabrak.
"kalau mau bunuh diri jangan ajak-ajak" adel yang terkejut spontan memegang dadanya.
"sorry" evan juga sama terkejutnya ketika mendengar adel mengatakan suaminya.
makian dan umpatan dari pengendara lain terdengar sangat jelas, namun evan tak mempedulikannya.
ia hanya tak habis pikir yang mengikuti dari tadi ternyata suami dari wanita yang sedang ia bawa.
alasan utama kenapa evan hanya menyusuri jalanan kota karena ingin tau sejauh mana mobil dibelakangnya mengikuti.
dan juga ingin tau apa tujuannya mengikuti, karena seingatnya dia tidak memiliki musuh.
terjawab sudah tanda tanya dikepalanya, mau sejauh apapun dia membawa istri orang pergi, suaminya tetap akan mengikuti.
"kenapa dia bisa mengikuti kita?" tanya adel ketika sudah bisa menormalkan detak jantungnya.
"seharusnya aku yang tanya" jawab evan sambil mengemudikan mobilnya perlahan.
"apa dia menghubungimu?" tanya evan
"tidak" jawab adel, namun sedetik kemudian adwl menjawab "iya"
"kapan?"
"waktu makan siang"
adel ingat waktu makan siang tadi dev bertanya dia sedang ada dimana namun tak menanyakan dengan siapa
adel hanya menjawab sedang makan siang kemudian menyebutkan nama restoran tempat ia makan.
mungkin sejak itu dev langsung menyusul tempat adel dan mengikuti kemana adel pergi. pikirnya.
'tapi untuk apa dia mengikutiku' batin adel sambil menengok kebelakang.
"kenapa?" tanya evan yang tau dari tadi adel selalu melihat kebelakang.
"ga apa-apa"
"apa dia akan memukuliku karena aku membawa istrinya, atau bahkan dia akan membunuhku, apa sekejam itu suamimu?" tanya evan berangan-angan sendiri
"itu tidak mungkin"
"setelah keluar jalur ini, kamu boleh turun, kamu bisa pulang dengan suamimu"
adel tak menyahut, ia masih begitu penasaran kenapa dev terus mengikutinya, bahkan sampai berkeliling kota.
ketika keluar jalan tol, evan tidak segera memarkirkan mobilnya.
ia masih menjalankan mobilnya secara perlahan bermaksud agar mobil yang mengikutinya berjalan mendahuluinya dan berhenti didepannya
namun sepertinya itu tak akan terjadi, tidak ada tanda-tanda mobil dev mempercepat lajunya.
"kenapa suamimu tidak mendahului kita, padahal aku sudah jalan perlahan?" tanya dev
"kenapa kamu tak menanyakan padanya lngsung" kata adel
"itu bukan ide yang buruk" dev berkata sambil memilih tempat untuk memarkirkan mobilnya.
__ADS_1
seperti kata adel ia hanya ingin bertanya kenapa dev terus mengikutinya.
padahal jika mau dia bisa mendahului dan mencegat perjalanan mereka.