
"terimakasih" hanya kata itu yang mampu adel ucapkan.
setelah sedikit obrolan namun sangat berkesan akhirnya mereka tertidur.
pagi kembali menyapa,
"pagi sayang, morning kiss" sapa dev ketika melihat adel membuka matanya.
dev sudah lebih dulu bangun, setelah membersihkan diri ia memilih tiduran disampung adel dengan pakaian santainya.
hari ini ia berniat berangkat kekantor lebih siang dari biasanya.
adel yang tak siap dengan perlakuan dev hanya pasrah mendapat ciuman dipagi hari lalu membalas "pagi juga mas"
"jam berapa ini, apa aku kesiangan?" kata adel lagi bertanya.
"tidak sayang, ini masih puku lima, jika masih mengantuk tidurlah lagi" balas dev
"aku ingin mandi, tapi badanku sakit semua" adel merasakan seperti habis digebugi masa satu kampung.
"biar aku bantu kekamar mandi" dev menggendong adel kekamar mandi, meletakannya dibathtub kemudian mengisinya dengan air hangat.
"mau dibantu mandi?" tanya dev
"tidak, terimakasih aku bisa sendiri"
"baiklah aku tunggu dikamar"
setelah kepergian dev, adel menambahkan sabun aromaterapi kedalam air, ia ingin berendam melepas lelah.
setelah dirasa sudah mendingan adel keluar dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan ditubuhnya, hanya menutup bagian dada kebawah sampai paha.
sedangkan handuk kecil ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.
dev yang melihat penampilan adel, justru merasa adel sedang menggoda.
"apa kamu sedang menggodaku?" tanya dev dengan terus menatap adel.
"aku hanya lupa membawa baju ganti"
"aku bantu mengeringkan" dev mengambil alih handuk yang ada ditangan adel kemudian membantu mengeringkan rambutnya.
ditengah-tengah kegiatan membantu adel ia selingi dengan gerakan lain.
dev yang awalanya hanya mencium rambut adel kini turun beralih mencium telinga dan leher putih adel.
"apa yang kamu lakukan mas" adel merasa dev akan berbuat lebih jika dibiarkan, bukan ia tidak mau melayani suaminya, namun olah raga semalam masih membuat adel merasakan efek lelahnya.
"aku hanya ingin mencium, shampo apa yang kamu gunakan kenapa wangi sekali?" modus dev bertanya
"hanya sampo yang ada dikamar mandi" jawab adel heran, tak bisanya dev bertingkah seperti itu.
"badanmu juga harum, sabun apa yang kamu pakai?"
"sabun yang ada dikamar mandi juga"
__ADS_1
"kenapa tidak sewangi ini jika aku yang memakainya?"
"wanginya sama" jawab adel ingin dev segera mengakhiri dramanya.
"sepertinya rambutku sudah kering aku akan berganti baju" adel berkata lagi sambil berlalu menuju ruang ganti.
'sial, sepertinya dia sudah menjadi candu bagiku, beruntung aku bisa menahan' seperginya adel dev mengumpat sendiri.
sedangkan adel lebih memilih berganti pakaina diruang ganti, untuk menghindari terkaman dari lelakinya.
selesai berpakaian adel keluar dengan rambut yang masih berantakan, justru itu terlihat lebih seksi dan menggoda bagi dev.
'ahh kenapa dia selalu saja terlihat menggoda' batin dev
adel yang merasa dev melihatnya dari tadi, pura-pura acuh,
ia duduk dimeja rias, menyisir rambutnya, memoles bedak tipis-tipis tak lupa memakai lipice agar bibirnya tidak terlihat pucat.
meskipun tanpa apapun bibir adel sudah terlihat merah alami, membuat siapapun yang memandang ingin mencicipi.
"kenapa cantik sekali, kamu mau kemana?" pertanyaan dev membuat adel bingung
pasalnya setiap hari adel juga selalu berpenampilan seperti ini.
'sepertinya hari ini ada yang aneh dengannya' batin adel.
"mau kekantor mas, tapi kenapa mas masih berpakaian seperti itu, mas ga mau masuk kantor?" adel menjawab sekaligus bertanya, ketika tersadar dev masih menggunakan pakaian rumahnya.
"kekantor tapi agak siang"
"masih ingin bersamamu" jawab dev
adel menautkan alisnya, bukankah dari semalam juga sudah bersama 'ada apa sebenarny dengan dev' lagi-lagi adel hanya membatin.
"kamus sehat kan mas?" tanya adel sambil memegang keningnya "suhunya normal" lanjut adel berkata sendiri.
"yang sakit disini" jawab dev menangkap tangan adel kemudian membawanya memegang dadanya.
"apa kamu tidak merasakan?" tanya dev
adel hanya menggelengkan kepala bukan hanya sebagai tanda tidak merasakan atas pertanyaan dev, namun juga sebagai tanda ia tak mengerti dengan kelakuan dev pagi ini.
"coba rasakan, bukankah berdetaknya lebih kencang dari biasanya, itu tidak normal" kata dev lagi.
"apa kamu mau ditemani kedokter mas?" tanya adel memberi solusi
"aku lapar" rengek dev
"baiklah kita turun sekarang, sarapan dulu setelah itu aku antar kedokter" adel merasa dunianya sekarang terbalik, kenapa malah jadi dev yang terlihat sangat manja.
"aku tidak ingin makan dibawah"
"aku ambilkan, aku bawa kekamar"
"tidak mau makan masakan mbok sari"
__ADS_1
"aku masakin dulu"
"engga mau juga"
adel benar-benar bingung dibuatnya, tidak tau lagi apa yang harus dilakukan, 'kenapa dia bertingkah seperti bayi' adel menggerutu sendiri didalam hati.
"kamu mau makan apa mas"
"makan kamu" jawab dev yang sudah semakin mendekat.
kemudian mencium bibir adel perlahan, semakin lama ciuman semakin dalam dan menuntut lebih.
ketika tangan dev hendak membuka kemeja yang adel kenakan, tiba-tiba terdengar ponselnya bergetar
drttt drttt
ponsel yang ditaruh diatas nakas, meski tak ada nada dering namun getarannya sangat terdengar jelas,
sekali dua kali dev masih membiarkan, namun untuk ketiga kalinya adel berbicara "sepertinya penting"
"mengganggu saja" gerutu dev kemudian mengambil ponselnya, namun saat ponsel sudah ditangan ternyata panggilannya sudah berhenti.
"siapa?" tanya adel mendekat, sebelum dev sempat meletakan ponselnya lagi.
belum sempat menjawab pertanyaan adel ponsel sudah bergetar lagi,
sebelum menjawab panggilan dev sempat mengarahkan ponselnya kepada adel agar adel membaca nama pemanggilnya.
'kaka ipar?' batin adel namun belum ingin menanyakan karena dev sudah menjawab panggilannya.
(dimana dev?) tanya penelpon dari seberang.
"masih dirumah, tepatnya didalam kamar" jawab dev menjelaskan secara rinci.
(bagaimana bisa, ini sudah jam berapa)
kemudian dev melihat jam yang melingakar ditangannya "jam setengah delapan" jawabnya santai
(kenapa masih dirumah, adel mana? dari tadi aku hubungi ponselnya ga diangkat juga) shanum yang menelpon menanyakan adel
"disini ka" jawab adel yang berdiri didepan dev.
dev sengaja mengaktifkan pengeras suaranya supaya adel bisa mendengar.
(apa yang sedang kalian lakukan, kenapa belum berangkat) tanya shanum sedikit emosi.
bagaimana tidak, hari ini hari penting untuk perusahaannya.
"satu jam lagi kita berangkat" kata dev
(satu jam lagi kita ada rapat penting) kemudian shanum menjelaskan bahwa satu jam lagi akan diadakan rapat dengan klien.
mereka akan mengadakan kerja sama, dan jika kerja sama ini gagal perusahaan akan mengalami kerugian besar karena melepas tambang emas.
namun jika kerjasama ini berhasil perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa.
__ADS_1
shanum tak habis pikir, bisa-bisanya mereka melupakan hal sepenting ini.