Dimanja Tanpa Cinta

Dimanja Tanpa Cinta
kenangan rafa 2


__ADS_3

ada sisipan adegan 21+ meski tidak terlalu vulgar.


🦋🦋🦋🦋


"aku bisa menggantikan adel jika kamu mau" kata siska dengan terus mendekat kearah rafa, memamerkan lekuk tubuh sempurnanya.


"aku hanya mencintai adel, dan hanya menginginkannya" kata rafa cuek.


siska berdecak sebal, "selalu saja adel, apa sih bagusnya dia, aku lebih bisa memberikan apa yang kamu butuhkan"


"kamu sahabatnya, tidak seharusnya seperti itu" kata rafa tak habis pikir dengan kelakuan siska.


"come on baby, tidak ada yang benar-benar tulus didunia ini" siska semakin mendekat kearah rafa.


rafa tidak menyambut namun juga tidak menolak, siska semakin bersemangat karena tak ada penolakan.


sebelumnya siska sudah mengirim pesan kepada adel dengan nomor berbeda, agar tidak ketahuan bahwa dia yang memintanya untuk datang.


beberapa menit yang lalu


(datang kerumah rafa, akan ada pertunjukan)


pesan terkirim dan langsung centang biru dua, adel tak membalas namun langsung bergegas.


15 menit sudah sejak siska berada dirumah rafa, waktu yang dibutuhkan adel untuk sampai ditempat rafa sekitar 45 menit.


itu artinya masih tersisa waktu 30 menit untuk siska menaklukan pertahanan rafa.


"aku akan membuatmu merasakan apa arti cinta yang sesungguhnya" bisik siska ditelinga rafa.


siska mencoba mencium bibir rafa, meski awalnya rafa tak membalas namun tetap tak menolak.


'ini salah' batin rafa, ia mencoba menghentikan aksi siska, namun seauatu dibawah sana sangat ingin dituntaskan.


membuat ia tak kuasa, akal sehatnya seakan hilang, digantikan oleh nafsu yang semakin membara,


siska sangat lihai memainkan perannya, seperti bukan hal tabu lagi bagi anak yang masih berseragam putih abu-abu.


"nikmati saja, setelahnya kamu akan merasakan apa yang sebelumnya belum pernah kamu rasakan" bisik siska lagi.


pada akhirnya rafa larut dalam permainan siska, ia menikmati semua sentuhan yang siska berikan.


siska perlahan membuka penutup rafa, begitu juga kain yang melekat pada dirinya.


keduanya sudah polos tak ada sehelai benangpun yang menempel pada tubuh mereka.


dan terjadilah apa yang memang seharusnya terjadi..


ketika adel sampai dirumah rafa ia melihat pintu depan tak ditutup, adel kemudian masuk, karena memang sudah biasa keluar masuk rumah rafa.

__ADS_1


adel langsung menuju kamar rafa, melihat pintu yang tak tertutup sempurna ia berniat langsung masuk.


namun mendengar suara yang tidak seharusnya ia dengar, akhirnya ia mengurungkan niatnya.


adel sudah berbalik hendak menuruni tangga, ia ingin segera kembali pulang.


namun jiwa keponya meronta-ronta ingin segera tau apa yang terjadi.


adel teringat pesan yang ia terima 'apa pertunjukan ini yang dimaksud' batin adel bertanya.


akhirnya ia kembali menuju kamar rafa, berhenti sejenak, mempersiapkan diri jika memang apa yang ia khawatirkan terjadi.


brakkkkkk


pintu dibuka dengan kasar, membuat dua remaja yang sedang menikamti madu hina segera terlonjak kaget.


terutama rafa, ia tak menyangka jika adel akan datang saat dirinya sedang bercumbu dengan sahabat dari kekasihnya.


siska tersenyum tipis dalam hati ia bersorak karena rencananya berhasil.


namun sebelum ada yang menyadarinya ia pura-pura terkejut dengan kehadiran adel.


"a-adel, i-ini tidak seperti yang kamu lihat" kata siska pura-pura.


adel tak menjawab, ingin rasanya ia menangis, namun sebisa mungkin ia tahan.


"del" rafa tak tau harus menjelaskan bagaimana, rafa pikir seperti apapun ia menjelaskan, namun fakta sudah didepan mata, rafa yakin adel tak akan menerima penjelasan apapun.


rafa mencoba bangkit, ingin meraih celana boxernya.


"diam disitu dan dengarkan aku baik-baik" kata adel ketika melihat pergerakan rafa.


akhirnya rafa hanya diam dengan tubuh yang ditutup selimut.


"rafael giandra, aku delia agasta pernah bersumpah pada diriku sendiri untuk menjaga kehormatanku, demi bisa memberikan yang terbaik untukmu dalam ikatan halal, aku ingin kita sama-sama menjaga agar saatnya tiba kita bisa merasakan apa itu syurga dunia, bukan kenikmatan dalam neraka" sesak dada adel saat mengatakan itu, impiannya bersama rafa hancur seketika karena sahabatnya sendiri.


meski masih bersekolah lanjutan atas, dan selalu bersikap manja, tapi adel sudah bisa berfikir kedepan,


ia tidak akan pernah melakukan hal-hal yang bisa menghancurkan masa depannya.


"rafa, bahkan aku bersedia menikah saat kita sudah lulus sekolah dan usiaku sudah lebih dari 18 tahun, tak masalah jika harus kuliah dengan status sebagai seorang istri,daripada harus terjerumus kelembah neraka, lebih baik menikah muda" adel melanjutkan kata-katanya lagi.


tidak ada yang menanggapi kata-kata adel, siska juga hanya diam menahan geram,


ia pikir adel yang terkenal manja akan mengamuk sambil teriak, terus menangis histeris, melihat kekasihnya bercumbu dengannya.


namun yang ia pikirkan semuanya salah, adel sangat bersikap tenang, berkata dengan nada lembut, tanpa emosi.


"rafa aku tak menyangka jika yang pertama buatmu justru kamu berikan pada wanita yang memang sudah sering berganti pasangan" adel yang memang sudah tau kelakuan siska membeberkan semuanya.

__ADS_1


siska memang selalu menceritakan kepada adel setelah berkencan dengan kekasihnya.


dengan maksud ingin memprovokasi adel agar penasaran dengan rasanya.


namun adel yang selalu dibekali iman oleh shanum tak terpengaruh sama sekali.


"jaga ucapanmu del" bentak siska emosi.


"bahkan chatmu saja masih tersimpan rapih, serapih aku menjaga rahasiamu dan persahabatan kita" kata adel santai.


diam, tak ada lagi yang berbicara, bahkan siskapun tak bisa lagi berkata-kata.


"terimakasih untuk semuanya, untukmu rafa yang sudah menjagaku dan tak memaksaku melayanimu meski kamu ingin, aku hargai itu, dan untukmu siska terimakasih sudah bersedia menjadi sahabatku, meski palsu"


setelah mengatakan itu, adel segera keluar kamar, ia ingin secepatnya sampai rumah, mengadukan apa yang terjadi kepada kakanya.


flash back off


"adel, maafkan aku" racau rafa saat ingatannya kembali kemasa itu.


"ah sial ini semua gara-gara ja***g sialan itu" rafa kembali membuang berkas yang ada dimeja.


radit masih setia berdiri ditempatnya, belum ada niatan untuk bergerak sedikitpun.


"radit aku harus mendapatkan adel kembali" entah sudah keberapa puluh kalinya radit mendengar kalimat itu.


☆☆☆☆☆


disis lain adel justru sedang mesra-mesranya dengan suaminya.


"mau langsung pulang atau jalan dulu?" tanya dev pada adel begitu mereka sudah ada didalam mobil.


"pulang saja, mau mandi dulu nanti kita bisa keluar lagi" adel ingin segera membersihkan diri, seharian dikantor membuat badannya lengket karena keringat.


"siap ratuku"


butuh waktu lebih lama untuk mereka sampai kerumah, karena ini memang jam pulang kerja jalanan tentu saja sangat ramai, bahkan kadang sampai terjebak macet.


"tidak biasanya macet separah ini" kata adel ketika mobil tak bergerak sama sekali.


"sepertinya ada kecelakaan" dev menduga-duga.


🦋🦋🦋🦋🦋


terimakasih atas dukungannya, dan jangan lupa tinggalkan jejak.


love u banyak-banyak


💞💞💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2