
*sebut saja namuku dalam setiap do'amu disepertiga malam terakhir, aku hanya ingin seberharga itu untuk calon imamku, semoga Tuhan mendengar do'amu* shanum tak mengiyakan namun juga tak menolaknya.
mungkin ini sudah waktunya ia memikirkan diri sendiri setelah melihat dimata dev sudah ada cinta untuk adiknya.
(berapa banyak aku menyebut nama kaka cantik, apakah setelah menyebut tiga kali kaka akan hadir didepanku) balasan dari evan
*sebanyak yang kamu mau, sampai Tuhan mengiyakan do'amu*
(siap laksanskan tuan putri)
shanum sudah tak lagi membalas pesan terakhir evan.
ia menyimpan ponselnya kemudian melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena berbalas pesan dengan evan.
sebenarnya shanum belum tertarik sama sekali pada evan, namun apa salahnya mencoba jika evan memang serius.
namun jika evan hanya main-main atau sekedar bercanda, itu juga tak masalah baginya.
shanum hanya pasrah pada ketentuan Tuhan, karena bagi shanum takdir Tuhanlah yang terbaik untuknya.
lagian evan masih seumuran dengan adeknya, usianya masih lima tahun dibawah shanum.
meski dilihat dari fisik evan seperti seumuran dengan shanum namun dari segi umur mereka berbeda jauh.
☆☆☆☆
disisi lain dikediaman evan
"abang udah gila ya" kata perempuan cantik yang usianya enam tahun lebih mudan dari evan, ketika melihat evan senyum-senyum sendiri sambil melihat ponselnya.
"apaan sih" balas evan tak ingin menanggapai kata-kata elis
perempuan cantik itu adalah elis, adik evan satu-satunya, bahkan evan sangat menyayangi adiknya.
meski sering meledek ediknya, namun evan sangat melindungi.
"dari tadi abang senyum-senyum sendiri, hayo berbalas pesan dengan siapa?" tanya elis mulai menggoda
"kepo" balas evan sambil menjulurkan lidahnya.
"abang sedang jatuh cinta ya, cie cie"
"anak kecil tau apa soal cinta, sekolah yang bener jangan mengenal cinta dulu" evan malah menasehati adiknya.
"elis udah bener ko sekolahnya, berangkat tepat waktu, pulang tidak pernah terlambat, ga pernah main sama temen-temen, kalo keluar selalu ditemani abang, kerja kelompok juga selalu dirumah" balas elis panjang lebar.
"abang percaya elis anak yang baik, maafkan abang bukan bermaksud mengekang elis, abang hanya ingin menjaga dan melindungi elis dengan cara abang sendiri, tetaplah menjadi adik kesayangan abang" kata evan lagi.
"elis janji akan jadi gadis penurut" elis berkata sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf v
"abang percaya itu" evan berkata sambil mengacak rambut adik kesayangannya.
__ADS_1
"lis" evan memanggil adiknya, padahal elia masih ada disampingnya.
"ya bang" jawab elis
"jika abang menikah bagaimana?"
"bukankah abang belum selesai kuliah?"
"abang akan menyelesaikan secepatnya"
"kenapa abang ingin cepat-cepat menikah, usia abang baru 21 tahun"
"ga apa-apa, hanya takut kebablasan aja" evan mencari alasan, padahal alasan yang sebenarnya takut shanum dinikahi pria lain.
mengingat usia shanum saat ini sudah menginjak angka 26, usia yang cukup matang bagi wanita untuk membangun rumah tangga.
"apa abang udah punya calon?" elis bertanya, setahu elis selama ini abangnya tidak pernah dekat dengan wanita manapun.
tak ada satupun wanita yang pernah ia bawa kerumah.
semenjak mereka pindah dan menempati rumah baru, hanya pernah sekali seorang wanita mampir kerumahnya, itupun evan tak mau menemuinya.
ketika elis bertanya apa abang tidak punya kekasih.
evan selalu menjawab ingin fokus dengan karir, kuliah dan juga adiknya.
namun sekarang tiba-tiba berkata ingin menikah tentu saja membuat elis kaget sekaligus penasaran,
siapa wanita yang bisa menaklukan hati abangnya.
"what, jadi abang belum punya kekasih tapi sudah ingin menikah?" terkejut elis dengan pernyataan abangnya.
bagaimana bisa ingin menikahi wanita yang bahkan hatinya saja belum ia gapai.
he he he
evan hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.
sebenarnya ia sendiri juga heran dengan perasaannya.
semenjak mengenal shanum bahkan sejak pertama melihatnya, ia sudah sangat tertarik dengan pesona shanum.
☆☆☆☆
sebulan berlalu hubungan antara evan dan shanum semakin dekat,
begitu juga hubungan adel dan dev yang semakin membaik, dev juga semakin posesif, semakin tak ingin jauh dari istrinya.
malam ini mereka sedang berada dibalkon kamar menikmati pemandangan kota dimalam hari.
melihat lampu jalanan kelap kelip seperti bintang dilangit.
__ADS_1
merasakan hembusan angin malam yang menyejukan, sambil menikmati secangkir coklat panas.
"del" panggil dev memulai obrolannya
"iya mas" jawab adel kemudian meneguk coklatnya
jika adel suka dengan coklat panas lain halnya dengan dev yang lebih suka dengan kopi hitam.
"apa tidak sebaiknya kamu berhenti kerja?" tanya dev hati-hati takut menyinggung perasaan istrinya.
"kenapa?" tanya adel meletakan coklat kemeja yang ada disebelahnya.
"aku ………" dev ingin mengatakan sesuatu namun ragu.
"kamu kenapa mas" tanya heran adel, karena tak biasanya dev berbicara gugup terhadapnya.
"aku, aku ingin mempunyai anak darimu" akhirnya keluar juga kalimat yang sejak tadi dev ingin katakan.
adel speechless mendengar pernyataan dari suaminya, ia tak tau harus menjawab apa.
sebenaranya adel juga sangat ingin mendengar kata-kata ini keluar dari mulut dev,
pasalnya semenjak sikap adel berubah, mereka belum pernah lagi melakukan hubungan layaknya suami istri,
meski mereka terlihat mesra dan kompak, namun untuk urusan ranjang dev belum berani meminta haknya.
dan adel pun masih ragu untuk memberikannya, meakipun dulu adel selalu memulainya lebih dulu, namun semenjak tau dev tidak mencintainya, ia menjadi lebih jaim soal urusan ranjang..
"del" melihat adel yang hanya melamun, dev mencoba memanggil
"iya" jawab adel singkat setelah mengembalikan kesadarannya.
"maaf, jika kamu ga setuju kamu bisa menolaknya" kata dev
"bukan mas, adel hanya belum yakin aja"
"kamu masih meragukanku del?"
"bukan meragukanmu mas, sebenarnya adel menunggu kalimat itu kamu ucapkan mas, tapi adel baru 21 tahun takut belum bisa jadi ibu yang baik" jawab adel
"apa kamu ingin melanjutkan kuliahmu" tanya dev memberikan pilihan.
dev ingat dulu waktu dev menikahi adel, adel masih kuliah dan memilih berhenti kuliah demi bisa menikah dengan dev.
padahal dev juga sudah mengatakan akan menunggu sampai adel selesai kuliah,
meskipun sebenarnya hanya basa-basi, karena waktu itu dev sama sekali tak mencintai adel.
namun demi membuktikan cintanya pada shanum dan demi memenuhi permintaan shanum akhirnya dev terpaksa menikahi adel.
🍁flash back🍁
__ADS_1
siang hari dikantin kantor saat jam makan siang karyawan
"siang kakaku yang paling cantik sejagad" kata adel sesampainya dikantin kantor ayahnya.