Dimanja Tanpa Cinta

Dimanja Tanpa Cinta
flash back


__ADS_3

ada sisipan adegan 21+ yang belum cukup umur bisa skip bagian ini


🍁flash back🍁


siang hari dikantin kantor saat jam makan siang karyawan


"siang kakaku yang paling cantik sejagad" kata adel sesampainya dikantin kantor ayahnya.


"siang juga sayang" balas shanum


"wah ada abang ganteng" kata adel begitu melihat dev didepan shanum


biasanya tiap adel kekantor shanum selalu sedang makan sendiri, tapi kali ini dia ditemani seorang laki-laki.


"dia namanya dev, teman kaka dia baru dipindah dari kantor cabang"


shanum tak berani mengakui kalo dev adalah kekasihnya,


melihat sorot mata adel yang memuja dev membuat shanum merasa bahwa adel tertarik dengan sosok dev.


jika shanum mengakui mungkin adel akan kecewa pikir shanum waktu itu.


"hay abang dev, aku adel, ko ga cocok ya kalo abang, baiklah mas dev saja ga apa-apa kan?" sapa adel sambil menjabat tangan dev.


"hay juga del, senyamanmu saja" jawab dev


seminggu setelah perkenalan itu adel jadi lebih sering mampir kekantor sepulang kuliah, tujuannya hanya untuk melihat dev.


"de kamu suka ya sama dev" tanya shanum ketika mereka sedang berada diruang tengah, menonton televisi sambil menikmati cemilan.


adel hanya tersenyum malu, meski sikapnya sangat menunjukan ketertarikannya, namun ia belum berani mengakuinya.


"jika adel mau, kaka bisa membantu adel buat dekat dengan dev" kata shanum lagi setelah tak ada jawaban dari adel


"benarkah?" tanya adel antusias, hilang sudah rasa malunya. shanum menganggukan kepala.


shanum yang paham akan perasaan adiknya, karena setiap hari adel selalu bertanya tentang dev memilih membicarakan masalah ini dengan dev.


dikantor, diruangan dev


"dev aku mau bicara" shanum lebih memilih mendatangi ruangan dev untuk bicara, karena ketika dia berbicara dikantin pada jam makan siang sudah pasti ada adel diasana.


"sepertinya serius, bicaralah sha" kata dev meletakan pulpennya kemudian menatap shanum.


"adel menyukaimu"


"lalu"


"aku ingin kamu membalas perasaannya" shanum berbicara sambil menahan air matanya yang hendak jatuh


"bagaimana denganmu, aku sudah memilikimu dan juga perasaanmu, mana mungkin aku membalas perasaan wanita lain" dev tak habis pikir dengan shanum


"lupakan, lupakan aku, lupakan hubungan kita" sakit, tentu saja, shanum berkata sambil menahan rasa sakit dihatinya.


"apa kamu tak lagi mencintaiku?" tanya dev sedih

__ADS_1


"ini bukan soal cinta, ini tentang prioritas kebahagiaanku"


"maksudmu apa sha? kamu tak bahagia denganku"


"aku bahagia, sangat bahagia, wanita manapun pasti sangat bahagi mendapatkan pria sepertimu, namun kebahagiaan adel jaul lebih membuatku bahagia" shanum berkata seolah tak peduli dengan perasaan dev bahkan perasaannya sendiri.


"sha" tak tau lagi dev harus berkata apa.


"dev berjanjilah satu hal padaku, bahagiakan adikku, dengan kamu menikahinya itu sudah sangat membuktikan cintamu padaku, anggap saja itu caramu untuk membahagiakanku, ku mohon dev" shanum yang tak ingin melihat kekecewaan diwajah adiknya lebih memilih mengorbankan perasaannya.


"kamu bukan hanya mengorbankan hatimu, tapi juga perasaanku sha" kata dev lirih


"maafkan aku"


"aku tidak bisa"


"aku mohon dev, berjanjilah"


"baiklah"


akhirnya dev mengalah karena tak tega melihat sorot mengiba dimata shanum.


🍁flash back off🍁


"del bagaimana?" tanya dev karena melihat adel hanya diam tak menjawab


"iya apa tadi?" tanya adel yang ternyata tak mendengarkan dengan baik pertanyaan dev, karena ia juga sibuk dengan pikirannya sendiri.


"apa kamu ingin melanjutkan kuliah lagi?" kata dev mengulangi pertanyaannya.


"kalo begitu berarti kamu sudah siap jadi ibu" dev menggoda adel.


bagaimanapun juga dev seorang lelaki normal, berbulan-bulan tak melakukan pelepasan tetap merasa ada yang mengganjal.


"mungkin" jawab adel singkat.


"kalo begitu kita mulai usaha dari sekarang" bisik dev ditelinga adel


membuat adel merasa geli.


"mesum" kata adel


"itu artinya aku lelaki normal"


dan akhirnya mereka masuk kedalam kamar menutup pintu balkon.


dev menggendong adel sampai diatas ranjang.


mencoba memulai permainan yang sempat hiatus sekian lama.


dev mencium bibir adel, yang awalnya hanya ciuman lembut menjadi ciuman panas.


"ada apa?" tanya dev ketika adel melepas ciuman saat tangannya hendak membuka kancing piyama tidur adel.


"aku tak ingin mas melakukan karena terpaksa"

__ADS_1


"maafkan aku dulu, sekarang aku benar-benar menginginkanmu dan hanya kamu, istriku"


hanya dengan satu kalimat sudah membuat adel melayang tinggi.


tapi juga merasa takut dalam waktu bersamaan, takut dijatuhkan lagi setelah dibuat terbang.


"belajar ngegombal dari siapa?"


"dari hatiku"


lagi-lagi adel tersenyum malu. mengingat dulu dev jangankan merayu, mengucap kata manispun ia tak pernah.


"boleh dilanjut?" tanya dev


sedangkan adel hanya menganggukan kepala malu-malu.


meski dulu sudah sering melakukannya, namun beberapa bulan terakhir hubungan mereka sedikit renggang, dan ini membuat keduanya terutama adel merasa canggung dan malu,


mereka merasa ini seperti malam pertama lagi.


setelah mendapat anggukan dari adel, dev melanjutkan aksinya kembali.


mencium bibir **** adel, tangannya bergerilya menjelajah tempat-tempat yang dirasa nyaman untuk disinggahi.


adel mendesah pelan dengan bibir masih saling menyatu, ketika tangan lelaki tercintanya menyentuh daerah istimewanya.


"jangan ditahan, aku menyukainya" dev melepas pagutannya, kemudian berbisik ditelinga adel membuat adel semakin ingin mengeluarkan suara indahnya.


adel tidak menyahut, ia sedang berada didunianya sendiri merasakan sensasi aneh yang diciptakan dev.


setelah cukup puas bermain-main, akhirnya dev menyatukan miliknya dengan milik adel, lagi-lagi membuat adel mengerang merasakan nikmat dunia.


adel dalam hati sangat bersyukur karena pada akhirnya dev yang menginginkan dirinya terlebih dulu.


"jangan ditahan" lagi-lagi dev meminta adel untuk melepas suaranya ketika melihat adel seperti masih malu-malu untuk melepaskan.


akhirnya adel tak lagi menahan suara membuat dev semakin bersemangat saat mendengar ******* dari bibir istrinya.


setelah hampir satu jam, akhirnya mereka melakukan pelepasan bersama.


setelah selesai dev mencium kening adel cukup lama, sebagai bukti bahwa ia begitu menyayangi istrinya.


"apa kamu menikmatinya?" tanya dev setelah turun dari tubuh adel dan berbaring disisinya,


adel hanya menganggukan kepala.


"terimakasih untuk tetap bertahan denganku selama ini" kata dev penuh sesal mengingat bagaimana dulu ia begitu ingin berpisah dengan adel.


"seharusnya aku yang mengatakan itu, terimakasih karena telah membersamaiku selama satu tahun meski tanpa cinta" kata adel


"maafkan aku untuk itu, kedepan aku hanya melihatmu dan hanya ada kamu, jangan mendiamkanku lagi, jika aku ada salah, katakan salahku, aku akan memperbaikinya, dan jika ada yang kamu inginkan, katakan keinginanmu akupun akan berusaha mewujudkannya semampuku" kata dev panjang lebar membuat adel merasa bahwa malam ini dunia benar-benar serasa jadi miliknya.


"terimakasih" hanya kata itu yang mampu adel ucapkan.


setelah sedikit obrolan namun sangat berkesan akhirnya mereka tertidur.

__ADS_1


__ADS_2