Dimanja Tanpa Cinta

Dimanja Tanpa Cinta
teman lama 2


__ADS_3

adel sama sekali tak ingat apapun tentang pria didepannya.


"del, hey, are you okey?" tanya evan ketika melihat adel hanya bengong menatapnya bukannya menjawab pertanyaannya, sambil menggoyang goyangkan telapak tangannya didepan muka adel.


adel menganggukan kepala lalu menjawab "oke"


"ga kesambet kan?"


"dedemit takut sama kecantikanku" adel menjawab asal.


"del beneran ga inget"


"mungkin kamu bukan orang penting dalam hidupku"


"itu mulut ya, dari dulu kalo ngomong udah kaya bon cabe level demit"


"biarin" kata adel cuek


"mungkin daya ingatmu emang sudah turun level baiklah aku ingatkan" kata evan


kemudian dia menceritakan bahwa dia adalah teman lama adel, tepatnya waktu mereka masih berseragam merah putih.


waktu itu Evan yang anak pindahan tidak memiliki teman sama sekali.


apalagi dengan postur tubuh yang memang sedikit tumbuh kesamping, membuat ia menjadi sasaran buly siswa disekolah.


tidak ada yang mau berteman dengannya, hingga adel menyapanya saat berada ditaman sekolah.


sejak saat itu mereka berteman baik, sering mengunjungi rumah masing-masing.


hanya adel satu-satunya orang yang mau berteman dengannya disekolah.


orang tua evan yang kerjanya selalu pindah-pindah membuat evan juga ikut pindah sekolah, selalu beradaptasi dengan situasi baru, dan harus menyesuaikan diri dengan teman baru juga.


saat lulus kelas 6 evan juga terpaksa pindah lagi, tidak bisa masuk Sekolah lanjutan pertama yang sama dengan adel.


"sekarang udah inget kan?" tanya evan setelah menceritakan masa lalunya.


"ya aku ingat, kamu elpan kan?" tanya adel girang setelah ingat siapa evan sebenarnya.


elpan adalah panggilan adel kepada evan, karena menurut adel tubuh evan yang gemuk seperti gajah, lebih cocok dipanggil elpan dari kata elephant yang artinya gajah.


evan sendiri tidak keberatan dipanggil elpan, menurut evan itu adalah panggilan sayang.


meskipun adek suka ceplas ceplos kalau berbicara, tapi ia tidak pernah membedakan teman, juga sangat baik kepada semua.


terutama pada evan, adel justru seperti melindungi, setiap ada yang membully evan, adel selalu membelanya.


"kamu ingat sekarang?" tanya evan senang


"ahhh bener kamu elpan,, tampan sekali sekarang" adel bangun dari duduknya hendak memeluk evan.


namun ia urungkan mengingat kalau sekarang dia istri orang


"hey kenapa tak jadi" tanya evan kecewa.


"aku istri orang sekarang"

__ADS_1


"benarkah kamu sudah menikah?"


"he,em" adel menjawab sambil menganggukan kepala.


"wahhhh nikah muda ceritanya?"


"suamiku sangat tampan, kalo tidak segera dinikahi nanti keburu diambil orang" kata adel sambil tersenyum getir, mengingat hanya dia yang menginginkan pernikahan ini.


bahkan dia yang merebut calon suami kakanya.


"apa dia lebih tampan dariku?"


"tentu saja"


"baiklah aku percaya, seleramu tidak mungkin buruk"


"tentu saja" jawab adel pura-pura bangga, namun dihatinya hanya dia yang tau.


"del"


"hem"


"kenapa cuma nama itu yang kamu ingat tentangku?" tanya evan


"karena itu namamu" jawab adel


"namaku evan arlando"


"mana aku tau kalo itu namamu"


"bukannya aku tadi sudah bilang kan, namamu elpan, bagaimana bisa aku lupa jika aku saja masih bisa menyebut namamu"


"namaku evan del" evan berkata lesu karena yang adel ingat hanya elpan bukan evan.


"apapun itu kamu tetap gajah imut sibaik hati"


"adel kamu juga ingat kata-kata itu? you're the best del" teriak evan membuat para pengunjung yang sudah mulai berdatangan menoleh kearahnya.


kini mereka menjadi pusat perhatian, pasalnya ini juga pertama kalinya evan terlihat dekat dengn seorang gadis.


"diamlah, suaramu mengundang perhatian mereka" kata adel sambil melihat sekeliling.


sedangkan evan hanya nyengir kuda.


kini acara sudah dimulai, dan benar saja adel mendapatkan potongan harga yang fantastis karena memegang voucher vip tersebut.


bahkan ia juga mendapat parfum dengan aroma lain secara cuma-cuma karena evan sebagai bintang tentunya.


"del aku masih penasaran darimana kamu dapatkan voucher itu?" tanya evan yang sedari tadi penasaran.


evan yakin jika dia memberikan vouchernya pada shanum, atau mungkin adel punya hubungan dengan shanum' pikir evan.


"sudah pasti dari sesorang yang mendapatkan voucher itu darimu" kata adel sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


kali ini mereka sedang makan siang yang memang jamnya sudah terlewat jauh.


saat break acara mereka melewatkan makan siang karena asyik mengenang masa dulu.

__ADS_1


"kamu mendapatkan dari shanum? apa hubunganmu dengannya?"


"kamu sudah bertemu dengannya?" bukannya menjawab adel justru balik bertanya.


"dengan siapa?" tanya evan bingung


"dengan ka shanum emang dengan siapa lagi, dari tadi kita kan sedang membahas ka shanum yang memberikan voucher ini,, otakmu udah geser ya" celetuk adel kesal


"shanum, ka shanum" evan diam sebentar


"oh astaga, jadi shanum yang menolongku waktu itu adalah ka shanum kakamu" teriak evan melanjutkan kata-katanya.


"entahlah, aku tak melihatnya saat kaka tercantiku menolong pria sepertimu"


"hey bisa tidak kalo ngomong baik-baik aja, menyebalkan" gerutu evan.


adel tak menyahut lagi, ia fokus menghabiskan makanannya.


"bagaimana bisa kamu bertemu dengan ka shanum" tanya adel setelah menyelesaikan makan siangnya.


kemudian evan menceritakan kejadian beberapa waktu yang lalu, dimana dia kehilangan dompetnya saat hendak chekin hotel,


waktu kejadian itu evan sudah tidak tau lagi harus berbuat apa, kartu pembayaran semuanya ada didalam dompet.


tetapi dimpetnya justru tidak ada didalam tas ketika ia hendak membayar biaya hotel.


resepsionis menolaknya, padahal evan sudah menjelaskan akan menghubungi kerabatnya untu membayarkan biaya hotel tapi tetap saja tidak dipercaya.


hingga shanum tiba-tiba datang dan membiarkan evan menginam semalam secara gratis.


karena hari memang sudah larut malam dan tak memungkinkan evan untuk mencari penginapan lain apalagi tak membawa dompet.


"terimakasih nona" kata evan setelah selesai urusannya dengan resepsionis


"shanum, panggil aku shanum" kata shanum sambil menyerahkan kartu nama


"jika butuh bantuan hubungi nomor itu" kata shanum lagi kemudian pergi


beberapa hari setelah kejadian itu ia menghubungi nomor shanum meminta untuk bertemu.


awalnya shanum menolak namun pada akhirnya ia setuju setelah evan mengatakan kalau hanya ingin mengucapkan terimakasih.


dan benar saja evan hanya mengucapkan terimakasih setelah itu memberikan voucher vip pada shanum.


"ka shanumku memang terbaiknya luar biasa, bisa-bisanya dia membantu pria menyeramkan sepertimu, padahal dia belum mengenalmu" kata adel setelah evan selesai menceritakan pertemuannya dengan shanum


"karena aku tampan mungkin" jawab evan dengan percaya diri.


"percaya dirimu melewati tampangmu"


"del bisa ga kalo ngomong diatur dulu" evan berkata sambil memanyunkan bibirnya pura-pura merajuk


"biasa aja kali, sudah jelek tak usah dijelek-jelekan mukanya, jadi tambah jelek kan" kata adel sambil tertawa


"sialan" namun evan ikut tertawa juga


sebenarnya adel penasaran bagaimana evan gajah imut sibaik hati bisa berubah seperti ini, apa dia mengalami metamorfosis' batin adel.

__ADS_1


__ADS_2